Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Surat Dakwaan Tanpa Nomer Register, Terdakwa Kasus Narkoba Berharap Bebas

  • Senin, 4 Maret 2019 | 22:47
  • / 26 Jumadil Akhir 1440
  • Dibaca : 47 kali
Surat Dakwaan Tanpa Nomer Register, Terdakwa Kasus Narkoba Berharap Bebas
Husain Tarang SH, saat bersama keluarga klien nya di ruang tunggu PN Malang. (gie)

Memontum Kota Malang – Terdakwa kasus narkoba, Nur Hasan (43) warga Dusun Karangjambe, Desa Jamberejo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Senin (4/3/2019) siang, masih terlihat menunggu sidang dengan agenda jawaban dari JPU atas eksepsi yang telah dibacakan oleh Husain Tarang SH, dalam persidangan sebelumnya.

Namun sayangnya, Husain Tarang SH dan kliennya belum mendapat jawaban dikarenakan sidang, ditunda pada Senin depan. Saat bertemu dengan Memontum.com di area PN Malang, Husain Tarang menganggap dakwaan JPU tidak cermat dikarenakan dalam surat dakwaan yang dibacajan dalam persidangan tidak ada nomernya.

” Dalam eksepsi kami Senin lalu, sudah kami sebutkan bahwa dakwaan JPU sangat fatal. Eksepsi kami tentang ketidakcermatan jaksa. Padahal Pasal 143 KUHAP, bahwa jaksa harus cermat, lengkap dan teliti. Namun dalam surat dakwaan tanpa mencantumkan nomer register perkara. Surat dakwaan itu dibacakan pada 18 Februari 2019, padahal tidak ada no registernya. Jangan-jangan terdakwa Nur Hasan tidak terdaftar di Kejaksaan Negeri Kota Malang,” ujar Husain Tarang.

Selainjutnya, Husain Tarang juga menunjukan bahwa pada dakwaan ke satu halaman 2 tertulis barang bukti berupa Fetamfetamina.

” Apa itu kristal Fetamfetamina. Saya tidak tahu Fetamfetamina. Apakah jenis baru. Sedangkan dalam dakwaan kedua halaman 3 bahwa hasil kesimpulan pemeriksaan laboratoris kriminalistik barang bukti berupa metamfetamina. Kan jelas beda fetamfetamina dengan metamfetamena. Selain itu mengenai berat jenis, jaksa tidak menyebutkan apakah ini berat kotor atau bersih, apakah hasil penimbangan atau apa, kok tiba-tiba saja ditulis 1 kantong plastik klip kecil berisi shabu berat 0,35. Penyebutan itu tidak cermat karena tidak dijelaskan berat bersih atau kotor, hasil dari penimbangan atau tidak,” ujar Husain Tarang.

Oleh karena itu, Husain Tarang meminta kepada majelis hakim supaya menerima eksepsi yang telah dibacakannya.

” Karena dakwaan JPU kurang cermat, tidak jelas dan lengkap uraiannya, berdasarkan Pasal 143 ayat 3 KUHAP, surat dakwaan seperti ini batal demi hukum dan mohon dibatalkan. Supaya sidang perkara dengan terdakwa Nur Hasan tidak dilanjutkan. Kami berharap majelis hakim membebaskan terdakwa Nur Hasan,” ujar Husain Tarang.

Perlu diketahui Nur Hasan ditangkap pada Oktober 2018 terkait kasua narkoba. Dia ditangkap di Dusun Karangjambe, Jamberejo, Kecamatan Tajinan. Yakni hasil.pengembangan dari penangkapan Ruli di wilayah hukum Polres Malang Kota.

Dalam dakwaan ditulis barang bukti berupa 1 kantong plastik klip kecil berisi Shabu-Shabu dengan berat 0,35 gram, 1 poket seberat 0,31 gram dan 1 poket seberat 0,25 gram. Dalam dakwaan ke satu terdakwa diancam Pasal 114 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009. Sedangkan dalam dakwaan ke dua didakwa Pasla 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009. (gie/yan)

 

5 Komentar

  1. Fariz Selasa, 5 Maret 2019
  2. Mochammad Selasa, 5 Maret 2019
  3. Angga Nuril Selasa, 5 Maret 2019
  4. Hendra Selasa, 5 Maret 2019
  5. Jessika Rabu, 6 Maret 2019

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional