Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Berhembus Pelantikan Komisioner KI, Saat Mencuat Dugaan Rekrutmen Cacat Hukum

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 22:31
  • / 19 Rajab 1440
  • Dibaca : 18 kali
Berhembus Pelantikan Komisioner KI, Saat Mencuat Dugaan Rekrutmen Cacat Hukum
Herman selaku pelapor

Memontum Sumenep – Ditengah gemparnya kasus dugaan penyimpangan pelaksanaan tes calon komisioner Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep, tiba-tiba saja, berhembus kabar Komisioner KI bakal dilantik besok, Rabu (27/3/2019). Padahal ramai sebelumnya persoalan rekrutmen atau seleksi calon anggota Komisioner KI dinilai tidak prosedural. Hal itu bisa disorot mulai dari pelaksanaan Fit And Proper Test yang diduga cacat hukum.

Polemik itu mencuat lantaran sempat diadukan ke KI Provinsi Jawa Timur oleh Herman Wahyudi selaku pemohon, warga Karanganyar, Kecamatan Kalianget tahun lalu. Dalam aduan tersebut, pihak pelapor salah satunya meminta nilai hasil uji kelayakan dan kepatutan oleh komisi bidang hukum dan pemerintahan itu, serta video pelaksanaan tesnya. Namun, sampai kasus ini tuntas, data yang diminta tidak dipenuhi. Terlapor dalam hal ini DPRD hanya menunjukkan hasil voting di internal komisi.

Padahal, dalam surat putusan media KI Jatim nomor 61/V/KI.Prov.Jatim.Ps-A-M/2018, memerintahkan keduanya untuk memenuhi kewajibannya. Terlapor memenuhi permintaan nilai hasil uji kelayakan dan video. “Namun, tidak ada nilai yang diberikan apalagi ditunjukkan kepada kami, termasuk video juga tidak diberikan,” kata pelapor Herman.

Sementara fit and propert test dilakukan pada 21 Desember 2017 oleh Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep. Padahal, dalam pasal 20 Perki, seharusnya 30 hari kerja. “Selain itu, hasil fit and proper test tidak ada skoring. Ini sudah ditindaklanjuti dengan surat Ketua Dewan kepada Komisi I untuk kembali kepada aturan yakni Perki, terang Herman.

Menurut Herman, daftar hasil voting dan contreng pemilihan calon anggota Komisioner KI akan diberikan oleh Komisi I yang dikomandani Hamid Ali Munir ini. “Saya saat melapor hanya meminta nilai dan video. Namun, tidak ada nilai yang ditunjukkan hanya dicontreng saja. Jadi, sangat aneh,” ujarnya kepada media ini.

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional