Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Penggelapan Uang Yayasan PIM, Sidang Perdana, Didakwa 3 Pasal

  • Senin, 22 April 2019 | 20:54
  • / 16 Sya'ban 1440
  • Dibaca : 74 kali
Penggelapan Uang Yayasan PIM, Sidang Perdana, Didakwa 3 Pasal
Terdakwa Rizfan dan Nanik saat akan memasuki ruang persidangan. (gie)

Memontum Kota Malang – Terdakwa Rizfan Abudaeri SE (45) warga Jl Simpang Bunga Krisan, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan Nanik Damayanti S Pd (47) warga Perum Karanglo Indah, Kabupaten Malang, Senin (22/4/2019) siang, jalani sidang pidana perdananya di PN Malang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dymas Aji Wibowo SH dan Dewa Awatara SH, mendakwanya dengan 3 dakwaan. Yakni Pasal 374 KUHP Junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang pengelapan dalam jabatan, Pasal 372 KUHP Junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang pengelapan dan Pasal 167 KUHP Junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP memasuki ruangan orang tanpa ijin.

” Dakwaan komulatif, ada 3 dakwaan yang disangkakan. Kita lihat saja fakta persidangan. Akibatnya Yayasan PIM mengalami kerugian total sekitar Rp 7 miliar,” ujar Dymas.

Kedua terdakwa yang masih ada ikatan keluarga ini di dampingi 3 penasehat hukum. Di akhir persidangan, mereka sempat mengajukan penangguhan penahanan. Namun saat bertemu wartawan mereka tidak banyak memberikan komentar karena dalam persidangan selanjutkan akan membacakan eksepsi. ” Kita tidak memberikan keterangan dulu. Nanti akan kami sampaikan saat eksepsi,” ujar RM Agus Rugiarto, penasehat hukum Rizfan dan Nanik.

Informasi sebelumnya, Rizfan dan Nanik sejak Kamis (4/4/2019) siang, menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Kota Malang. Bos Showroom mobil ini ditahan karena dugaan kasus pengelapan uang Rp 6,7 miliar milik Yayasan Putra Indonesia Malang (PIM) Jl Barito, Kota Malang yang menaungi 2 SMK dan 2 Akademi di bidang Farmasi.

Yakni atas laporan M Wahyudi, Ketua Yayasan PIM ke Polda Jatim beberapa waktu lalu. Rizfan, mantan Ketua II Urusan Keuangan dan Bendahara Yayasan PIM yang habis masa kerjanya tahun 2000, dilaporkan melakukan penggelapan dalam jabatan semasa menguasai kampus tahun 2017 lalu.

 

1 Komentar

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional