Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Vandalisme di Jembatan Majapahit, Polisi Buru Pelaku

  • Jumat, 3 Mei 2019 | 19:52
  • / 27 Sya'ban 1440
  • Dibaca : 47 kali
Vandalisme di Jembatan Majapahit, Polisi Buru Pelaku
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH, lakukan penyelidikan untuk tangkap para pelaku perusak cagar budaya. (gie)

Memontum Kota Malang – Aksi vandalisme yang dilkukan oleh sekelompok orang berbaju dan bermasker hitam saat Mayday pada Rabu (1/5/2019) siang, mengundang kemarahan warga Kota Malang. Sekelompok orang anggota Anarko Sindikalisme ini telah mendompleng aksi hari buruh Internasional di depan Balaikota Malang.

Mereka membikin marah warga Kota Malang karena telah melakukan vandalisme mencoret bangunan jagar budaya Jembatan Jl Majapahit. Mereka menuliskan ” Tolak Upah Murah” dengan mengunakan cat pilox warna hitam. Mereka iuga menulis lambang huruf A ditengah lingkaran dengan coretan garis di tengahnya ( Lambang Anarcy).

Hal itu membuat masyarakat merasa geram. Musisi Malang Bersatu bersama komunitas masyarakat pada Kamis (2/5/2019) pagi telah mengecat kembali tembok di jembatan Majapahit hingga tulisan vandalisme tersebut hilang. Masyarakat yang peduli dengan cagar budaya ini mengutuk keras aksi vandalisme ini dan berharap petugas kepolisian dapat menangkap para pelakunya.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelakunya.

” Terkait aksi vandalisme kemarin usai peringatan Mayday di Balaikota Malang. Hal itu terjadi saat buruh dan mahasiswa bubar, ada 1 kelompok yang kemudian melakukan tindakan mencoret-coret jembatan Majapahit. Kami sedang melakukan penyelidikan terkait kelompok tersebut. Siapa ketuanya berapa jumlah anggotanya. Kalau telah menimbulkan kerusakan akan ada sanksi hukum,” ujar AKBP Asfuri, Kamis (2/5/2019) pukul.16.00.

Terkait adanya kelompok Anarko Sindikalisme ini Polres Malang Kota akan melakukan pencarian. “Kami masih melakukan penyelidikan. Jangan sampai melakukan tindakan melanggar hukum,” ujar AKBP Asfuri. (gie/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional