Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Lagi Nongkrong di Rest Area, Lima Siswa SMK Balung Terjaring Satpol PP

  • Rabu, 8 Mei 2019 | 21:38
  • / 3 Ramadhan 1440
  • Dibaca : 31 kali
Lagi Nongkrong di Rest Area, Lima Siswa SMK Balung Terjaring Satpol PP
Kelima siswa SMK Balung saat diamankan oleh Satpol PP di Rest Area

Jember, Memontum – Sekitar lima anak dengan mengenakan seragam sekolah SMK Balung terjaring razia Satpol PP Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jember di Rest Area Jubung, mereka terjaring saat nongkrong di rest area di jam pelajaran sekitar pukul 10.00.

Tidak hanya itu, pantauan wartawan Memontum.com saat berada dilokasi para pemuda tersebut sedang asik menenggak minuman padahal ini bulan ramadan, terbukti saat hendak dibawa ke kantor Satpol PP Pemkab Jember salah satu dari pelajar tersebut masih melakukan pembayaran kepada pemilik warung kopi.

Kelima pelajar itu langsung di bawa ke kantor Satpol PP Pemkab Jember bersama dengan tiga kendaraan sepeda motornya, sesampai dikantor Pemkab, petugas langsung mendata dan memberikan bimbingan kepada kelima pelajar itu.

Menurut Kasatpol PP Pemkab Jember Arief Tjahjono saat ditemui dikantornya menyampaikan ini memang sebetulnya operasi atau patroli rutin yang dilaksanakan oleh satuannya, salah satunya melakukan penyisiran di rest area dan jalan rembangan.

“Dan kebetulan hari ini kita melakukan Patroli di Rest area, dan terlihat di bulan ramadan ada adik-adik dari SMK Balung yang ketahuan bolos, oleh karena itu, kita akan berikan hukuman dan kita koordinasikan dengan pihak sekolah, orang tua, karena apapun juga, kasihan orang tua yang tidak tahu, jika anaknya disini (tidak sekolah) dan biar ada unsur jera,” ungkap Arief saat ditemui diruangannya, Rabu (8/5/2019) siang.

Arief menuturkan, Ini salah satu kegiatan cipta kondisi, agar supaya kabupaten jember dan dalam bulan ramadan ini bisa lebih kondusif lagi.

“Kita kasih unsur jera saja mereka, kalau mereka sudah berujung ke kriminal, baru pihak sekolah dan orang tua kita panggil untuk memberikan pembinaan bareng-bareng,” tuturnya.

“Kalau ini kita berikan hukuman, agar efek jeranya ada, juga supaya tidak terjadi lagi, tadi mereka menyampaikan malu pak, bilangnya,” cerita arief.

Selain lesehan rembangan dan rest area, biasanya yang sering dibuat tempat tongkrongan pelajar lainnya ialah toko-toko depan roxy, GOR, juga daerah kampus, tempat-tempat game online. “ itu selalu menjadi pantauan pihak kami “ katanya.

Setelah selesaikan berita acara, pihaknya akan menghubungi pihak sekolah dan orang tua, lalu mengembalikan pelajar yang terkena jaring razia tersebut.

“Mereka terjaring satu kali, dan biasanya mereka kapok untuk mengulanginya lagi,” tegas Arief. (yud/oso)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional