Connect with us

Situbondo

Oknum Petugas PLN Asembagus Dikeluhkan Seperti Preman

Diterbitkan

||

PLN DI DEMO PELANGGAN: P. Junaedi dan puluhan tetangganya didampingi anggota LSM Penjara Indonesia saat mendatangi PLN Asembagus, kemarin. (Her)

Memontum Situbondo – Puluhan warga lingkungan pelabuhan Jangkar, Desa Jangkar dengan didampingi anggota LSM Penjara Indonesia mendatangi kantor PLN Asembagus, Kabupaten Situbondo, Senin (13/9/2019). Kedatangan warga tersebut dipicu akibat ketidak puasan pelayanan yang dilakukan oleh oknum petugas PLN di lapangan yang arogan.

Pasalnya, Gara gara P.Junaedi warga RT.03 / RW 01, Desa Jangkar yang telah mengalami keterlambatan pembayaran setoran bulanan tagihan listrik selama tiga hari. Namun oleh oknum petugas PLN Asembagus tanpa ada pemberitahuan awal dan tidak ada kordinasi terhadap pemilik atau penghuni rumah, meter listrik milik P junaedi langsung dibongkar oleh oknum petugas PLN Asembagus.

Dengan adanya kejadian tersebut maka P.Junaedi sebagai konsumen meminta pertanggungan jawab atas perbuatan yang telah di lakukan oleh oknum petugas PLN Asembagus maupun terhadap manager PLN Asembagus.

Menurut keterangan yang di sampaikan oleh P. Junaedi (55) pemilik rumah tersebut mengatakan bahwa pihaknya tidak terima terhadap perbuatan yang di lakukan oleh oknum petugas PLN Asembagus yang telah melakukan penyegelan meter listrik dan hingga sampai melakukan pembongkaran meter listrik milik saya tanpa ada pemberitahuan maupun kordinasi terhadap saya.

” Tidak etika sekali ketika meter PLN milik saya dibongkar, kebetulan saya sekeluarga tidak ada di rumah. Karena saat itu saya bersama keluarga sedang berada di rumah sakit umum di situbondo, “kata P. Junaedi.

Kata Dia, sebab salah satu keluarga saya sedang sakit dan menjalani opname di rumah sakit umum Situbondo.

Tidak hanya itu yang di sampaikan oleh P.Junaedi, Surat tugas yang di gunakan untuk melakukan penyegelan meter listrik dan pembongkaran meter listrik nama dari beberapa petugas yang melakukan penyegelan meter listrik dan pembongkaran meter listrik semuanya tidak jelas dan diduga petugas abal abal, jelasnya.

Lebih lanjut P.Junaedi menegaskan, dengan adanya sikap melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan di muka umum maka P.Junaedi akan melaporkan oknum petugas PLN Asembagus ke pihak yang berwajib. Dan ancam melakukan demo besar besaran terkait masalah tersebut.

” Ironisnya lagi bahwa surat yang di gunakan untuk melakukan penyegelan meter listrik dan pembongkaran meter listrik milik saya itu tidak sesuai dengan prosedur, ” ungkap P. Junaedi warga asal Desa Pelabuhan Jangkar itu.

Ditambahkan Dia, Surat tugas dan surat pemberitahuan yang di gunakan untuk melakukan penyegelan meter listrik dan pembongkaran meter listrik milik saya diduga ada kongkalikong serta ada rekayasa. Sebab, isi surat tersebut tidak sesuai dengan jadwal pelaksanaan. Kata P. Junaedi, padahal kejadian keterlambatan pembayaran setoran tagihan listrik yang dialaminya yaitu pada bulan april 2019. Namun di surat tugas dan keterangan dari kantor PLN Asembagus tercatat pada tanggal 23 februari 2019.

” Jadi semua ini penuh dengan rekayasa dari kantor maupun petugas PLN Asembagus yang telah melakukan pembodohan publik terhadap masyarakat, “bebernya .

Sementara itu, Manager PLN Asembagus Budi Supriyono, saat dikonfirmasi Wartawan Memontum.com mengatakan, bahwa pembongkaran meter tersebut ada masalah kekeliruan administratur dan permasalahan tersebut laporan nya sudah masuk ke kantor PLN cabang di situbondo.

” Semua kebijakan ada di cabang, ” jelas Budi Supriyono selaku manager PLN Asembagus. (Her/yan)

 

Hukum & Kriminal

Dua Pemotor Terlibat Kecelakaan di Jalur Pantura Banyuputih Situbondo

Diterbitkan

||

KECELAKAAN: Kondisi 2 pengendara saat kecelakaan di TKP. (tik)

Memontum Situbondo – BRAAKK! Dua pemotor dari arah yang sama mengalami laka lantas di jalan raya Pantura Banyuputih tepatnya di Km 229.9 arah Surabaya, Keduanya dilarikan ke Puskesmas Banyuputih dengan luka luka disekujur tubuh. Selasa (24/9/2019) siang.

Wahet (30) warga Dusun Blangguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, mengemudikan Sepada motor Honda scoopy nopol. AE 3622 NB melaju dari arah Banyuwangi, tepatnya pada pukul 10.25 Wib di KM 229.9 mendadak sepeda motor pedagang penthol ( tanpa platnomer) yang dikemudikan oleh Kikik (35) asal Dusun dan Desa yang sama, menyebrang jalan, karena jarak terlalu dekat, keduanya hingga terjadi benturan tidak bisa dihindari.

Sehingga membuat keduanya terkapar ditengah jalan, dibantu warga sekitar kedua korban akibat kecelakaan dilarikan ke Puskesmas Banyuputih, sementara dua unit kendaraan diamankan di Mapolsek Banyuputih.

Kapolsek Banyuputih AKP Didik Rudianto SH saat ditemui Wartawan Memontum.com dikantornya membenarkan kejadian tersebut.

“Untuk sementara ini tidak ada korban jiwa, keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Banyuputih untuk mendapatkan perawatan dan dua kendaraan langsung kami amankan di Polsek Banyuputih, ” kata Kapolsek AKP Didik Rudianto. (tik/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Awas Saat Salipan di Jalur Pantura Banyuputih Situbondo

Diterbitkan

||

Sepeda motor korban. (ist/fb)

Memontum Situbondo – Tragis dialami Moh Wahyudi (16 ) asal Dusun Banyuputih RT 01 / RW 01 Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tewas di tempat kejadian akibat laka lantas di KM. 223.5 arah Surabaya.

Musibah terjadi, Jumat (20/9/2019) siang, bermula saat korban Moh Wahyudi mengemudikan sepeda motor Nopol P-4310-FV melaju dari arah Banyuwangi.

Dari arah berlawanan, meluncur truk boks P -8537-KA yang dikemudikan Abas Bahtiar (40 ) asal Jln Bungur No VII RT 01 / RW 20 Gebang – Patrang Kabupaten Jember. Di jalur ini, kebiasaan sopir mengemudi dengan kecepatan sedang dari arah Situbondo menuju arah Banyuwangi.

Keterangan yang berhasil dihimpun Memontum.com di lokasi, truk box P-8537-KA melaju dari arah Surabaya menuju arah Banyuwangi mencoba mendahului kendaraan di depannya.

Kemudian, secara bersamaan muncul sepeda motor yang dikemudikan korban, berusaha mengurangi kecepatan dengan cara menghindar. Namun jarak yang terlalu dekat dan terjadilah tabrakan.

Kasat Lantas Polres Situbondo saat dikonfirmasi Memontum.com melalui Kapolsek Banyuputih AKP Didik Rudianto SH di lokasi kejadian membenarkan bahwa, diduga sementara penyebabnya dari faktor kurang hati-hatinya sopir truk.

“Saat ini masih ditangani unit laka lantas 90.5 Baluran, dua unit barang bukti kendaraan sudah diamankan di Pos lantas Baluran, ” pungkas Kapolsek Banyuputih. (tik/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Aksi 3 LSM Unjuk Rasa Tuntut Diskualifikasi Kades Diduga Berijazah Palsu

Diterbitkan

||

Aksi 3 LSM Unjuk Rasa Tuntut Diskualifikasi Kades Diduga Berijazah Palsu

Memontum Situbondo – Kompak 3 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM GP SAKERA, LSM LPK, LSM KPK Situbondo ) Situbondo bersama warga Desa Battal, Kecamatan Panji menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Situbondo, Kamis (19/9/2019) pagi.

Puluhan masyarakat yang dibantu oleh tiga LSM dalam orasinya menolak keras apabila seorang warga berinisial SD untuk mencalonkan kembali sebagai balon Kades Battal pada periode mendatang.

Aksi unjuk rasa LSM bersama warga Desa Battal di depan Pemkab Situbondo, Kamis (19/9/2019) siang. (im)

Aksi unjuk rasa LSM bersama warga Desa Battal di depan Pemkab Situbondo, Kamis (19/9/2019) siang. (im)

Warga tampak membentangkan beberapa spanduk yang bertuliskan “Menolak Keras Cakades Yang Pernah Memalsu Ijazah”, “Warga Desa Battal Sudah di Dholimi Dengan Seorang Kades Yang Memalsukan Ijazah”, “Diskualifikasi Buat Calon Kades Penipu Rakyat Dan Penipu Negara”, “Mohon Diusut Tuntas Kasus Pelaporan Ke Polres Situbondo”, “Jangan Loloskan Balon Kades…”.

Tidak hanya itu saja yang diorasikan. Namun mereka meminta kejelasan pada Bupati Situbondo dan mempertanyakan kasus tersebut molor sudah beberapa tahun dan diduga ada kongkalikong dengan pihak-pihak terkait di lingkungan Pemkab Situbondo.

JH salah satu perwakilan warga Desa Battal pada kesempatan tersebut mengatakan, kami sengaja turun ke jalan dengan meminta bantuan kepada LSM SAKERA untuk meminta kejelasan dan mempertanyakan tindak lanjutnya sampai dimana kasus pelaporan warga tersebut.

“Kami menduga ada kongkalikong antara panitia desa dan panitia di Kabupaten pada saat pencalonan Kades Tahun 2013 lalu. Karena pada saat pencalonan kades periode pertama dulu Suryadi diduga mendaftar dengan memakai ijazah orang lain atau palsu seperti yang pernah dilaporkan LSM pada kepolisian saat itu, “tegasnya.

Ketua Umum LSM GP SAKERA Situbondo Saiful Bahri yang juga sebagai Korlap Aksi mengatakan bahwa, kami menindaklanjuti laporan dan keluhan masyarakat Desa Battal yang menuntut seorang warga Battal, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo supaya mundur dari pencalonan Kepala Desa Battal mendatang.

Menurutnya, pria berinisial SD dianggap sudah tidak layak memimpin desanya lagi karena masih ada kasus dengan beberapa persyaratan saat mencalonkan kades periode pertama. Kata Saiful pula, SD diduga memakai ijazah bukan miliknya, serta hingga saat ini tidak ada kejelasan dari pihak kepolisian maupun dari Bupati Situbondo.

“Kami selaku Ketum GP SAKERA sengaja turun jalan untuk mendampingi warga Desa Battal dan berharap pada bapak Bupati Situbondo untuk mendiskualifikasi balon SD, karena sudah mendholimi rakyatnya. Serta kepada APH dalam hal ini pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, ” pekiknya.

Dijelaskan Syaiful Bahri selaku ketua umum LSM GP SAKERA Situbondo, meminta pada semua APH lebih serius lagi menangani kasus SD pada pencalonan Kepala Desa periode pertama yang diduga telah mendaftar dengan memakai ijazah yang bukan miliknya dan diduga palsu.

“Kok masih saja mau mencalonkan lagi pada periode yang akan datang. Padahal kasusnya sampai saat ini masih belum ada titik terang dan hilang seperti ditelan bumi,” kata Syaiful.

“Informasinya pada periode mendatang SD juga mendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa Battal dengan memakai ijazah yang berbeda atau ijazah paket. Maka itu patut dipertanyakan juga asal-usul ijazah tersebut, jangan-jangan ada main dengan oknum pegawai Dispendikbud Situbondo, ” ujarnya.

Lebih lanjut, Saiful Bahri menegaskan bahwa kami menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo agar kasus tersebut diusut tuntas dan juga mendiskualifikasi SD pada pencalonannya jika masih belum ada kepastian hukum yang inkrah.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian ( Polres Situbondo ) agar segera memberikan kejelasan perkembangan kasusnya, karena sudah lama dilaporkan dan masih belum ada kejelasan, “pungkasnya. (im/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler