Connect with us

Hukum & Kriminal

Ngutil Snack, Tewas Dihajar 9 Orang

Diterbitkan

||

Polisi amankan 9 pelaku penganiayaan hingga korban meninggal dunia

Memontum Trenggalek – Pasca melakukan aksi pengeroyokan kepada seorang remaja berusia 16 tahun di Taman Balai Kota Panggul Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, polisi tetapkan 9 tersangka. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Deni Kurnia Sandi (16) remaja asal RT 26 RW 08 Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, ditemukan tergeletak tak berdaya di Pos Penjagaan Taman Balai Kota Panggul.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S menyebutkan 9 pelaku yang terlibat dalam kasus pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. “9 pelaku berhasil diamankan petugas selang 7 jam laporan yang disampaikan. Ini semua berkat usaha dan kecepatan petugas dalam mengungkap sebuah kasus, ” ucap Didit, Selasa (21/05/2019).

Ke sembilan pelaku tersebut diantaranya, Nur Rohmad Als Paluh (29) warga RT 11 RW 4 Ds. Wonocoyo Kecamatan Panggul, Ardi Sutrisno Als Kodek (27) warga RT 13 RW 5 Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul. Mariyadi Als Manuk (33) warga RT 08 RW 02 Desa Prigi Kecamatan Watulimo KabupatenTrenggalek yang berdomisili sekarang di RT 03 RW 01 Desa Panggul Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

Rohmad Bayu Kurniadi Als Kedu (23) warga RT 05 RW 01 Desa Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, Apriyanto (21) warga Rt 10 RW 10 Desa Saringembat Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. Adhi Candra (23) warga RT 12 RW 05 Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

Selanjutnya, Mimin Dwi Prasetyo (24) warga Dusun Krajan RT 05 RW 02 Desa Gayam Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek dan Hutama Tyan Prasetyo Als Upluk (25) warga RT 13 RW 05 Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek serta Deddy Prasetyo (18) warga RT 30 RW 09 Ds. Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek

Dikatakan Didit, selain mengamankan 9 pelaku penganiayaan, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 potong baju lengan panjang warna hijau motif kotak-kotak dan 1 buah celana pendek warna cokelat, serta satu buah handphone merk Samsung.

Kapolres mengatakan, sebelumnya pelaku Nur Rohmad yang memiliki usaha warung makanan ringan sering kali kehilangan stok barang miliknya. Setelah mengintai beberapa saat bersama temannya, pelaku menangkap basah seorang laki-laki tak lain adalah korban yang dketahui masuk dan mengambil stok makanan ringan yang disimpan warungnya.

Korban kemudian dibawa ke Pos Taman Balai Kota Kecamatan Panggul dan diinterogasi sampai akhirnya mengakui bahwa ia telah beberapa kali mengambil barang dagangan milik pelaku. Saat itulah, terjadi kekerasan secara bersama-sama terhadap korban yang dilakukan oleh para pelaku.

Dari hasil Resume Autopsi jenazah, untuk pemeriksaan luar diketahui korban mengalami luka memar di kelopak mata kanan, dahi, hidung, pelipis, leher, lengan kanan, dada, punggung, bibir, atas dan bawah,testis kiri.

Selain itu, hematum pada kepala belakang tanda mati lemas (asfiksia) kuku dan bibir biru, bintik pendarahan pada mata. Untuk pemeriksaan dalam terdapat resapan darah pada seluruh kulit kepala bagian dalam, resapan darah pada organ pancreas, perdarahan pada ruang yengko rak dan selaput tegak otak 58 CC dan lambung isi makanan halus.

“Sehingga dapat disimpulkan jika penyebab kematian korban lantaran mengalami pendarahan hebat pada kepala bagian dalam dan pankreas korban hancur, ” imbuhnya.

Masih terang Didit, pihaknya tidak menutup kemungkinan jika dalam hasil penyelidikan nantinya kembali ditetapkan tersangka lain yang tutur terlibat dalam kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

Didit juga mengungkapkan bahwa dari ke sembilan pelaku ini, memiliki peran masing – masing dalam kasus penganiayaan tersebut.

“Kepada pelaku akan dikenakan pasal berlapis pasal 80 ayat ayat (3) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dan/atau pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dan/atau pasal 338 KUHP dan/atau pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 (lima belas) tahun pidana penjara, ” pungkas Didit. (mil/yan)

 

Hukum & Kriminal

Motif Pembunuhan Dampit Terungkap! Tanah Diminta Dijual, Ibu Dihina, Cekik Istri

Diterbitkan

||

oleh

Motif Pembunuhan Dampit Terungkap! Tanah Diminta Dijual, Ibu Dihina, Cekik Istri

Memontum Malang – Jajaran Polres Malang akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan perempuan warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam konferensi pers pada Sabtu (4/4/2020), pelaku yang diketahui berinisial AW (46) tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah suami korban.

Sementara itu, motif pembunuhan yang menewaskan korban bernama Suliani (44) ini disebabkan pelaku merasa sakit hati, karena korban sering mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang kurang baik. Sehingga menyakiti hati pelaku.

Tersangka Agus di Polres Malang. (gim)

Tersangka Agus di Polres Malang. (gim)

“Setelah sekitar 4 jam penyelidikan dan melakukan observasi di wilayah, Polres dapat menemukan pelaku. Motifnya, ada unsur sakit hati. Selama ini berdasarkan pengakuan pelaku, korban banyak bwrkara kurang baik, sehingga menyakiti hati pelaku. Pelaku emosi dan akhirnya melakukan upaya penyiksaan, hingga akhirnya berujung pembunuhan,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan oleh AKBP Hendri Umar, kejadian tersebut diawali pada Kamis (2/4/2020) sekitar puki 11.30 malam, pelaku dna korban berencana untuk pergi ke daerah Wajak, untuk menyelesaikan beberapa urusannya. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar kebun sengon wilayah Desa Jambangan, Kecamatan Dampit pelaku memberhentikan motornya dan beralasan akan buang air kecil.

“Saat itulah korban dan pelaku turun dari kendaraannya. Pelaku memukul korban di bagian belakang kepalanya dengan potongan kayu yang ia temukan di sekitar lokasi. Korban sempat melakukan perlawanan kepada pelaku. Ada bukti bekas cakaran di dada pelaku,” imbuh AKBP Hendri Umar.

Berdasarkan hasil visum, korban meninggal karena kehabisan nafas lantaran dicekik pelaku.

“Setelah korban tersungkur, pelaku menyeret korban beberapa meter dari lokasi berhentinya tadi. Setelah itu korban dicekik dan disekap menggunakan jaket hingga korban meninggal, dan jaketnya digunakan untuk menutupi jasad si korban. Dari hasil visum, juga ditemukan beberao luka di bagian tubuh korban, dan juga ada pendarahan di rongga dada,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sementara itu, Polres Malang juga akan menggelar rekonstruksi di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

BACA : 

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, pelaku mengaku sakit hati lantaran si korban menghina orang tua pelaku dengan sebutan pelacur. Selain itu, korban juga sering mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang tidak pantas. Pelaku pun juga mengaku menyesal atas tindakannya yang menyebabkan istrinya meninggal.

“Saya sakit hati, karena orang tua saya dibilang lonte (pelacur). Selain itu masalah tanah, saya niatnya tanah ini untuk keperluan anak saya. Tapi dia malah minta untuk dijual buat keperluan dia sendiri,” jelas AW di hadapan AKBP Hendri Umar SIK MH, Sabtu (4/4/2020) siang. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Suliani Korban Pembunuhan Dampit Sempat Duel Lawan Pembunuh

Diterbitkan

||

oleh

Video Statement Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH terkait pembunuhan. (Memontum.com)
Video Statement Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH terkait pembunuhan. (Memontum.com)

Memontum Malang – Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH pastikan korban di Dampit merupakan korban pembunuhan dilihat dari hasil identifikasi forensik di lokasi kejadian. Korban dimungkinkan sempat berduel dengan pelaku.

Ditemui Memontum.com, Hendri menyebut jika ada dua luka di tubuh korban. Yakni luka jeratan di leher korban dan luka benda tajam di kepala korban. “Panjangnya ada 5 cm. Ada luka bekas jeratan juga. Di lokasi ads tanda korban sempat berkelahi,” terang Hendri, Jumat (3/4/2020) sore.

Korban pembunuhan

Korban pembunuhan

Menurut Hendri, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengecek alibi terkait penemuan jenazah korban. “Benar dia pulang dari Malaysia, 2019 lalu. Kami masih selidiki lebih lanjut,” terang Hendri kepada Memontum.com.

Terpisah dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Handaru Rahutomo mengatakan, saat ini sudah ada beberapa orang dibawa ke Polsek Dampit untuk dimintai keterangan dan dilakukan pemeriksaan. Salah satu yang juga turut diperiksa yakni suamin korban.

“Suami korban sudah ada Polsek Dampit untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Jumat (3/4/2020).

Dari pemeriksaan sementara, diketahui terdapat luka sayatan senjata tajam (sajam) di belakang telinga kepala bagian kanan korban.

“Kalau dari luka robekannya itu rapi, itu senjata tajam, dan kepalanya seperti ada luka memar,” imbuh dia.

BACA :

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk sementara, korban diketahui keluar terakhir pada Kamis (2/4/2020) malam. Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, dimana ada empat tim yang telah dibentuk.

“Hingga saat ini masih dalam penyelidikan, dan kita masih belum dapat konfirmasi barang apa saja yang dibawa. Rumahnya diketahui cukup dari lokasi ditemukannya korban, jadi kayaknya gak mungkin kalau jalan kaki,” pungkasnya. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pulang dari Luar Negeri, Wanita Dampit Terbunuh

Diterbitkan

||

oleh

Pulang dari Luar Negeri, Wanita Dampit Terbunuh

Memontum Malang – Warga Dampit digegerkan dengan penemuan mayat perempuan Jumat (3/4/2020) pagi. Mayat perempuan yang diketahui bernama Suliani tersebut ditemukan di kebun sengon dan tebu. Tepatnya di wilayah Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Menurut keterangan yang disampaikan saksi bernama Sumali warga RT 05 RW 01 Sumbersari Desa Jambangan, dirinya menemukan korban tergeletak di bawah pohon pisang di area sekitar kebun sengon pada pukul 06.00.

Evakuasi dan identifikasi jenazah korban. (ist)

Evakuasi dan identifikasi jenazah korban. (ist)

Setelah itu Sumali, memberitahukan kejadian tersebut kepada dua saksi lainnya, yakni Ngatini warga Desa Jambangan dan Sukirno selaku Perangkat Dusun (Kamituwo) setempat.

Setelah itu, ketiga saksi tersebut melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Dampit dan kepada Kepala Desa. Dugaaan sementara, wanita yang diduga warga Desa Pamotan tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pamotan, Gatot Sudarmanto membenarkan bahwa korban adalah warga Desa Pamotan. Tepatnya yakni warga RT 01/RW 05 Desa Pamotan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.

BACA :

“Iya mas betul, korban adalah warga Desa Pamotan, RT 01/RW 05. Dari informasi yang beredar, beberapa bulan yang lalu korban baru pulang dari luar negeri,” ujar Gatot saat dihubungi melalui pesan singkat.

Dari informasi yang dihimpun, korban yang diketahui berusia sekitar 40 tahun ini, jenazahnya ditemukan sekitar 4 km dari rumahnya. Korban yang sehari-hari diketahui berternak puyuh ini mempunyai dua orang anak. “Saat ini jenazahnya masih diotopsi,” pungkas Gatot. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler