Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Ambil Hikmah, Oppo Hapus Tradisi Pesta Miras

  • Kamis, 23 Mei 2019 | 03:23
  • / 18 Ramadhan 1440
  • Dibaca : 38 kali
Ambil Hikmah, Oppo Hapus Tradisi Pesta Miras
PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto Aji. (rhd)

Memontum Kota Malang – Atas viralnya buka bersama dengan minuman keras (miras), salah satu dealer yang hadir dalam Buka Bersama Oppo di Hotel Atria, Rabu (15/5/2019), mengaku jika acara minum minuman keras di acara Oppo merupakan hal biasa dan bukan menjadi rahasia umum di kalangan agen atau dealer Oppo di Indonesia.

“Beberapa kali acara Oppo itu selalu diwarnai minum minuman keras. Seperti sudah tradisi gitu. Tapi sejak kapan, saya kurang tahu,” jelas narasumber Memo X, yang mewanti-wanti untuk tidak disebutkan identitasnya.

Menanggapi hal ini, PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto Aji, menjelaskan, kegiatan minum miras di Oppo pusat tidak pernah ada. Bahkan, buka bersama yang dilakukan Oppo Indonesia di Jakarta pun tidak ada miras. Namun, diakuinya tiap-tiap area mengintepretasikan atau kreativitas sendiri.

“Memang mereka suka kreatif sendiri. Kayak dua acara dijadikan satu ini. Kreatif dan maju sendiri-sendiri tanpa tau resikonya. Mereka juga jarang update laporan ke pusat. Ini yang kami sesalkan,” jelas Aryo, kepada Memo X.

Namun, tak ditampik jika masing-masing dealer biasa mengadakan tradisi minum miras. Diakuinya, Oppo pusat sering lolos pengawasan, karena minimnya laporan dari dealer daerah atau area.

Baca : Oppo Bukber Miras Berbuntut Panjang, LIRA Adukan ke Polres Malang Kota

“Mengambil hikmah kejadian ini, melalui SOP kita tegaskan agar setiap kegiatan tidak ada lagi acara minum miras. Untuk itu, ditiadakan dance, dan lainnya. Sekaligus pelajaran di area, untuk melaporkan segala kegiatan,” tegas Aryo.

Dengan wilayah penyebaran mulai ujung Aceh hingga Papua, tentunya tidak semua area bisa diawasi oleh pusat. Untuk itu, Aryo berharap area atau dealer dapat mengambil pelajaran di balik kejadian ini.

“Apapun bentuk kegiatannya, harus dilaporkan secara detail. Selain agar tidak terulang, juga untuk menghormati kearifan budaya lokal,” tandas Aryo. (adn/yan)

 

 

Surat Permintaan Maaf warna-1 copy

 

2 Komentar

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional