Connect with us

Hukum & Kriminal

Cakades Ditahan, Pilkades Druju Sumawe Lawan Tanda Gambar

Diterbitkan

||

PANITIA : Juma'in Ketua Panitia Pilkades Druju. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

Memontum-Malang, Kendati ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan ADD tahun 2013-2014, Mujiono Cakades petahana Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan(Sumawe) Kabupaten Malang, bukan berarti dia harus mengundurkan diri sebagai Calon Kepala Desa(Cakades) setempat .

Juma’in, Ketua panitia pelaksana Pilkades Druju menegaskan, berdasarkan Perbub nomor 21 tahun 2019 tentang penyempurnaan Perbub nomor 21 tahun 2018 pasal 13, panitia Pilkades Kecamatan Sumbermanjng Wetan (Sumawe) sudah melaporkan perkembangan Pillades Druju dan hingga saat ini tidak ada surat pengunduran diri.

PANITIA : Juma'in Ketua Panitia Pilkades Druju. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

CAKADES : Mujiono Cakades Druju Dalam Acara Penetapan Nomor Urut. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

Artinya pelaksanaan Pilkades Druju untuk periode 2019-2025 mendatang tetap dilanjutkan.

“Dalam pelaksanaan Pilkades nanti warga tinggal pilih tanda gambar/foto.Sesuai hasil pemenangan undian, HM.Rudi Setiawan duduk dinomor urut 1. Sementara, Mujiono,yang tercatat sebagai Cakades petahana ini duduk di nomor urut 2 Jadi dalam pelaksanaan pesta demokrasi nanti,warga tinggal pilih antara calon nomor urut satu maupun nonor urut dua, ” terang Jumain Senin (10/6/2019) siang tadi.

Ditambahkan, untuk Pilkades Druju hari Minggu (30/6/2019) mendatang bakal berlangsung di lapangan olahraga Dusun Wonorejo desa setempat dengan 9106 DPT.

“Saat ini sudah masuk tahap penetapan DPT, kami tinggal rapat koordinasi pelaksanaan di lapangan, ” ulasnya.

Apapun yang terjadi dilapangan saat ini, pihaknya berharap pelaksanaan Pilkades yang berlangaung serentak di 269 desa nanti berjalan sukses dan pihaknya tetap berjalan sesuai aturan.

Seperti diberitakan sebelumnya,karena diduga selewengkan penggunaan ADD/DD tahun 2013-2014 ketika menjabat Kades Druju, Jumat (24/5/2019) lalu, Mujiono ditangkap Satreskrim Polres Malang.

Kejadian tersebut membuat heboh warga di desa berpenduduk 12 ribu jiwa ini. Itu sebagai bukti keseriusan warga Desa Druju dalam mengungkap dugaan penyelewengan DD maupun ADD yang dilakukan oleh Mujiono yang tercatat selaku Kades Druju ketika itu.

Betapa tidak, setelah melakukan konfirmasi ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang di Kepanjen beberapa waktu lalu, sejumlah warga Desa Druju secara resmi berkirim surat permohonan pada Presiden Indonesia Joko Widodo agar pencairan dana ADD tahun 2018 waktu itu untuk Desa Druju ditangguhkan lebih dulu.

Baca : Warga Druju Sumawe Heboh, Cakades Petahana Ditangkap Polisi

Hal itu berkaitan dengan dugaan tidak transparannya penggunaan dana ADD oleh Kades setempat.

Selain surat ditujukan pada Presiden Jokowi, surat permohonan penangguhana Dana ADD 2018 itu juga ditembuskan langsung kepada Menteri Keuangan RI, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan RI, Gubernur Jawa Timur, Kepala BPKP RI Wilayah Jawa Timur, Bupati Malang, Kapolda Jatim, Kapolres Malang, Ketua DPRD Kabupaten Malang serta Kepala Inspektorat Kabupaten Malang.

Selain penangguhan dana ADD dari Negara,kasus yang lain seperti manipulasi dan pemerasan pada warga dalam pengurusan surat-surat.

Terlebih, bulan Desember 2017 lalu Kades Druju Mujiono terkena OTT dari Tim Saber Pungli Polda Jatim dan sempat menjalani tahanan selama 3 bulan dan tidak terwujudnya fakta fisik pembangunan dana ADD tahun anggaran 2013-2014, termasuk pengelolaan tanah kas desa atau bengkok seluas 5 hektar selama 6 tahun dengan nilai Rp 600 juta, dianggap sebagian warga tidak jelas penggunaannya. (sur/oso)

 

Hukum & Kriminal

Penganiayaan Siswa SMKM 2 Kota Malang, Sang Motivator Ditangkap di Surabaya

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00.

Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan terhadap anak UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini Agus masih terua menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. “Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian ini dan akan menindak pelaku sesuai hukum yang ada.

“Walikota Malang, Bapak Dandim dan semua elemen masyarakat merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan tindakan tegas dalam proses ini, prosedural, profesional dan tasparan,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga pukul 15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 pelajar sudah melapor. Ada 1 yang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberapa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Garong Spesialis Jebol Dinding Rumah Kosong Pakis Ngaku 19 X Aksi

Diterbitkan

||

DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)
DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)

Memontum Malang – Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis.

Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Benar, kami tangkap 2 tersangka dini hari tadi. Barang bukti sejumlah alat elektronik masih kami data dan dalami penyidikan,” ungkap Iptu Sutiyo SH Mhum, Kapolsek Pakis kepada Memontum.com.

Kedua tersangka, tepatnya diringkus petugas Jumat (18/10/2019) pukul 01.30. Tersangka tidak berkutik lantaran saat digeledah kedapatan membawa ponsel hasil curian. Ada pula sebanyak 27 lembar tanda terima gadai barang hasil curian.

Tiga aksi tersangka diakui pernah dilakoni di rumah Surgiyanto (60) warga Perum Asrikaton Indah G10, RT05/ RW09 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Aksi pelaku berlangsung saat Salat Idul Adha, Minggu 11 Agustus 2019 silam dan kisaran 2019.

Kedua tersangka melubangi tembok rumah korban dengan obeng. Di dalamnya, tersangka menjarah 4 buah ponsel dan uang tunai jutaan rupiah.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku menjual gadai barang-barang hasil curiannya. Barang-barang curian itu diterima, sejumlah pegadaian dan warga.

Jadi barang bukti, Dos Book HP Samsung Galaxy A6+, Dos Book HP Oppo A83, Dos Book HP Samsung Galaxy J2 Pro, Dos Book Xiaomi 4X, HP Merk Oppo A83, HP Merk Samsung Galaxy J2 Pro, HP Merk Xiaomi 4X dan sebuah obeng warna merah.

Akibatnya perbuatannya, kata Sutiyo, tersangka diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

Hingga kini, penyidik Polsek Pakis masih mendalami kasus ini dan mendata sejumlah barang bukti. Sementara, hasil pemeriksaan terungkap, tersangka hanya beraksi di wilayah Pakis. (sos)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Diterbitkan

||

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Memontum Malang – Dari 6 pelaku, tiap orang memiliki peran masing-masing. Tersangka Bambang, diduga sebagai perencana penculikan, penyedia sarana mobil, memukul korban, mendorong korban hingga jatuh ke sungai. Bambang juga menyuruh tersangka lain memukuli korban Bangkit.

Pelaku ARP sebagai pengikat korban dan turut memukuli korban. Begitu juga tersangka Krisna. Ia ikut memukul korban sebanyak 3X. Ia kebagian mendapat uang rampasan Rp 200 ribu. Uang itu didapat dari pelaku lain berinisial ARP.

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

Pelaku ARP sendiri merampas harta korban dan membagi hasil rampasan. Pelaku MIR turut menentukan lokasi eksekusi, memukuli korban dan bersama ARP merampas harta korban. Rizaldy sebagai pemukul korban dan menerima uang Rp 200 ribu.

Khusus tersangka RRN, ia sebagai pemberi kabar keberadaan Bangkit pada tersangka Bambang. Ia turut pula mendorong korban masuk ke dalam mobil serta menghalangi korban saat berniat pulang.

BACA : Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, terhadap para pelaku, jeratan pasal yang disangkakan yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP. Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 170 Tentang pengeroyokan dan Pasal 338 Tentang pembunuhan. (sos)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler