Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Kapolresta dan Bupati Sidoarjo Teken MoU soal P4GN Masuk Kurikulum

  • Senin, 13 November 2017 | 15:21
  • / 23 Safar 1439
  • Dibaca : 190 kali
Kapolresta dan Bupati Sidoarjo Teken MoU soal P4GN Masuk Kurikulum
NOTA KESEPAHAMAN: Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah tentang Pencegahan Pemberantasan Penanggulangan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Dimasukkan ke Kurikulum Pelajaran di alun-alun Sidoarjo, Senin (13/11/2017) (wan)

Memontum Sidoarjo-Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah tentang Pencegahan Pemberantasan Penanggulangan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Dimasukkan ke Kurikulum Pelajaran di alun-alun Sidoarjo, Senin (13/11/2017). Acara MoU ini juga didahului dengan upacara yang diikuti kalangan pelajar serta petugas Satuan Reskoba dan Satpol PP Pemkab Sidoarjo.

Dalam MoU itu juga dihadiri Kepala BNN, Kejari, Pengadilan Negeri serta Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sidoarjo.

“MoU ini inisiatif dari Kasat Narkoba (Sugeng Purwanto). Harapannya dengan narkoba masuk kurikulum ada pencegahan sejak dini di kalangan pelajar SMP. Sekaligus agar pelajar tidak terpengaruh narkoba,” terang Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji kepada Memo X, Senin (13/11/2017).

Menurut Himawan dengan P4GN masuk kurikulum pelajaran sekolah maka ada proses pencegahan. Hal ini lanjut Himawan sengaja direalisasikan karena adanya kepedulian dalam pemberantasan narkoba. Apalagi dengan masuknya 1 ton sabu-sabu di Banten. Hal ini menunjukkan Indonesia menjadi pasar bebas narkoba sekaligus ada dugaan agenda tersembunyi dari pihak asing atau negara lain.

“Di Sidoarjo sendiri kasus narkoba trennya selalu meningkat. Pada Tahun 2016 ada 431 kasus, di Tahun 2017 ada 514 kasus dengan jumlah tersangka 588. Itu artinya ada kenaikan 80 persen. Ironisnya 8 diantaranya adalah kalangan pelajar. Di Sidoarjo ini pelajar itu bukan hanya pemakai tapi sudah masuk kelas pengedar,” imbuhnya.

Oleh karena itu, kata Himawan harus dilakukan pencegahan dan penegakan hukum secara komprehensif. Salah satunya melalui sinergi program Polresta dan Pemkab Sidoarjo lewat Dinas Pendidikan Pemkab Sidoarjo saat pencegahan narkoba masuk dalam kurikulum mata pelajaran.

“Untuk tekniknya nanti ditindaklanjuti Kadindik dan Kasat Narkoba. Kami berpesan ke pelajar harus meningkatkan kemampuan belajar yang bisa membanggakan orangtua dan tidak mudah terpengaruhi hal-hal negatif,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengaku mendukung program ini lantaran narkoba menjadi masalah besar negara. Apalagi, saat ini ada sekitar 354 jenis dan masuk ke sejumlah jenis makanan anak-anak.

“Sekarang peredarannya cenderung naik terus. Ada 354 jenis narkoba beredar tapi belum terjangkau aturan hukum oleh masing masing negara. Oleh karenanya, status darurar narkoba ini ancaman nyata bukan isu. Kasus ini

tidak bisa hanya diselesaikan pemerintah saja tapi harus diikuti seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (wan/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional