Connect with us

Jember

Identitas Mayat Penuh Lumpur ditemukan dan di makam Pemdes dan swadaya

Diterbitkan

||

Identitas Mayat Penuh Lumpur ditemukan dan di makam Pemdes dan swadaya

“Pemakaman dilakukan Pemdes dan warga karena keluarga dan saudara dekat tak bertanggungjawab”

 

Memontum Jember – Mayat Mr X yang ditemukan tewas dengan penuh lumpur dan sempat menggemparkan warga sekitar belakang Hotel Bandung Permai kemarin pagi atau Selasa (11/6/2019) pagi, telah ditemukan Identitasnya.

Semasa hidupnya, pria itu sempat pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari perahu saat berada di laut.

 Kondisi mayat Ahmad Surulil Huda di kamar mayat RSD dr Soebandi

Kondisi mayat Ahmad Surulil Huda di kamar mayat RSD dr Soebandi

Menurut Kapolsek Kaliwates Kompol Supadi mengatakan mayat yang ditemukan di persawahan dan tersebut bernama Ahmad Sururil Huda (18) beralamatkan Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember.

“Informasinya, ayahnya sudah meninggal dan ibunya pergi entah kemana. Dia ikut kakeknya yang sudah sepuh, dan sejak satu tahun yang lalu, anak itu meninggalkan rumah kakeknya di Desa Wonoasri, dan semalam sudah dijemput oleh pihak desa dan warga,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Wonoasri Sugeng Priyadi dikonfirmasi memontum.com membenarkan bahwa jasad Ahmad Sururil di jemput oleh pihak Desa dan menyampaikan jika mayat Ahmad sudah dimakamkan tadi malam.

“Memang anak itu mempunyai kelainan Jiwa dan sudah lama meninggalkan rumah, sekitar setahun yang lalu. Informasinya anak itu pulang dari Jayapura, dan dalam perjalanan pulang atau ditengah kapal di atas laut dia juga mau bunuh diri, dan pernah koordinasi dengan saya , lalu bisa diamankan oleh awak kapal tersebut dan di karantina sampai pulang ke Surabaya, akhirnya tiba-tiba sudah ada di Wonoasri lagi,” terangnya.

Tidak hanya itu lanjut Sugeng memang kemarin sempat ada informasi dari Polsek Umbulsari tentang ulah anak itu, dan sudah dia jemput, karena memang keluarganya tidak ada semua sejak dulu.

“Semalam semua saudara dekat dan jauh sudah kumpul di balai desa karena tidak ada yang tanggung jawab, akhirnya Pemerintah desa (Pemdes) memutuskan dan bermusyawarah proses pemakamannya secara swadaya,” tutur Sugeng.

Dirinya mengenali info tersebut, dari wajahnya dari Medsos, tentang kabar meninggalnya. Korban diketahui lama tidak di desanya, terkadang datang dan kadang juga pergi.

“Jadi, sudah tiga kali ini. Pertama mau bunuh diri di kapal perjalanan Jayapura ke Surabaya, kedua pernah diamankan di Polsek Umbulsari dikira mencurigakan dan sebagainya menjelang Pemilu dan terakhir dia meninggal ini. Sedangkan yang kemarin, saya tidak mengetahui secara persis kejadiannya,” tegas Sugeng. (gik/yud/oso)

 

Advertisement

Terpopuler