Connect with us

Hukum & Kriminal

Bocah 6 Tahun Beli Tanah, Abdul Chalim Jadi Tersangka Pemalsuan AJB

Diterbitkan

||

Ashari, agli waris Abdul Rochim. (Ist)

Memontum Kota Malang – Abdullah Chalim alias Abdul Halim, (41) warga Dusun Blambangan, Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kota Malang, akhirnya resmi dijadikan tersangka di Polda Jatim pada 12 Juni 2019. Yakni atas dugaan melakukan tindak pidana pemalsuan surat AJB (Akte Jual Beli) atau menggunakan surat palsu Pasal 263 KUHP.

Terkait penguasaan tanah seluas seluas 3.890 m2 di Desa Krebet, Bululawang milik keluarga alm Abdul Rochim. Halim menguasai tanah milik Abdul Rochim dengan berbekal akte jual beli yang dilakukannya pada umur 6 tahun.

Atas penguasaan tanah tersebut, Chalim mendapat perlawanan dari ahli waris. Salah satunya adalah Ashari (72) warga Krebet, Bululawang. Baik menggugat perdata di PN Panjen dan melapor pidana ke Polda Jatim.

Dalam gugatan itu akhirnya dimenangkan oleh ahli waris. Majelis hakim yang diketuai Hendry Argatama, SH, SFil, MH menyatakan jual beli berikut akta jual beli No 40, antara Abdul Rochim dengan Chalim, mengandung perbuatan melawan hukum. Salah satu alasannya, saat menandatangani akta jual beli ini, Chalim masih berusia 6 tahun. Majelis hakim.juga memerintahkan Chalim untuk mengembalikan tanah tersebut kepada ahli waris Abdul Rochim.

MS Alhaidary SH MH, kuasa hukum ahli waris mengatakan bahwa dalam gugatannya di PN Panjen sudah dimenangkan ahli waris.

“Baik di PN Panjen maupun ditingkat PT, dimenangkan ahli waris. Saat ini Chalim juga sudah dijadikan tersangka di Polda Jatim,” ujar MS Alhaidary, Senin (17/6/2019) siang.

Diceritakan oleh MS Alhaidary bahwa Almarhum Abdul Rochim memiliki tanah di Desa Krebet, Bululawang, Kabupaten Malang seluas 3980 meter persegi letter C no 83 percil 100 kelas S2.

“Semasa Abdul Rohim hidup, tanah miliknya ini disewakan secara berkala kepada KH Alwi Almurtadlo, Pengasuh Pesantren Al Ihsani 2 Krebet. Tetapi setiap habis masa sewa tanah itu tetap dikuasai KH Alwi,” ujar MS Alhaidary.

Setiap Abdul Rochim meminta tanahnya, namun tanah tersebut tidak dikembalikan. “Setiap kali ditanya tidak dikembalikan sampai Abdul Rohim stres/ gila. Pada Tahun 1982, dia sudah gila dan meninggal Tahun 1997. Abdul Rohim tidak punya anak, namun punya ahli waris,” ujar MS Alhaidary.

Pada Tahun 2015, para ahli waris akhirnya mengetahui kalau tanah peninggalan Abdul Rochim dikuasai oleh Abdul Halim.

‘”Tahu tahu diketahui ahli waris pada Tahun 2015 muncul akte jual beli atas nama abdullah Halim anak dari KH Alwi. Akte jual beli antara Abdulah Halim dengan Abdul Rochim. Akte jual beli no 40/ Hm/IX/1982 16 sep 1982. Anehnya jual beli itu berlangsung pada 16 September 1982, saat Halim masih berumur 6 tahun. Sedangkan Abdul Rochim selaku pemilik tanah saat itu mengalami sakit ingatan atau gila. Atas dasar itulah ahli waris dari Abdul Rochim mengajukan gugatan ke PN Kepanjen pada 2 Agustus 2017 dan diputus pada Rabu (29/11/2017) siang,” ujar MS Alhaidary.

Dalam putusan itu, majelis hakim memutus bahwa akte jual beli itu cacat dan dibatalkan. “Putusannya gugatan dikabulkan. Jual beli dan berikut akte jual beli No 40, antara Abdul Rochim dengan Abdullah Chalim alias Abdul Halim dinyatakan cacat dan dibatalkan oleh hakim. Abdul Halim dinyatakan terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. Majelis hakim juga memerintahkan Abdul Halim menyerahkan tanah itu kepada ahli waris Abdul Rochim,” ujar Alhaidary. (gie/yan)

 

Hukum & Kriminal

Penganiayaan Siswa SMKM 2 Kota Malang, Sang Motivator Ditangkap di Surabaya

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00.

Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan terhadap anak UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini Agus masih terua menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. “Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian ini dan akan menindak pelaku sesuai hukum yang ada.

“Walikota Malang, Bapak Dandim dan semua elemen masyarakat merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan tindakan tegas dalam proses ini, prosedural, profesional dan tasparan,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga pukul 15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 pelajar sudah melapor. Ada 1 yang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberapa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Garong Spesialis Jebol Dinding Rumah Kosong Pakis Ngaku 19 X Aksi

Diterbitkan

||

DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)
DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)

Memontum Malang – Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis.

Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Benar, kami tangkap 2 tersangka dini hari tadi. Barang bukti sejumlah alat elektronik masih kami data dan dalami penyidikan,” ungkap Iptu Sutiyo SH Mhum, Kapolsek Pakis kepada Memontum.com.

Kedua tersangka, tepatnya diringkus petugas Jumat (18/10/2019) pukul 01.30. Tersangka tidak berkutik lantaran saat digeledah kedapatan membawa ponsel hasil curian. Ada pula sebanyak 27 lembar tanda terima gadai barang hasil curian.

Tiga aksi tersangka diakui pernah dilakoni di rumah Surgiyanto (60) warga Perum Asrikaton Indah G10, RT05/ RW09 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Aksi pelaku berlangsung saat Salat Idul Adha, Minggu 11 Agustus 2019 silam dan kisaran 2019.

Kedua tersangka melubangi tembok rumah korban dengan obeng. Di dalamnya, tersangka menjarah 4 buah ponsel dan uang tunai jutaan rupiah.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku menjual gadai barang-barang hasil curiannya. Barang-barang curian itu diterima, sejumlah pegadaian dan warga.

Jadi barang bukti, Dos Book HP Samsung Galaxy A6+, Dos Book HP Oppo A83, Dos Book HP Samsung Galaxy J2 Pro, Dos Book Xiaomi 4X, HP Merk Oppo A83, HP Merk Samsung Galaxy J2 Pro, HP Merk Xiaomi 4X dan sebuah obeng warna merah.

Akibatnya perbuatannya, kata Sutiyo, tersangka diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

Hingga kini, penyidik Polsek Pakis masih mendalami kasus ini dan mendata sejumlah barang bukti. Sementara, hasil pemeriksaan terungkap, tersangka hanya beraksi di wilayah Pakis. (sos)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Diterbitkan

||

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Memontum Malang – Dari 6 pelaku, tiap orang memiliki peran masing-masing. Tersangka Bambang, diduga sebagai perencana penculikan, penyedia sarana mobil, memukul korban, mendorong korban hingga jatuh ke sungai. Bambang juga menyuruh tersangka lain memukuli korban Bangkit.

Pelaku ARP sebagai pengikat korban dan turut memukuli korban. Begitu juga tersangka Krisna. Ia ikut memukul korban sebanyak 3X. Ia kebagian mendapat uang rampasan Rp 200 ribu. Uang itu didapat dari pelaku lain berinisial ARP.

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

Pelaku ARP sendiri merampas harta korban dan membagi hasil rampasan. Pelaku MIR turut menentukan lokasi eksekusi, memukuli korban dan bersama ARP merampas harta korban. Rizaldy sebagai pemukul korban dan menerima uang Rp 200 ribu.

Khusus tersangka RRN, ia sebagai pemberi kabar keberadaan Bangkit pada tersangka Bambang. Ia turut pula mendorong korban masuk ke dalam mobil serta menghalangi korban saat berniat pulang.

BACA : Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, terhadap para pelaku, jeratan pasal yang disangkakan yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP. Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 170 Tentang pengeroyokan dan Pasal 338 Tentang pembunuhan. (sos)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler