Connect with us

Hukum & Kriminal

Guru SMAN 1 Leces Dibunuh Rampok di Rumahnya

Diterbitkan

||

proses evakuasi oleh tim foresik polresta probolinggo (pix)

Memontum Probllinggo – Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMAN 1 Leces, Endang Sukeni (51) warga Jl Anggur, RT 1/RW 1, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ditemukan terkapar di kamar rumahnya. Senin (17/6/2019) siang. Dari ditemukannya korban tersebut, dugaan sementara korban dibunuh. Untuk memastikan motif pembunuhannya, pihak kepolisan masih melakukan pemeriksaan saksi yang ada di TKP.

“Korban ditemukan jam 10:30 WIB. Kami masih dalami kasus ini,” jelas Kapolsek Wonoasih, Polres Probolinggo Kota, Kompol Sukatno, di TKP.

Foto korban semasa hidup(istimewa)

Foto korban semasa hidup (istimewa)

Dari hasil olah TKP sementara, Sukatno menambahkan bahwa tas dan ponsel milik korban hilang.

“Ya tas dan HP milik korban hilang,” tambahnya Sukatno.

Menindak lanjuti kasus tersebut, sejumlah orang termasuk kerabat korban dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Memang terlihat ada tanda bekas cekikan, tapi sekali lagi untuk mendalami apakah itu benar cekikan atau bukan, masih kita lakukan visum,” jelas Sukatno lagi.

Seperti ysng dikatakan Tomi Ramadani (25), orang yang pertama kali menemukan korban tewas di dalam kamar rumahnya. Bahwa dia di mintai tolong oleh anak korban melalui telepon selulernya.

“Saat awal saya melihat, korban berdarah dihidung. Sedang wajahnya terdapat lebam, saya diminta tolong oleh anak korban yang madih teman saya,” terang Tomi.

Tomi juga menjelaskan sebelumnya mendapat telepon dari Hendra, (28), anak kedua korban, yang juga mengajar di SMA N 1 Dringu, itu menelpon dan memintanya mencari ibunya, yang sampai jam 09:00 WIB, dikabarkan belum juga masuk kerja.

“Pas di depan rumah korban saya memanggil dan tidak ada jawaban. Saya terus masuk karena pintu dengan keadaan terbuka, lalu mengintip kamar Bu Endang. Disitu baru saya tahu dia meninggal,” tambahnya.

Sementara Hendra, (28), anak korban, di tempat terpisah menyatakan, mengetahui ibunya belum masuk kantor hingga jam 09:00 WIB, setelah ditelepon rekan kerja ibunya.

“Saya di kantor. Karena ada trlpon dari teman ibu saya, jadi saya hubungi Tomi, untuk melihat di rumah,” singkat Hendra. (Pix/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Terpopuler