Connect with us

Hukum & Kriminal

FPN Laporkan Oknum Pejabat Dindik Kabupaten Malang Ke Polres Malang

Diterbitkan

||

FPN : Zulham Akhmad Mubarrok Presidium FPN Malang Raya. (ist)

Terkait Dugaan Penggelapan Beras Zakat Fitrah

 

Memontum Malang – Forum Pemuda Nahdliyin (FPN) Malang Raya melaporkan oknum Kabid SD Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang ke Polres Malang Jumat (21/6/2019) kemarin.

Seperti tertera dari bagian laporan yang ditujukan langsung kepada Kasat Reskrim Polres Malang ini,beras tersebut diberikan oleh oknum Kabid SD Dindik Kabupaten Malang ini kapada Agus Harianto salah satu Calon Kepala Desa (Cakades) Talok Kecamatan Turen yang diketahui saudara kandung mereka.

Selanjutnya oleh Agus diserahkan kepada AR Kepala MI Raudlatul Falah Desa Talok untuk pembangunan lembaga pendidikan setempat.

Namun belakangan warga curiga,karena pada karung beras itu, tertera nama beberapa Sekolah Dasar dari beberapa wilayah Kabupaten Malang. Seperti, SDN3 Karang Duren Pakisaji, SDN3 Bedali Sudo Lawang, SDN1 Plaosan Ngajum dan SDN2 Kebobang Wonosari.

“Info dari warga ada yang mengaku mengetahui jika beras yang dibagikan itu berasal dari Zakat fitrah. Dan yang besangkutan siap bersaksi di depan hukum, maka saya menugaskan anggota kami untuk menyerahkan kepada pihak berwajib,’’ tulis Presidium FPN Malang Raya, Zulham Akhmad Mubarrok melalui sambungan Whats Appnya Minggu (23/6/2019) siang.

Dikatakan, FPN dalam laporannya juga menyertakan sejumlah barang bukti yang dikumpulkan secara kolektif dari warga sekitar. Barang bukti tersebut sekaligus diserahkan kepada kepolisian agar segera ditindaklanjuti secara hukum.

Tambah sekretaris PC LTN NU Kabupaten Malang itu, pihaknya berharap ada fakta yang terkuak dari banyaknya informasi yang telah dilaporkannya ke kepolisian.

’’Sebagai gerakan yang juga berbasis keagamaan, FPN sangat berkepentingan agar informasi ini ditindak dengan seksama karena ini beras Zakat, jika dugaan itu betul maka perlu ada evaluasi menyeluruh dalam distribusi zakat fitrah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang,’’ ujar sosok sekaligus tokoh pemuda ini.

Juga dijelaskan, kejanggalan tata kelola zakat fitrah di Dindik Kabupaten Malang bukan kali ini saja memicu konflik. Pada tahun 2017 silam, kebijakan Dindik Kabupaten Malang terkait zakat sempat menuai protes berbagai kalangan. Ketika itu beredar surat Nomor 420.35.07.101/2017 ditanda tangani Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Slamet Suyono meminta kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh kecamatan se- Kabupaten Malang untuk pengumpulan zakat fitrah demi menumbuhkan simpati kepada warga tidak mampu.

Dalam salah satu poin surat itu beras Zakat Fitrah sedianya akan dikumpulkan oleh organisasi Kawula Muda Bersatu Kabupaten Malang yang dipimpin Slamet Suyono. Setelah menuai protes dari berbagai kalangan, akhirnya surat edaran tersebut ditarik dan rencana pengumpulan beras zakat dibatalkan.

Sementara itu, Fahmi Aziz,Direktur Pengaduan Masyarakat mengatakan, sebelum melaporkan ke kepolisian, tim FPN telah turun ke lapangan dan melakukan sejumlah pengumpulan fakta dan wawancara. Dalam prosesnya didapati bahwa salah satu kandidat kepala desa Talok yang diduga mendistribusikan beras tersebut ternyata saudara kandung dari salah satu pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Guna mengantisipasi konflik di Desa Talok, FPN meredam warga dan meminta agar kepolisian mengusut tuntas temuan warga tersebut.

’’Langkah ini untuk menengahi sebelum muncul asumsi dan berbagai info yang bisa memicu konflik horisontal terutama antara pendukung calon kepala desa dan antarwarga,’’ ujar Fahmi. (Sur/oso)

 

Hukum & Kriminal

Penganiayaan Siswa SMKM 2 Kota Malang, Sang Motivator Ditangkap di Surabaya

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00.

Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan terhadap anak UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini Agus masih terua menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. “Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian ini dan akan menindak pelaku sesuai hukum yang ada.

“Walikota Malang, Bapak Dandim dan semua elemen masyarakat merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan tindakan tegas dalam proses ini, prosedural, profesional dan tasparan,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga pukul 15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 pelajar sudah melapor. Ada 1 yang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberapa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Garong Spesialis Jebol Dinding Rumah Kosong Pakis Ngaku 19 X Aksi

Diterbitkan

||

DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)
DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)

Memontum Malang – Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis.

Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Benar, kami tangkap 2 tersangka dini hari tadi. Barang bukti sejumlah alat elektronik masih kami data dan dalami penyidikan,” ungkap Iptu Sutiyo SH Mhum, Kapolsek Pakis kepada Memontum.com.

Kedua tersangka, tepatnya diringkus petugas Jumat (18/10/2019) pukul 01.30. Tersangka tidak berkutik lantaran saat digeledah kedapatan membawa ponsel hasil curian. Ada pula sebanyak 27 lembar tanda terima gadai barang hasil curian.

Tiga aksi tersangka diakui pernah dilakoni di rumah Surgiyanto (60) warga Perum Asrikaton Indah G10, RT05/ RW09 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Aksi pelaku berlangsung saat Salat Idul Adha, Minggu 11 Agustus 2019 silam dan kisaran 2019.

Kedua tersangka melubangi tembok rumah korban dengan obeng. Di dalamnya, tersangka menjarah 4 buah ponsel dan uang tunai jutaan rupiah.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku menjual gadai barang-barang hasil curiannya. Barang-barang curian itu diterima, sejumlah pegadaian dan warga.

Jadi barang bukti, Dos Book HP Samsung Galaxy A6+, Dos Book HP Oppo A83, Dos Book HP Samsung Galaxy J2 Pro, Dos Book Xiaomi 4X, HP Merk Oppo A83, HP Merk Samsung Galaxy J2 Pro, HP Merk Xiaomi 4X dan sebuah obeng warna merah.

Akibatnya perbuatannya, kata Sutiyo, tersangka diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

Hingga kini, penyidik Polsek Pakis masih mendalami kasus ini dan mendata sejumlah barang bukti. Sementara, hasil pemeriksaan terungkap, tersangka hanya beraksi di wilayah Pakis. (sos)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Diterbitkan

||

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Memontum Malang – Dari 6 pelaku, tiap orang memiliki peran masing-masing. Tersangka Bambang, diduga sebagai perencana penculikan, penyedia sarana mobil, memukul korban, mendorong korban hingga jatuh ke sungai. Bambang juga menyuruh tersangka lain memukuli korban Bangkit.

Pelaku ARP sebagai pengikat korban dan turut memukuli korban. Begitu juga tersangka Krisna. Ia ikut memukul korban sebanyak 3X. Ia kebagian mendapat uang rampasan Rp 200 ribu. Uang itu didapat dari pelaku lain berinisial ARP.

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

Pelaku ARP sendiri merampas harta korban dan membagi hasil rampasan. Pelaku MIR turut menentukan lokasi eksekusi, memukuli korban dan bersama ARP merampas harta korban. Rizaldy sebagai pemukul korban dan menerima uang Rp 200 ribu.

Khusus tersangka RRN, ia sebagai pemberi kabar keberadaan Bangkit pada tersangka Bambang. Ia turut pula mendorong korban masuk ke dalam mobil serta menghalangi korban saat berniat pulang.

BACA : Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, terhadap para pelaku, jeratan pasal yang disangkakan yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP. Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 170 Tentang pengeroyokan dan Pasal 338 Tentang pembunuhan. (sos)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler