Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Berebut Cewek, Siswa SMP Dikeroyok 6 Kakak Kelas

  • Minggu, 23 Juni 2019 | 18:45
  • / 19 Syawal 1440
  • Dibaca : 19 kali
Berebut Cewek,  Siswa SMP Dikeroyok 6 Kakak Kelas
SEMOGA TAK BERULANG : Gara-gara rebutan cewek. (ilustrasi)

Memontum Jember – Bocah berinisial AO siswa kelas 6 salah satu SMP swasta di Jember, dikeroyok 6 kakak kelasnya, hingga dilarikan ke puskesmas, akibat luka di kepala.

Diduga, hanya gara gara saling berebut perempuan (pacar) Dua siswa, Jumat (21/6/19) siang, saling baku hantam hingga terjadi pengeroyokan di lingkungan sekolah pada saat jam istirahat, diketahui keduanya sebut saja Bimbo kelas 7 selaku korban)
dan Jumbo, dibantu bersama rekan rekan kelas 8.

Menurut keterangan dari sumber yang terpercaya mengungkapkan, jika insiden perkelahian terjadi pada saat jam istirahat sekolah yang berawal rasa cemburu pelaku lantaran korban merebut perempuan yang dianggap Jumbo sebagai kekasih. Infomasi yang digali, korban dikeroyok 6 siswa.

Akibatnya korban terluka cukup parah di bagian kepala (pendarahan) dan luka memar pada kening dan leher. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk menjalani perawatan medis.

Diketahui, Jumbo yang diketahui siswa kelas 8 di sekolah yang sama, usai insiden langsung di amankan petugas Mapolsek Gumukmas bersama beberapa orang temannya yang diduga ikut melakukan pemukulan terhadap korban.

Sementara itu, Kepala Sekolah setempat dikonfirmasi Memontum.com (Memo X group) melalui via pesan WhatsApp pada nomernya terkait insiden perkelahian siswanya di lingkungan sekolah terkesan menutup-nutupi, namun ia membenarkan terjadinya insiden tersebut, menurutnya kini antara pelaku dan korban sudah ada kesepakatan damai dan di anggap sudah selesai.

“Maaf… Utk siswa kami sudah cler ndak ada masalah… selesai… Sedang anak luar bukan urusan sekolah…itu urusan polisi polsek Gumukmas,’ jawab Wahid pada WhatsApp nya.

Namun Wahid berkelit saat di tanyakan identitas pelaku,dia menyebutkan pelaku sudah bukan siswa di sekolah yang dia pimpin,” Ya pak pelaku uda tidak sekolah,” lanjut Wahid.

Saat di tanyakan kronologi peristiwa ini, Kembali Wahid berkelit selain itu dia tidak mengakui ada insiden perkelahian di lingkungan sekolah. “Maaf… Pak konfirmasi aja ke Polsek,” jawabnya. (rir/yud/oso)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional