Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Janda 6 Anak Tewas Mengapung

  • Selasa, 25 Juni 2019 | 17:04
  • / 21 Syawal 1440
  • Dibaca : 64 kali
Janda 6 Anak Tewas Mengapung
EVAKUASI : Kondisi Korban saat mengapung di Air di DAM aliran sungai Bondoyudo di dusun Semboro lor desa Semboro. (ist)

Memontum Jember – Penemuan mayat seorang wanita dengan memakai Kaos warna hitam dan celana pendek ( legging red biasa orang orang menyebutnya) yang mengapung di DAM aliran sungai Bondoyudo yang terletak di Dusun Semboro Lor, Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember akhirnya terungkap.

Sosok mayat perempuan itu diketahui bernama Sri wasih (55) yang bertempat tinggal di Dusun Curah bamban, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, ditemukan warga yang sedang melintas, pada Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 10.15.

MENGAMBANG : Kondisi korban di lokasi. (ist)

MENGAMBANG : Kondisi korban di lokasi. (ist)

Menurut Kapolsek Tanggul Ajun Komisaris Polisi Hardjianto, janda beranak Enam ini di temukan tewas mengapung di atas Air dengan keberadaan luka memar di beberapa wajah dan sudah tidak bernyawa (meninggal) dengan sepeda motor merk honda beat berwarna hitam.

“Hasil pemeriksaan dan olah TKP ditemukan luka memar di bagian pelipis sebelah kanan dan kiri, pipi depan sebelah kanan dan kiri dan hidung, mulut mengalami luka lebam serta di hidung mengeluarkan darah, seperti bekas tonjokan,” ujarnya.

Sedangkan pada tubuh korban sambung Kapolsek berpangkat balok 3 di pundaknya ini tidak ditemukan tanda-tanda bekas aniaya.

Hardjito menyampaikan, korban adalah seorang janda beranak 6 dengan 2 suami ( 2 anak dari suami pertama dan 4 anak dari suami kedua ). Selama ini korban tinggal dengan 2 orang anaknya dari suami kedua.

“Suami pertama pisah cerai dan Suami kedua meninggal dunia, dan Korban tinggal bersama 2 anak dari Suami nomer 2 di desa Tanggul wetan yakni Fendri prasetyo dan Siti Musrifa yang saat ini masih duduk di bangku SMP, ” jelas Hardjiato.

Lebih lanjut Hardjito menerangkan, dari hasil Introgasi Anaknya yang kumpul satu rumah dengan korban, bernama Fedri Prasetiyo yang sudah berusia 28 tahun, korban keluar dari rumah sejak hari Senin (24/6/2019) sekitar pukul 18.00 dan sampai pagi belum pulang.

Saat ini korban sementara dirawat di ruang Mayat Puskesmas Tanggul, karena pihak keluarga keberatan untuk dilakukan otopsi. Jenazah sempat dibawa ke RS Soebandi Jember. Selanjutnya korban akan pulang ke rumah duka.

Barang bukti milik korban yang diamankan polisi dari TKP yakni 1 unit sepeda Motor Honda Beat warna hitam bernopol P 5996 NZ, sepasang sandal wanita, tali ikat Rambut hitam, sebuah Gunting (dalam jok sepeda motor) dan handuk kecil.

“Untuk penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan Polsek Tanggul, ” pungkasnya.

Diketahui anak korban (Sri wasih) antara lain, dari suami kesatu, Rudi Hartono (38) seorang sekuriti BPN, yang berada di Jalan Mangga Dusun Krajan Desa Tanggul Wetan dan Riki Ismail (35) yang bertempat tinggal di Dusun Curahbamban, Desa Tanggul Wetan.

Sedangkan dari suami kedua, bernama Fendri Prasetyo (28) dan Siti Musrifa yang berkumpul bersama Ibunya di Dusun Curahbamban, Desa Tanggul Wetan dan Refi Dwo Jayanti (25) yang sekarang berada di Kabupaten Lumajang ( ikut suami ) serta Risma Ayu Lestari (23) yang tinggal bersama Suami di Dusun Pringgowirawan Kecamatan Sumberbaru. (yud/oso)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional