Connect with us

Jember

Janda 6 Anak Tewas Mengapung

Diterbitkan

||

EVAKUASI : Kondisi Korban saat mengapung di Air di DAM aliran sungai Bondoyudo di dusun Semboro lor desa Semboro. (ist)

Memontum Jember – Penemuan mayat seorang wanita dengan memakai Kaos warna hitam dan celana pendek ( legging red biasa orang orang menyebutnya) yang mengapung di DAM aliran sungai Bondoyudo yang terletak di Dusun Semboro Lor, Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember akhirnya terungkap.

Sosok mayat perempuan itu diketahui bernama Sri wasih (55) yang bertempat tinggal di Dusun Curah bamban, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, ditemukan warga yang sedang melintas, pada Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 10.15.

MENGAMBANG : Kondisi korban di lokasi. (ist)

MENGAMBANG : Kondisi korban di lokasi. (ist)

Menurut Kapolsek Tanggul Ajun Komisaris Polisi Hardjianto, janda beranak Enam ini di temukan tewas mengapung di atas Air dengan keberadaan luka memar di beberapa wajah dan sudah tidak bernyawa (meninggal) dengan sepeda motor merk honda beat berwarna hitam.

“Hasil pemeriksaan dan olah TKP ditemukan luka memar di bagian pelipis sebelah kanan dan kiri, pipi depan sebelah kanan dan kiri dan hidung, mulut mengalami luka lebam serta di hidung mengeluarkan darah, seperti bekas tonjokan,” ujarnya.

Sedangkan pada tubuh korban sambung Kapolsek berpangkat balok 3 di pundaknya ini tidak ditemukan tanda-tanda bekas aniaya.

Hardjito menyampaikan, korban adalah seorang janda beranak 6 dengan 2 suami ( 2 anak dari suami pertama dan 4 anak dari suami kedua ). Selama ini korban tinggal dengan 2 orang anaknya dari suami kedua.

“Suami pertama pisah cerai dan Suami kedua meninggal dunia, dan Korban tinggal bersama 2 anak dari Suami nomer 2 di desa Tanggul wetan yakni Fendri prasetyo dan Siti Musrifa yang saat ini masih duduk di bangku SMP, ” jelas Hardjiato.

Lebih lanjut Hardjito menerangkan, dari hasil Introgasi Anaknya yang kumpul satu rumah dengan korban, bernama Fedri Prasetiyo yang sudah berusia 28 tahun, korban keluar dari rumah sejak hari Senin (24/6/2019) sekitar pukul 18.00 dan sampai pagi belum pulang.

Saat ini korban sementara dirawat di ruang Mayat Puskesmas Tanggul, karena pihak keluarga keberatan untuk dilakukan otopsi. Jenazah sempat dibawa ke RS Soebandi Jember. Selanjutnya korban akan pulang ke rumah duka.

Barang bukti milik korban yang diamankan polisi dari TKP yakni 1 unit sepeda Motor Honda Beat warna hitam bernopol P 5996 NZ, sepasang sandal wanita, tali ikat Rambut hitam, sebuah Gunting (dalam jok sepeda motor) dan handuk kecil.

“Untuk penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan Polsek Tanggul, ” pungkasnya.

Diketahui anak korban (Sri wasih) antara lain, dari suami kesatu, Rudi Hartono (38) seorang sekuriti BPN, yang berada di Jalan Mangga Dusun Krajan Desa Tanggul Wetan dan Riki Ismail (35) yang bertempat tinggal di Dusun Curahbamban, Desa Tanggul Wetan.

Sedangkan dari suami kedua, bernama Fendri Prasetyo (28) dan Siti Musrifa yang berkumpul bersama Ibunya di Dusun Curahbamban, Desa Tanggul Wetan dan Refi Dwo Jayanti (25) yang sekarang berada di Kabupaten Lumajang ( ikut suami ) serta Risma Ayu Lestari (23) yang tinggal bersama Suami di Dusun Pringgowirawan Kecamatan Sumberbaru. (yud/oso)

 

Hukum & Kriminal

Rampok Jember Gasak Rp 77 Juta, Ogah Motor Ban Kempes

Diterbitkan

||

Agus (berjaket hitam) didampingi istri saat melapor. (rir)

Jember, Memontum – Belum tuntas terungkap kasus pencurian sapi yang tidak terungkap di kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, wilayah selatan kabupaten Jember justru terjadi perampokan.

Seperti musibah dialami keluarga Agus (28) warga Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Ia dan istrinya Titik Nurmayanti (22), menjadi korban perampokan.

Rabu (25/9/2019) sekitar pukul 00.30, korban harus merelakan perhiasan dan uang Rp 77 juta rupiah dengan rincian, uang Rp 52 juta, 3 HP dan sepeda motor.

Menurut Agus kejadian perampokan ini terjadi, saat bersama istrinya baru saja terlelap tidur. Tak berselang lama ada beberapa orang membangunkan korban sambil menudingkan clurit ke arah lehernya dan memaksa menyerahkan seluruh uang dan melepaskan kalung milik istrinya serta barang berharga miliknya.

“Kejadian sekitar pukul 12.30. Awalnya aku tidur namun tak lama kemudian ada yang bangunin sambil mengancam pakai celurit dan meminta kalung yang dipakai istri. Suruh lepas, sementara temannya (perampok) yang lain masuk ke kamar mencari uang,” ucap Agus didampingi istri di Mapolsek Gumukmas.

Sambil mengacungkan sebilah celurit sambung Agus, pelaku mengancam akan membacok dirinya dan istri kalau melakukan perlawanan.

“Saya diamkan, saya mikir kasihan sama istri juga,” sambung Agus.

Agus mengungkapkan bahwa pelaku perampokan ini berjumlah 3 orang, masing -masing memiliki peran dan tugas yang berbeda, satu pelaku bertugas melakukan pengancaman agar tidak melawan, sedangkan yang lainnya mencari uang dan barang berharga sambil mengobrak-abrik tempat tidur dan lemari.

“Beruntung dalam musibah ini saya dan istri saya tidak di apa apain, karena memang saya tidak melakukan perlawanan, 1 motor yang di ambil sementara 1, satunya ditinggal, karena ban kempes,” terangnya.

Usai melakukan aksinya, kata Agus, pelaku langsung kabur keluar melewati pintu samping, kemudian paginya dia melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Gumukmas.

“Saya mengharapkan kepada aparat untuk bisa menuntaskan semuanya dan mengungkap siapa pelakunya ,agar ke depan memberikan aman bagi masyarakat,” ungkap Agus.

Sementara kanit reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Gumukmas Aiptu Amin Sahrir, saat hendak dikonfirmasi terkait kejadian itu sedang tidak berada di tempat. (rir/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Buronan Maling Dibekuk Polisi Sukorambi

Diterbitkan

||

Tersangka berhasil diamankan di Mapolsek Sukorambi. (ist)

Jember, Memontum – Dihar (53) warga Dusun Gebang, Desa/Kecamatan Panti, Kabupaten Jember berstatus buronan akhirnya ditangkap unit Reskrim Reserse Kriminal Polsek Sukorambi. Tersangka Dihar, Selasa (17/9/2019) sekitar pukul 18.00, di rumah tinggalnya.

Tersangka, sempat menghilang usai beraksi di rumah kontrakan Joni Budi Utomo (49) yang terletak di Jalan Brawijaya No. 25 Dusun Krajan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, pada hari Kamis 17 mei 2018 silam.

Menurut Kapolsek Sukorambi AKP Ribut Budiono, barang yang dicuri berupa TV 21” warna hitam, 1 set Speaker aktiv besar warna hitam, 12 buah kaos persid Jember warna putih, 15 buah Jaket IWJ putih kombinasi hitam, 1 buah kaos IWJ warna hitam, 2 buah tabung gas warna hijau dan 1 buah kompor gas

Korban mengetahuinya sekitar pada pukul 06.00, pelaku masuk rumah dengan cara memanjat atau melompat pagar tembok, ” Kata Ribut, Rabu (18/9/2019) siang.

Setelah berhasil mengambil barang tersebut sambung Ribut, pelaku keluar melalui pintu dapur dengan cara merusak pintu dapur.

“Saat itu Korban langsung melaporkan ke Polsek Sukorambi, ” sambungnya.

Menerima laporan tersebut, unit Reskrim Polsek Sukorambi membuat dan melaksanakan Renlidik dan pelaku diketahui tersangka berada di wilayah hukum Polsek Panti.

“Anggota bersama unit Reskrim Polsek Panti melakukan penangkapan terhadap tersangka, untuk saat ini tersangka kita amankan di Mapolsek Sukorambi, untuk tersangka kami dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3e, 5e KUHP tentang pencurian,”pungkasnya. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pura-Pura Beli, Curi Uang Kotak Amal Rumah Makan

Diterbitkan

||

Adam Cahyo Rosyadi (kaos kuning) saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sumbersari

Jember, Memontum – Adam Cahyo Rosyadi (29) warga Jalan Belimbing, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang seorang pelaku pencurian kotak amal Panti Asuhan di rumah makan (RM) Jowo Trisno yang terletak di Jalan Kalimantan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, ditangkap Polisi setelah aksinya di ketahui penjaga RM.

Kapolsek Sumbersari Kompol Faruk Kamil diwawancarai Memontum.com di kantornya mengatakan tersangka diketahui melakukan aksinya sekitar pukul 13.30, Minggu (15/9/2019), dalam menjalankan aksinya, tersangka berpura-pura sebagai pembeli di RM yang terdapat 2 kotak amal.

”Tersangka berpura-pura memesan kopi (wedang ; red Jawa), Dengan beralasan tempat duduk sempit, tersangka memindahkan 2 kotak amal dari depan ke belakang,” ujar Kapolsek Sumbersari yang akrabnya disapa Faruk, Senin (16/9/2019) siang.

Setelah berada di dekatnya dan situasi dirasa aman lanjut Faruk, tersangka mengambil 2 kotak amal yang terbuat dari kaca dan membongkarnya namun aksinya dipergoki oleh karyawan.

“Karena terlihat tersangka menutupi dengan koran, setelah sebelumnya tersangka mengambil uang yang ada di dalam kotak memasukkan ke saku celana dan keluar dengan alasan mau tukar uang,” ungkap Faruk.

Curiga dengan gelagat Tersangka sambung Faruk, penjaga RM langsung melakukan penggeladahan badan terhadap tersangka dan kecurigaan penjaga RM ternyata benar, disaku tersangka di temukan sejumlah tunai sejumlah 200 ribu, sedangkan kotak amal diketahui kosong dan kondisinya sudah terbuka.

“Belum sempat tersangka kabur, tersangka langsung diamankan berikut barang buktinya, uang tunai Rp.200 ribu, 1 buah tas merk Yinqishi warna coklat, 2 kotak amal panti asuhan dan 1 unit kendaraan sepeda motor Honda Beat, untuk tersangka kita jerat pasal 363 ayat (1), ke 3,5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ” pungkas Faruk. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler