Connect with us

Hukum & Kriminal

Kades Gunung Eleh Pastikan Dwi Retno Mantan Mucikari Bukan Warganya

Diterbitkan

||

Kades Gunung Eleh Pastikan Dwi Retno Mantan Mucikari Bukan Warganya

Memontum Sampang – Terungkapnya Aksi Penipuan yang dilakukan oleh Dwi Retno (56) Mantan Mucikari terhadap beberapa korban hingga berujung penangkapan dikabupaten lumajang pada 26 Juni 2019.

Retno yang mengaku sebagai Warga Desa Gunung Eleh, Kecamatam Kedungdung Kabupaten Sampang dipastikan bukan warga desa Gunung eleh.

Pasalnya, saat ini, Kamis 27 juni 2019, Kepala Desa Gunung Eleh Ahmad Mohtadin, Sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sampang, bahwa Mantan mucikari tersebut bukan warganya.

Kami selaku Kepala Desa mengetahui hingga ke akar – akarnya siapa saja warga kami, bahkan dari face mukanya dia bukan warga kami,”Terang Ahmad Mohtadin, memberikan klarifikasinya.

Lebih Lanjut Ahmad menegaskan, dirinya tidak mengenali dwi retno selama menjabat sebagai kepala desa, bahkan nama orang tua yang diakuinya juga tidak ada di data warga desanya.

“Sudah kami lakukan croscek dari kemarin, 26 juni 2019, baik di data yang ada di desa dan kecamatan, mulai th 2006 sampai 2019 tidak ada yang namanya Dwi Retno, juga dari kepala dusun tidak ada yg tau,”Tegas Ahmad

masih menurut Ahmad, sampai saat ini, pihaknya terus melakukan kroscek data warga lebih teliti lagi untuk mengetahui kejelasan identitas dwi retno baik dari desa maupun kecamatan. Namun, ahmad sangat meyakini mantan mucikari tersebut bukan warganya.

“Saya sangat yakin dwi retno bukan warga saya,”Imbuhnya.

Sekedar diketahui, Saat ini mantan mucikari tersebut harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Leces dan meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Leces, Polres Probolinggo.

Sebelum melakukan aksi tipu menipunya, Dwi pernah menjadi sebagai mucikari di Batam. Tapi usahanya di Batam bangkrut, dari situlah keadaan ekonomi Dwi hancur dan frustasi dengan hidup berpindah pindah. Karena tidak punya penghasilan dan masih ingin hidup mewah, Dwi punya pemikiran untuk menipu. Aksi Mantan Mucikari tersebut di awali dari Jakarta, Lumajang dan Probolinggo.

Baca : Kasus Penipuan “Tuhan”, Kades Gunungeleh Klarifikasi Identitas Pelaku

“Iya uangnya saya pakai untuk menginap di hotel, beli perhiasan dan foya-foya,” terang Dwi Retno saat dilakukan proses penyidikan oleh Polres Probolinggo.

Dwi melakukan aksinya kepada korban yang akan ditipunya dengan mengaku sebagai pengusaha dan pemilik tambang batu bara di Kalimantan. Di Probolinggo, Dwi melakukan aksinya kepada Rofik Baidowi, pemilik rumah mewah di kawasan Jorongan. Modusnya Dwi berjanji akan membeli rumah Rofik, dengan harga fantastis Rp 750 juta, kontan.

Selain itu, Dwi juga telah memuluskan aksinya kepada Tuhan (39) warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Lumajang. (Rif)

Bermula, Retno menginap selama dua hari di rumah Tuhan, kepada Tuhan, ia mengaku memiliki perusahaan tambang batu bara di Kalimantan. Dan bukan hanya itu, ibu ini juga mengaku memiliki simpanan uang di Bank, lebih dari Rp15 miliar.

Baca Juga : Pensiun Nggermo, Mami Sampang Gondol Puluhan Juta, Janjikan Mobil Mewah

Mantan Mucikari tersebut juga hampir sebulan menjalankan aksinya, dalam waktu tersebut Dwi juga berhasil mempreteli perhiasan milik Rofiah, istri dari Rofik. Perhiasan tersebut berupa gelang emas seberat 55 gram, kurang lebih senilai Rp 15 jutaan. Dan oleh Dwi dijual hanya Rp 3,8 juta saja. Tidak hanya itu, Dwi juga melakukan hal yang sama kepada keluarga besar Rofik.

Total kerugian korban yang sudah di tipu oleh mantan mucikari tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Sekarang mantan mucikari, Dwi Retno sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Leces, Polres Probolinggo, guna mempertanggungjawabkan kelakuannya tersebut. (rif/yan)

 

Hukum & Kriminal

Penganiayaan Siswa SMKM 2 Kota Malang, Sang Motivator Ditangkap di Surabaya

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00.

Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan terhadap anak UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini Agus masih terua menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. “Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian ini dan akan menindak pelaku sesuai hukum yang ada.

“Walikota Malang, Bapak Dandim dan semua elemen masyarakat merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan tindakan tegas dalam proses ini, prosedural, profesional dan tasparan,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga pukul 15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 pelajar sudah melapor. Ada 1 yang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberapa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Garong Spesialis Jebol Dinding Rumah Kosong Pakis Ngaku 19 X Aksi

Diterbitkan

||

DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)
DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)

Memontum Malang – Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis.

Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Benar, kami tangkap 2 tersangka dini hari tadi. Barang bukti sejumlah alat elektronik masih kami data dan dalami penyidikan,” ungkap Iptu Sutiyo SH Mhum, Kapolsek Pakis kepada Memontum.com.

Kedua tersangka, tepatnya diringkus petugas Jumat (18/10/2019) pukul 01.30. Tersangka tidak berkutik lantaran saat digeledah kedapatan membawa ponsel hasil curian. Ada pula sebanyak 27 lembar tanda terima gadai barang hasil curian.

Tiga aksi tersangka diakui pernah dilakoni di rumah Surgiyanto (60) warga Perum Asrikaton Indah G10, RT05/ RW09 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Aksi pelaku berlangsung saat Salat Idul Adha, Minggu 11 Agustus 2019 silam dan kisaran 2019.

Kedua tersangka melubangi tembok rumah korban dengan obeng. Di dalamnya, tersangka menjarah 4 buah ponsel dan uang tunai jutaan rupiah.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku menjual gadai barang-barang hasil curiannya. Barang-barang curian itu diterima, sejumlah pegadaian dan warga.

Jadi barang bukti, Dos Book HP Samsung Galaxy A6+, Dos Book HP Oppo A83, Dos Book HP Samsung Galaxy J2 Pro, Dos Book Xiaomi 4X, HP Merk Oppo A83, HP Merk Samsung Galaxy J2 Pro, HP Merk Xiaomi 4X dan sebuah obeng warna merah.

Akibatnya perbuatannya, kata Sutiyo, tersangka diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

Hingga kini, penyidik Polsek Pakis masih mendalami kasus ini dan mendata sejumlah barang bukti. Sementara, hasil pemeriksaan terungkap, tersangka hanya beraksi di wilayah Pakis. (sos)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Diterbitkan

||

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Memontum Malang – Dari 6 pelaku, tiap orang memiliki peran masing-masing. Tersangka Bambang, diduga sebagai perencana penculikan, penyedia sarana mobil, memukul korban, mendorong korban hingga jatuh ke sungai. Bambang juga menyuruh tersangka lain memukuli korban Bangkit.

Pelaku ARP sebagai pengikat korban dan turut memukuli korban. Begitu juga tersangka Krisna. Ia ikut memukul korban sebanyak 3X. Ia kebagian mendapat uang rampasan Rp 200 ribu. Uang itu didapat dari pelaku lain berinisial ARP.

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

Pelaku ARP sendiri merampas harta korban dan membagi hasil rampasan. Pelaku MIR turut menentukan lokasi eksekusi, memukuli korban dan bersama ARP merampas harta korban. Rizaldy sebagai pemukul korban dan menerima uang Rp 200 ribu.

Khusus tersangka RRN, ia sebagai pemberi kabar keberadaan Bangkit pada tersangka Bambang. Ia turut pula mendorong korban masuk ke dalam mobil serta menghalangi korban saat berniat pulang.

BACA : Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, terhadap para pelaku, jeratan pasal yang disangkakan yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP. Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 170 Tentang pengeroyokan dan Pasal 338 Tentang pembunuhan. (sos)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler