Connect with us

Hukum & Kriminal

Kepala UPT Diknas Jangkar dan Oknum Guru Segera Dipanggil Dispendikbud

Diterbitkan

||

Kantor Dispendikbud Kabupaten Situbondo Jawa Timur. (Her)

Memontum Situbondo – Diduga telah mendiskualifikasi salah satu muridnya untuk tidak naik kelas seperti yang diberitakan sebelumnya, akhirnya mendapatkan respon dari pihak Dispendikbud Situbondo. Oknum guru SD akan dipanggil dan dimintai keterangannya.

Pernyataan dan perbuatan oknum guru itu dianggap telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap orang lain, serta pernyataan yang meresahkan terhadap Hj Warda ibu dari siswa yang bernama Ach Aria Satria yang tidak naik kelas pada SDN 4 Jangkar Situbondo.

Pernyataan buruk, disampaikan lada saat Hj Warda sedang menunggu untuk menjemput anaknya Ach Aria Satria yang masih mengerjakan soal semester kenaikan kelas saat itu.

Keterangan yang disampaikan oleh Hj Warda saat ditemui Wartawan Memontum.com, pihaknya sangat menyayangkan sekali atas karakter dan sikap yang dilakukan oleh oknum guru pendidik siswa-siswi itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo dikonfirmasi melalui Kabid ketenagaan Dispendikbud Kabupaten Situbondo, Siti Aisyah SH M.Si di ruang kerjanya mengatakan, permasalahan tersebut baru diketahui Dispendikbud Kabupaten Situbondo.

Sambung dia, maka pihak dinas akan menindaklanjuti permasalahan tersebut dan pihak dinas akan segera melakukan pemanggilan terhadap guru yang berpolemik tersebut. Sebelum ada pemanggilan terhadap guru SDN 4 Jangkar, dinas akan memanggil kepala UPT.

“Pihak dinas akan memanggil H Jail selaku kepala UPT Diknas Jangkar terlebih dahulu sebagai penanggung jawab semua guru dan sekolah se wilayah Kecamatan Jangkar. Untuk dimintai keterangannya sebab musabab masalah yang ada di SDN 4 Jangkar itu, ” ungkap Siti Aisyah.

Tidak hanya itu yang disampaikan oleh Siti Aisah SH M.Si Kabid ketenagaan Dispendikbud Kabupaten Situbondo. Pihaknya ingin mengetahui isi rapor dan hasil ulangan semesteran dari Ach Aria Satria.

Lebih lanjut, Siti Aisyah menjelaskan, dinas ingin tau pula terkait pengangkatan B.Siti wali kelas tiga menjadi PLH kepala sekolah di SDN 4 Jangkar tersebut. Ia mempertanyakan rekom kelayakan menjadi PLH kepala sekolah.

“Jika tidak mempunyai uji kelayakan atau sertifikat menjadi kepala sekolah maka dinas akan memberikan tindakan tegas untuk diganti kepada orang lain yang layak menggantikannya, ” pungkasnya.

Baca : Diduga Sakit Hati “Lawas”, Oknum Guru SD Diskualifikasi Siswa

Terpisah, menurut tokoh masyarakat Jangkar dan sebagai ketua LSM BUSER Situbondo, H Jaelani mengatakan, pihaknya meminta kepada dinas terkait agar menindak tegas permasalahan tersebut.

“Jika permasalahan tersebut tidak di indahkan maka LSM BUSER akan melakukan demo ke SDN 4 Jangkar Situbondo, “tegasnya.

Dijelaskan H Jaelani, secara etika seorang pendidik tidak boleh menjerumuskan anak didiknya. Terbilang, aturan buruk, semesteran belum selesai, anak didiknya divonis tidak akan naik kelas.

“Kami sangat menyayangkan tindakan oknum guru itu. Dan berharap pada kepala dinas terkait agar secepatnya memindahkan oknum guru itu, “terang H Jaelani, Minggu (30/6/2019) siang. (Her/oso)

 

Hukum & Kriminal

Motif Pembunuhan Dampit Terungkap! Tanah Diminta Dijual, Ibu Dihina, Cekik Istri

Diterbitkan

||

oleh

Motif Pembunuhan Dampit Terungkap! Tanah Diminta Dijual, Ibu Dihina, Cekik Istri

Memontum Malang – Jajaran Polres Malang akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan perempuan warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam konferensi pers pada Sabtu (4/4/2020), pelaku yang diketahui berinisial AW (46) tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah suami korban.

Sementara itu, motif pembunuhan yang menewaskan korban bernama Suliani (44) ini disebabkan pelaku merasa sakit hati, karena korban sering mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang kurang baik. Sehingga menyakiti hati pelaku.

Tersangka Agus di Polres Malang. (gim)

Tersangka Agus di Polres Malang. (gim)

“Setelah sekitar 4 jam penyelidikan dan melakukan observasi di wilayah, Polres dapat menemukan pelaku. Motifnya, ada unsur sakit hati. Selama ini berdasarkan pengakuan pelaku, korban banyak bwrkara kurang baik, sehingga menyakiti hati pelaku. Pelaku emosi dan akhirnya melakukan upaya penyiksaan, hingga akhirnya berujung pembunuhan,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan oleh AKBP Hendri Umar, kejadian tersebut diawali pada Kamis (2/4/2020) sekitar puki 11.30 malam, pelaku dna korban berencana untuk pergi ke daerah Wajak, untuk menyelesaikan beberapa urusannya. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar kebun sengon wilayah Desa Jambangan, Kecamatan Dampit pelaku memberhentikan motornya dan beralasan akan buang air kecil.

“Saat itulah korban dan pelaku turun dari kendaraannya. Pelaku memukul korban di bagian belakang kepalanya dengan potongan kayu yang ia temukan di sekitar lokasi. Korban sempat melakukan perlawanan kepada pelaku. Ada bukti bekas cakaran di dada pelaku,” imbuh AKBP Hendri Umar.

Berdasarkan hasil visum, korban meninggal karena kehabisan nafas lantaran dicekik pelaku.

“Setelah korban tersungkur, pelaku menyeret korban beberapa meter dari lokasi berhentinya tadi. Setelah itu korban dicekik dan disekap menggunakan jaket hingga korban meninggal, dan jaketnya digunakan untuk menutupi jasad si korban. Dari hasil visum, juga ditemukan beberao luka di bagian tubuh korban, dan juga ada pendarahan di rongga dada,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sementara itu, Polres Malang juga akan menggelar rekonstruksi di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

BACA : 

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, pelaku mengaku sakit hati lantaran si korban menghina orang tua pelaku dengan sebutan pelacur. Selain itu, korban juga sering mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang tidak pantas. Pelaku pun juga mengaku menyesal atas tindakannya yang menyebabkan istrinya meninggal.

“Saya sakit hati, karena orang tua saya dibilang lonte (pelacur). Selain itu masalah tanah, saya niatnya tanah ini untuk keperluan anak saya. Tapi dia malah minta untuk dijual buat keperluan dia sendiri,” jelas AW di hadapan AKBP Hendri Umar SIK MH, Sabtu (4/4/2020) siang. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Suliani Korban Pembunuhan Dampit Sempat Duel Lawan Pembunuh

Diterbitkan

||

oleh

Video Statement Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH terkait pembunuhan. (Memontum.com)
Video Statement Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH terkait pembunuhan. (Memontum.com)

Memontum Malang – Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH pastikan korban di Dampit merupakan korban pembunuhan dilihat dari hasil identifikasi forensik di lokasi kejadian. Korban dimungkinkan sempat berduel dengan pelaku.

Ditemui Memontum.com, Hendri menyebut jika ada dua luka di tubuh korban. Yakni luka jeratan di leher korban dan luka benda tajam di kepala korban. “Panjangnya ada 5 cm. Ada luka bekas jeratan juga. Di lokasi ads tanda korban sempat berkelahi,” terang Hendri, Jumat (3/4/2020) sore.

Korban pembunuhan

Korban pembunuhan

Menurut Hendri, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengecek alibi terkait penemuan jenazah korban. “Benar dia pulang dari Malaysia, 2019 lalu. Kami masih selidiki lebih lanjut,” terang Hendri kepada Memontum.com.

Terpisah dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Handaru Rahutomo mengatakan, saat ini sudah ada beberapa orang dibawa ke Polsek Dampit untuk dimintai keterangan dan dilakukan pemeriksaan. Salah satu yang juga turut diperiksa yakni suamin korban.

“Suami korban sudah ada Polsek Dampit untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Jumat (3/4/2020).

Dari pemeriksaan sementara, diketahui terdapat luka sayatan senjata tajam (sajam) di belakang telinga kepala bagian kanan korban.

“Kalau dari luka robekannya itu rapi, itu senjata tajam, dan kepalanya seperti ada luka memar,” imbuh dia.

BACA :

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk sementara, korban diketahui keluar terakhir pada Kamis (2/4/2020) malam. Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, dimana ada empat tim yang telah dibentuk.

“Hingga saat ini masih dalam penyelidikan, dan kita masih belum dapat konfirmasi barang apa saja yang dibawa. Rumahnya diketahui cukup dari lokasi ditemukannya korban, jadi kayaknya gak mungkin kalau jalan kaki,” pungkasnya. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pulang dari Luar Negeri, Wanita Dampit Terbunuh

Diterbitkan

||

oleh

Pulang dari Luar Negeri, Wanita Dampit Terbunuh

Memontum Malang – Warga Dampit digegerkan dengan penemuan mayat perempuan Jumat (3/4/2020) pagi. Mayat perempuan yang diketahui bernama Suliani tersebut ditemukan di kebun sengon dan tebu. Tepatnya di wilayah Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Menurut keterangan yang disampaikan saksi bernama Sumali warga RT 05 RW 01 Sumbersari Desa Jambangan, dirinya menemukan korban tergeletak di bawah pohon pisang di area sekitar kebun sengon pada pukul 06.00.

Evakuasi dan identifikasi jenazah korban. (ist)

Evakuasi dan identifikasi jenazah korban. (ist)

Setelah itu Sumali, memberitahukan kejadian tersebut kepada dua saksi lainnya, yakni Ngatini warga Desa Jambangan dan Sukirno selaku Perangkat Dusun (Kamituwo) setempat.

Setelah itu, ketiga saksi tersebut melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Dampit dan kepada Kepala Desa. Dugaaan sementara, wanita yang diduga warga Desa Pamotan tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pamotan, Gatot Sudarmanto membenarkan bahwa korban adalah warga Desa Pamotan. Tepatnya yakni warga RT 01/RW 05 Desa Pamotan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.

BACA :

“Iya mas betul, korban adalah warga Desa Pamotan, RT 01/RW 05. Dari informasi yang beredar, beberapa bulan yang lalu korban baru pulang dari luar negeri,” ujar Gatot saat dihubungi melalui pesan singkat.

Dari informasi yang dihimpun, korban yang diketahui berusia sekitar 40 tahun ini, jenazahnya ditemukan sekitar 4 km dari rumahnya. Korban yang sehari-hari diketahui berternak puyuh ini mempunyai dua orang anak. “Saat ini jenazahnya masih diotopsi,” pungkas Gatot. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler