Connect with us

Jakarta

Tukang Bersih Puskesmas di Jember, Diberhentikan Sepihak, 6 Bulan Tanpa Honor

Diterbitkan

||

WAWANCARA : Saniati saat diwawancarai wartawan Memontum.com. (tog)

Memontum Jember – Air mata menitik dari Saniati (54) seorang tenaga pembantu di Puskesmas Kemuningsari Lor kecamatan Jenggawah dusun Kemuning RT06/RW01 Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Sejak Januari hingga Juni, ia tak terima gaji dan diberhentikan sepihak.

Saniati saat diwawancarai Memontum.com di kediamananya mengatakan, biasanya tiap bulan Ia mendapatkan honor sebesar Rp 800 ribu rupiah, namun kini sudah 6 bulan honor tidak diterimanya.

“Saya merasa heran, karena tidak merasa bersalah dan bila saya salah tolong jelaskan apa kesalahan saya dan saya akan menuntut keadilan ke manajemen Puskesmas, karena honor tersebut adalah hak saya,” ujarnya.

Saniati bekerja di Puskesmas Kemuningsari lor sejak Tahun 2016 di bagian bersih bersih (Cleaning Servis). Awalnya Saniati digaji Rp 500 ribu dan setelah setahun kerja menjadi Rp 800 ribu. Kemudian ia diberhentikan, entah apa alasannya.

Sumarsih (64) salah satu keluarga menceritakan Saniati ini sudah seperti saudara. Karena ia, ikut Saniati sejak dulu di saat Sumarsih jual nasi. Setelah Sumarsih tidak jual nasi, seorang Dokter menemuinya, untuk mencari tenaga bersih – bersih di puskesmas.

“Saya bawa bu Saniati ke kantor untuk menemui Bu Dokter ternyata cocok kinerjanya bagus dan mendapatkan honor Rp 500 ribu per bulan, ” cerita Sumiarsih.

Setelah berjalan selama setahun lanjut Sumiarsih, ada kenaikan honor Rp 800 Ribu rupiah. Namun sejak bulan Januari 2019 pihak manajemen hingga saat ini belum memenuhi kewajibannya untuk membayar honor.

“Saya sangat menyayangkan dengan kebijakan manajemen yang tiba tiba memberhentikan secara sepihak dan tidak membayar honornya, padahal bidan disana masih sangat membutuhkan tenaganya,” keluhnya.

Sedangkan di Puskesmas sendiri ada 3 orang tenaga serabutan diantaranya Waker dan 2 tenaga bersih bersih.

Sementara itu saudara kandung Saniati, Abdur Rohman juga menyayangkan kebijakan tersebut.”Masak tenaga yang lama dan rajin masuknya dengan baik baik dan keluarnya terkesan tidak dihargai,” kata Abdur Rohman.

“Saya akan menuntut keadilan saudara saya, yang pertama masalah haknya harus segera dicairkan penuh selama 6 bulan, bila dalam waktu dekat ini tidak ditanggapi dan diselesaikan masalah ini akan saya laporkan ke Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga kerja serta akan saya adukan ke Bupati Jember langsung, ” pungkasnya.

Sementara itu dikonfirmasi Memontum.com, Plt Puskesmas Drg Hamid Dwi S yang masih beberapa hari ini menjabat mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahui adanya permasalahan tersebut. Pihaknya akan merapatkan secara internal untuk mencari solusi terbaik.(tog/yud/oso)

 

Jakarta

Ojek Pangkalan dan Ojek Online di Jember Bentrok

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Jember——Kericuhan  tak terhindarkan antara  ojek pangkalan (Opal ) melawan  Ojek online (ojol) di depan mini market dijalan PB Sudirman kecamatan Patrang membikin kemacetan arus lalu lintas jalur utama JemberBondowoso sempat lumpuh total.disebabkan ratusan ojek online membantu rekannya yang mendapatkan intimidasi dari  sejumlah orang yang mengaku tukang ojek pangkalan, Rabu malam (8/8/2018).

Agar kericuan tidak semakin meluas serta mengganggu arus lalu lintas puluhan petugas dari Polsek Patrang dan Polres Jember langsung mendatangi kerumunan masa untuk membubarkan para ojek online dan ojek pangkalan.

Kapolsek Patrang AKP Mahrobi Hasan mengatakan ,”Karena ini mengganggu ketertiban  umum dan keamanan Masyarakat  serta arus lalu lintas maka kami  bubarkan kericuhan ojek online dan ojek pangkalan sehingga dengan gerak cepat untuk mengatasi persoalan tersebut.”tegasnya

“Kami mendapatkan laporan dari warga sekitar pukul 20.30 wib.langsung koordinasi dengan polres untuk melakukan langkah cepat segera bertindak membubarkan kerumunan masa yang ricuh sehingga situasi langsung terkendali ,aman dan arus lalu lintas kembali lancar.”jelasnya.
Mahrobi  juga menjelaskan hasil dari investigasi sementara penyebab kericuan ini dilakukan oleh ojek pangkalan dengan dalih hasil kesepakatan sebelumnya yang dilakukan mediasi oleh polres Jember di Mapolres Jember sore tadi (8/8/2018).

“Ojek online dianggap melanggar kesepakatan yang d ilakukan sebelumnya. Meskipun perjanjian tersebut yang telah disepakati bersama baru mulai berlaku 3 hari kemudian.namun karena sudah ada perjanjian seharusnya sama-sama mentaati.”ungkapnya.
Mahrobi menegaskan terkait adanya tindakan criminal pihaknya akan melakukan tindakan tegas.”siapapun nanti yang akan melakukan tindakan criminal akan kami tangkap.”pungkasnya (cw3/yan)

Lanjutkan Membaca

Jakarta

Bupati Mojokerto Resmi Ditahan KPK

Diterbitkan

||

oleh

Bupati Mojokerto Resmi Ditahan KPK
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Ditetapkan Tersangka Dua Kasus Gratifikasi

 
Memontum Jakarta — Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menggunakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, Senin (30/4) siang. Ia mengaku menyerahkan kasusnya kepada lembaga antirasuah tersebut.

Ketika itu, Mustofa tidak memberikan pernyataan sama sekali mengenai kasus yang sedang dihadapinya saat ini. Dia hanya berbicara memasrahkan semua proses kepada hukum. “Kita serahkan ke aparat penegak hukum,” ucapnya, sembari masuk ke mobil tahanan yang membawanya dari markas KPK.

Dikonfirmasi kemudian, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat mengatakan mulai hari ini Bupati Mojokerto ditahan selama 20 hari pertama di Rutan KPK setelah dilakukan pemeriksaan. “Hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap Bupati Mojokerto dan setelah dipertimbangkan, penyidik melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan selama 20 hari pertama di Rutan cab KPK di Kav K4,” demikian keterangan Febri melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/4) siang.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan dari KPK secara langsung mengenai kasus penahanan Bupati Mojokerto. Pernyataan resmi itu akan disampaikan dalam jumpa pers yang direncanakan digelar petang ini.

(baca juga : Bekas Wabup Malang Keseret Kasus Bupati Mojokerto )

KPK, pada Kamis (26/4), diketahui melakukan penggeledahan ruang kerja Bupati, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Herry Suwito. Komisi antirasuah kemudian menyita enam mobil, Jetsky, dan dua unit sepeda motor. Kasus itu diduga terkait dengan suap APBD.

Diketahui, KPK secara resmi menetapkan status Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) sebagai tersangka dua kasus pidana korupsi. Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, mengatakan Mustofa diduga terlibat dalam penerimaan hadiah terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Lanjutkan Membaca

Jakarta

Seorang Pria Peluk Calon Wali Kota Malang Saat Hendak Ditahan

Diterbitkan

||

oleh

Seorang Pria Peluk Calon Wali Kota Malang Saat Hendak Ditahan
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

# Melihat Proses Penahanan Tersangka Kasus Suap Kota Malang

 

Memontum Jakarta
— Seorang pria yang belum diketahui identitasnya mendadak memeluk anggota DPRD Kota Malang sekaligus salah satu calon walikota Malang Yaqud Ananda Gudban. Kejadian tersebut terjadi saat Yaqud keluar dari gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (27/3/2018) sekitar pukul 18.02 WIB.

Perempuan berkerudung yang mengenakan pakai gamis itu keluar dari KPK untuk ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka. Pria tak dikenal itu langsung memeluk Yaqud. Kejadian itu menghalangi wartawan yang hendak mewawancarai Yaqud. Yaqud memang terlihat tidak berniat memberikan komentar.

Aksi pria itu menghambat petugas membawa Yaqud ke mobil tahanan. Aksi kericuhan dan dorong-dorongan sempat terjadi. Yaqud sendiri tidak menolak saat dipeluk pria tersebut. Setelah petugas dapat membawa masuk Yaqud ke mobil tahanan, pria tak dikenal itu mengaku sebagai kerabat Yaqud. “Saya kakaknya,” ujar pria itu.

Pria itu kemudian diamankan oleh petugas keamanan KPK bersama seorang lainnya. Sementara itu, setelah Yaqud, tersangka lain yang juga anggota DPRD Kota Malang Heri Pudji Utami menyusul untuk masuk mobil tahanan.

Diketahui, Yaqud bersama lima anggota DPRD lain yakni Heri Pudji Utami, Abdul Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiarti, Sukarno dan Wali Kota Malang, Moch Anton hari ini diperiksa sebagai tersangka terkait perkara dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun anggaran 2015. Ketujuh tersangka itu ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka. Wali Kota Malang Moch Anton ditahan di Rutan Cabang Guntur, sementara enam anggota DPRD lainnya ditahan di Rutan KPK.

(baca juga : Dua Cawali Malang Langsung Dibui )

Sebagaimana diketahui, meski bestatus tersangka, dua calon Walikota Malang dipastikan masih bisa meneruskan pencalonannya hingga masa pencoblosan. Sebab, aturan yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengatur tentang penggantian atau pengguguran calon karena berstatus tersangka.

Dua Calon Wali Kota Malang yang menjadi tersangka adalah Yaqud Ananda Gudban atau Nanda dan M Anton. Nanda merupakan calon Wali Kota Malang nomor urut 1 berpasangan dengan Ahmad Wanedi (Menawan). Pasangan ini diusung oleh PDI-P, PAN, PPP, Hanura dan didukung oleh Partai Nasdem.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler