Connect with us

Hukum & Kriminal

Polisi Amankan Belasan Pemandu Lagu Asal Bandung Masih “Bocah”

Diterbitkan

||

Polisi Amankan Belasan Pemandu Lagu Asal Bandung Masih Bocah

Memontum Situbondo – Tim Resmob Satreskrim Polres Situbondo, berhasil mengamankan sebanyak 12 pemandu lagu dan plus-plus asal Bandung, Jawa Barat. Mereka ditangkap di sebuah rumah kontrakannya di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sabtu (27/07/2019) malam.

Pasalnya, dari sejumlah para wanita itu mengaku bekerja sebagai pemandu lagu karaoke saat terjaring razia petugas, kelima wanita tersebut diantaranya diketahui masih berusia dibawa umur, yakni berusia antara 14 hingga 16 tahun.

ABG : Belasan Pemandu Lagu Asal Bandung saat diamankan Polisi. (imam)

ABG : Belasan Pemandu Lagu Asal Bandung saat diamankan Polisi. (imam)

Selain itu, petugas Resmob Polres Situbondo juga berhasil mengamankan RN (20), selaku sopir yang membawa para wanita dari Bandung dan Ic (20), yang berperan sebagai perekrut dan seorang penjaga rumah karaoke berinisial HN (32) asal Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo Kota.

“Awalnya, saya ditawari bekerja di salah satu warung rumah karaoke di Kota Situbondo, namun setelah sampai di Situbondo saya dengan teman juga melayani para tamu. Sebelumnya, saya itu bekerja di salah satu restoran di Kota Bandung,” kata pengakuan gadis berinisial CH (20), di Mapolres Situbondo, Minggu (28/7/2019) malam.

Keterangan yang dihimpun Wartawan Memontum.com, terungkapnya gadis asal Bandung, Jawa Barat, dipekerjakan sebagai pemandu lagu di sebuah warung karaoke di dusun Cangkreng Situbondo itu, berawal dari laporan salah seorang keluarganya seorang gadis asal Bandung, yang melaporkan tentang hilangnya anggota keluarganya ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta pusat.

Namun, setelah mendapat laporan KPAI langsung melacak posisi nomor HP anak yang dilaporkan hilang tersebut dan ternyata posisinya ada di Kabupaten Situbondo, sehingga pihak KPAI menghubungi petugas Polres Situbondo. Setelah dilacak oleh petugas Intelkam dan Resmob Polres Situbondo, anak yang dilaporkan hilang itu posisinya ada di sekitar Perum, Dusun Cangkreng, Desa Kotakan Situbondo.

Berdasarkan informasi dan pelacakan dari intelijen posisi anak yang dilaporkan hilang itu ada di wilayah Desa Kotakan Situbondo, sehingga petugas langsung menindaklanjuti dengan cara melakukan penggerebekan. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 12 wanita asal Bandung, satu orang sopir, dan satu perekrut, petugas juga mengamankan seorang penjaga rumah berinisial HN.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Masykur SH mengatakan, untuk mengungkap kasus dugaan traffiking atau penjualan anak dengan modus menjanjikan korban untuk dipekerjakan di sebuah cafe di Kota Situbondo, pihaknya masih meminta keterangan belasan gadis asal Bandung, yang dipekerjakan sebagai pemandu lagu serta melayani para tamunya untuk berkencan.

“Untuk mengungkap dugaan kasus ini, penyidik perempuan dan anak (PPA) Polres Situbondo, masih meminta keterangan belasan wanita tersebut. Untuk mempercepat proses penyelidikan, penyidik memeriksa secara marathon,”ujar AKP Masykur.

Menurutnya, aksi penggerebekan di sebuah perumahan di wilayah Desa Kotakan Situbondo itu, berawal dari hasil penyelidikan petugas Intelkam Polres Situbondo, setelah sebelumnya mendapat laporan dari KPAI, yang menginformasikan adanya anak hilang asal Bandung terlacak ada di Kabupaten Situbondo. Sehingga begitu dipastikan ada di wilayah Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo kota.

“Tim Resmob Polres Situbondo langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 12 wanita, termasuk seorang gadis yang berperan sebagai perekrut, satu sopir dan satu orang penjaga rumah karaoke,”pungkasnya. (imam/oso)

 

Hukum & Kriminal

Motif Pembunuhan Dampit Terungkap! Tanah Diminta Dijual, Ibu Dihina, Cekik Istri

Diterbitkan

||

oleh

Motif Pembunuhan Dampit Terungkap! Tanah Diminta Dijual, Ibu Dihina, Cekik Istri

Memontum Malang – Jajaran Polres Malang akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan perempuan warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam konferensi pers pada Sabtu (4/4/2020), pelaku yang diketahui berinisial AW (46) tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah suami korban.

Sementara itu, motif pembunuhan yang menewaskan korban bernama Suliani (44) ini disebabkan pelaku merasa sakit hati, karena korban sering mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang kurang baik. Sehingga menyakiti hati pelaku.

Tersangka Agus di Polres Malang. (gim)

Tersangka Agus di Polres Malang. (gim)

“Setelah sekitar 4 jam penyelidikan dan melakukan observasi di wilayah, Polres dapat menemukan pelaku. Motifnya, ada unsur sakit hati. Selama ini berdasarkan pengakuan pelaku, korban banyak bwrkara kurang baik, sehingga menyakiti hati pelaku. Pelaku emosi dan akhirnya melakukan upaya penyiksaan, hingga akhirnya berujung pembunuhan,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan oleh AKBP Hendri Umar, kejadian tersebut diawali pada Kamis (2/4/2020) sekitar puki 11.30 malam, pelaku dna korban berencana untuk pergi ke daerah Wajak, untuk menyelesaikan beberapa urusannya. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar kebun sengon wilayah Desa Jambangan, Kecamatan Dampit pelaku memberhentikan motornya dan beralasan akan buang air kecil.

“Saat itulah korban dan pelaku turun dari kendaraannya. Pelaku memukul korban di bagian belakang kepalanya dengan potongan kayu yang ia temukan di sekitar lokasi. Korban sempat melakukan perlawanan kepada pelaku. Ada bukti bekas cakaran di dada pelaku,” imbuh AKBP Hendri Umar.

Berdasarkan hasil visum, korban meninggal karena kehabisan nafas lantaran dicekik pelaku.

“Setelah korban tersungkur, pelaku menyeret korban beberapa meter dari lokasi berhentinya tadi. Setelah itu korban dicekik dan disekap menggunakan jaket hingga korban meninggal, dan jaketnya digunakan untuk menutupi jasad si korban. Dari hasil visum, juga ditemukan beberao luka di bagian tubuh korban, dan juga ada pendarahan di rongga dada,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sementara itu, Polres Malang juga akan menggelar rekonstruksi di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

BACA : 

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, pelaku mengaku sakit hati lantaran si korban menghina orang tua pelaku dengan sebutan pelacur. Selain itu, korban juga sering mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang tidak pantas. Pelaku pun juga mengaku menyesal atas tindakannya yang menyebabkan istrinya meninggal.

“Saya sakit hati, karena orang tua saya dibilang lonte (pelacur). Selain itu masalah tanah, saya niatnya tanah ini untuk keperluan anak saya. Tapi dia malah minta untuk dijual buat keperluan dia sendiri,” jelas AW di hadapan AKBP Hendri Umar SIK MH, Sabtu (4/4/2020) siang. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Suliani Korban Pembunuhan Dampit Sempat Duel Lawan Pembunuh

Diterbitkan

||

oleh

Video Statement Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH terkait pembunuhan. (Memontum.com)
Video Statement Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH terkait pembunuhan. (Memontum.com)

Memontum Malang – Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH pastikan korban di Dampit merupakan korban pembunuhan dilihat dari hasil identifikasi forensik di lokasi kejadian. Korban dimungkinkan sempat berduel dengan pelaku.

Ditemui Memontum.com, Hendri menyebut jika ada dua luka di tubuh korban. Yakni luka jeratan di leher korban dan luka benda tajam di kepala korban. “Panjangnya ada 5 cm. Ada luka bekas jeratan juga. Di lokasi ads tanda korban sempat berkelahi,” terang Hendri, Jumat (3/4/2020) sore.

Korban pembunuhan

Korban pembunuhan

Menurut Hendri, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengecek alibi terkait penemuan jenazah korban. “Benar dia pulang dari Malaysia, 2019 lalu. Kami masih selidiki lebih lanjut,” terang Hendri kepada Memontum.com.

Terpisah dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Handaru Rahutomo mengatakan, saat ini sudah ada beberapa orang dibawa ke Polsek Dampit untuk dimintai keterangan dan dilakukan pemeriksaan. Salah satu yang juga turut diperiksa yakni suamin korban.

“Suami korban sudah ada Polsek Dampit untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Jumat (3/4/2020).

Dari pemeriksaan sementara, diketahui terdapat luka sayatan senjata tajam (sajam) di belakang telinga kepala bagian kanan korban.

“Kalau dari luka robekannya itu rapi, itu senjata tajam, dan kepalanya seperti ada luka memar,” imbuh dia.

BACA :

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk sementara, korban diketahui keluar terakhir pada Kamis (2/4/2020) malam. Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, dimana ada empat tim yang telah dibentuk.

“Hingga saat ini masih dalam penyelidikan, dan kita masih belum dapat konfirmasi barang apa saja yang dibawa. Rumahnya diketahui cukup dari lokasi ditemukannya korban, jadi kayaknya gak mungkin kalau jalan kaki,” pungkasnya. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pulang dari Luar Negeri, Wanita Dampit Terbunuh

Diterbitkan

||

oleh

Pulang dari Luar Negeri, Wanita Dampit Terbunuh

Memontum Malang – Warga Dampit digegerkan dengan penemuan mayat perempuan Jumat (3/4/2020) pagi. Mayat perempuan yang diketahui bernama Suliani tersebut ditemukan di kebun sengon dan tebu. Tepatnya di wilayah Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Menurut keterangan yang disampaikan saksi bernama Sumali warga RT 05 RW 01 Sumbersari Desa Jambangan, dirinya menemukan korban tergeletak di bawah pohon pisang di area sekitar kebun sengon pada pukul 06.00.

Evakuasi dan identifikasi jenazah korban. (ist)

Evakuasi dan identifikasi jenazah korban. (ist)

Setelah itu Sumali, memberitahukan kejadian tersebut kepada dua saksi lainnya, yakni Ngatini warga Desa Jambangan dan Sukirno selaku Perangkat Dusun (Kamituwo) setempat.

Setelah itu, ketiga saksi tersebut melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Dampit dan kepada Kepala Desa. Dugaaan sementara, wanita yang diduga warga Desa Pamotan tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pamotan, Gatot Sudarmanto membenarkan bahwa korban adalah warga Desa Pamotan. Tepatnya yakni warga RT 01/RW 05 Desa Pamotan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.

BACA :

“Iya mas betul, korban adalah warga Desa Pamotan, RT 01/RW 05. Dari informasi yang beredar, beberapa bulan yang lalu korban baru pulang dari luar negeri,” ujar Gatot saat dihubungi melalui pesan singkat.

Dari informasi yang dihimpun, korban yang diketahui berusia sekitar 40 tahun ini, jenazahnya ditemukan sekitar 4 km dari rumahnya. Korban yang sehari-hari diketahui berternak puyuh ini mempunyai dua orang anak. “Saat ini jenazahnya masih diotopsi,” pungkas Gatot. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler