Connect with us

Hukum & Kriminal

Giliran 24 Pengurus Cabor dan Kabid KONI Sidoarjo Diperiksa Jaksa

Diterbitkan

||

PENUHI PANGGILAN - Sebanyak 24 Ketua Cabor dan Kabid KONI Sidoarjo menghadiri panggilan tim penyidik Kejari Sidoarjo terkait dugaan penggunaan dana hibah KONI Sidoarjo, Selasa (30/07/2019)

Memontum Sidoarjo – Pasca memeriksa Bendahara KONI, para Kabid termasuk Ahmad Zaini (Sekda Sidoarjo) yang menjabat Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, kini giliran 24 pengurus Cabang Olahraga (Cabor) yang dimintai keterangan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Selasa (30/07/2019). Selain Ketua dan Bendahara Cabor yang diperiksa juga dihadiri Ketua Bidang Mobilisasi Sumber Daya, Mustain Baladan yang juga staf ahli Bupati Sidoarjo.

Pemangggilan secara massif para pengurus KONI Sidoarjo ini masih berkisar seputar kasus dugaan penggunaan dana hibah untuk KONI Sidoarjo.

Dalam pemanggilan itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sidoarjo, Mustain Baladan masuk ruang penyidik sekitar pukul 9.00 WIB. Namun selesai selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Dia diperiksa sebagai Kabid Mobilisasi dan Sumberdaya. Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini mengaku tidak tahu menahu soal penggunaan anggaran. Bahkan mengaku tidak tahu menjabat Kabid Mobilisasi dan Sumberdaya di KONI itu.

“Saya tidak ada pemberitahuan kalau saya dijadikan pengurus KONI itu,” katanya.

Bahkan Mustain mengaku baru tahu, dirinya menjadi Kabid Mobilisasi dan Sumberdaya pada tahun lalu. Dia mengaku baru tahu baru tadi pagi, saat diperiksa penyidik Kejari Sidoarjo. Namun Mustain memiliki Surat Keterangan (SK) yang ditanda tangan Ketua KONI Jatim.

“Setelah tahun lalu menjadi Kabid, tahun ini saya menjadi dewan penyantun. Tapi itu juga tanpa ada pemberitahuan,” ungkapnya.

Selain Mustain Baladan, ada juga Ketua Cabang Olahraga Perbakin Sidoarjo, Shohibul Yanto. Ia membenarkan mendapat panggilan dari penyidik Kejari Sidoarjo. Ia datang bersama Bendahara Perbakin, Susi dan sekretarisnya.

“Memang benar. Kami hanya dimintai klarifikasi saja. Ada 24 dari 37 cabor informasinya yang diberi surat panggilan,” kata Shohibul Yanto usai pemeriksaan.

Ditanya soal materi pemeriksaan, Shohibul menyampaikan hanya sebatas dana operasional masing-masing Cabor di Sidoarjo sejak tahun 2015-2018. Dana operasional itu dicairkan KONI melalui dana Hibah Pemkab Sidoarjo.

“Pertanyaannya ya seputar dana operasional dari KONI untuk Cabor saja,” tegasnya.

Shohibul menguraikan Cabor Perbakin hanya menerima dana operasional kisaran Rp 10-40 juta per tahun. Rinciannya Tahun 2015-2016 masing-masing Rp 10 juta, Tahun 2017 naik menjadi Rp 30 juta.

“Penerimaan terakhir Tahun 2018 mendapat Rp 40 juta,” urainya.

Baca : Penyidik Kejari Sidoarjo Bidik Penggunaan Dana KONI Sidoarjo

Sementara, Plh Kepala Kejari Sidoarjo, Dyah Ambarwati membenarkan pemeriksaan terhadap sejumlah cabor dan pejabat KONI Sidoarjo itu. Namun pihaknya belum bisa membeber detail isi pemeriksaan lantaran masih dalam klarifikasi ke sejumlah Cabor.

“Benar ada klarifikasi. Tapi masih sebatas klarifikasi. Apakah benar atau tidak dugaan itu. Mudah-mudahan dugaan itu tidak benar,” tandasnya. (Wan/yan)

 

Hukum & Kriminal

Penganiayaan Siswa SMKM 2 Kota Malang, Sang Motivator Ditangkap di Surabaya

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00.

Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan terhadap anak UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini Agus masih terua menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. “Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian ini dan akan menindak pelaku sesuai hukum yang ada.

“Walikota Malang, Bapak Dandim dan semua elemen masyarakat merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan tindakan tegas dalam proses ini, prosedural, profesional dan tasparan,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga pukul 15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 pelajar sudah melapor. Ada 1 yang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberapa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Garong Spesialis Jebol Dinding Rumah Kosong Pakis Ngaku 19 X Aksi

Diterbitkan

||

DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)
DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)

Memontum Malang – Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis.

Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Benar, kami tangkap 2 tersangka dini hari tadi. Barang bukti sejumlah alat elektronik masih kami data dan dalami penyidikan,” ungkap Iptu Sutiyo SH Mhum, Kapolsek Pakis kepada Memontum.com.

Kedua tersangka, tepatnya diringkus petugas Jumat (18/10/2019) pukul 01.30. Tersangka tidak berkutik lantaran saat digeledah kedapatan membawa ponsel hasil curian. Ada pula sebanyak 27 lembar tanda terima gadai barang hasil curian.

Tiga aksi tersangka diakui pernah dilakoni di rumah Surgiyanto (60) warga Perum Asrikaton Indah G10, RT05/ RW09 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Aksi pelaku berlangsung saat Salat Idul Adha, Minggu 11 Agustus 2019 silam dan kisaran 2019.

Kedua tersangka melubangi tembok rumah korban dengan obeng. Di dalamnya, tersangka menjarah 4 buah ponsel dan uang tunai jutaan rupiah.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku menjual gadai barang-barang hasil curiannya. Barang-barang curian itu diterima, sejumlah pegadaian dan warga.

Jadi barang bukti, Dos Book HP Samsung Galaxy A6+, Dos Book HP Oppo A83, Dos Book HP Samsung Galaxy J2 Pro, Dos Book Xiaomi 4X, HP Merk Oppo A83, HP Merk Samsung Galaxy J2 Pro, HP Merk Xiaomi 4X dan sebuah obeng warna merah.

Akibatnya perbuatannya, kata Sutiyo, tersangka diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

Hingga kini, penyidik Polsek Pakis masih mendalami kasus ini dan mendata sejumlah barang bukti. Sementara, hasil pemeriksaan terungkap, tersangka hanya beraksi di wilayah Pakis. (sos)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Diterbitkan

||

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Memontum Malang – Dari 6 pelaku, tiap orang memiliki peran masing-masing. Tersangka Bambang, diduga sebagai perencana penculikan, penyedia sarana mobil, memukul korban, mendorong korban hingga jatuh ke sungai. Bambang juga menyuruh tersangka lain memukuli korban Bangkit.

Pelaku ARP sebagai pengikat korban dan turut memukuli korban. Begitu juga tersangka Krisna. Ia ikut memukul korban sebanyak 3X. Ia kebagian mendapat uang rampasan Rp 200 ribu. Uang itu didapat dari pelaku lain berinisial ARP.

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

Pelaku ARP sendiri merampas harta korban dan membagi hasil rampasan. Pelaku MIR turut menentukan lokasi eksekusi, memukuli korban dan bersama ARP merampas harta korban. Rizaldy sebagai pemukul korban dan menerima uang Rp 200 ribu.

Khusus tersangka RRN, ia sebagai pemberi kabar keberadaan Bangkit pada tersangka Bambang. Ia turut pula mendorong korban masuk ke dalam mobil serta menghalangi korban saat berniat pulang.

BACA : Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, terhadap para pelaku, jeratan pasal yang disangkakan yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP. Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 170 Tentang pengeroyokan dan Pasal 338 Tentang pembunuhan. (sos)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler