Connect with us

Hukum & Kriminal

Kasus Ngebut di Jalan Tabrak 6 Orang, Polisi Perkuat Olah TKP

Diterbitkan

||

Mobil Accord dan Audi, usai kebut-kebutan dan menabrak pengguna jalan. (ist)

Memontum Kota Malang – Dua pembalap jalanan, pengemudi kendaraan Honda Accord No.Pol.: DK-261-IE, bernama Andryan Kharismawan Shahputra (26) mahasiswa, warga Blimbing Indah Tengah V, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan pengemudi kendaraan Sedan Audi Nopol N 1294 JS bernama Aldo Putra Kusuma (25) warga Jl Ikan Paus, Kota Malang, hingga Senin (5/8/2019) siang, masih diamankan di unit Laka Lantas Polres Malang Kota.

Mereka telah dijadikan tersangka terkait kasus laka lantas di Jl. Letjen S Parman depan Showroom Damai Mobil Kota Malang, pada Minggu (4/8/2019) pukul.02.30. Bahkan akibat aksi kebut-kebutan keduanya ini, melukai 6 orang pengendara motor. Bahkan salah satunya meninggal dunia di lokasi.

Kanit Laka Lantas Polres Malang Kota Ipda Deddy, saat ditemui Memontum.com pada Senin siang, mengatakan bahwa kedua tersangka tetap berada di unit laka lantas dan tidak di perbolehkan untuk pulang.

” Keduanya tetap diamankan dan belum diperbolehkan pulang. Mereka kami kenakan Pasal 310 ayat 4 UU RI No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Keduanya kooperatif mengakui kesalahanya,” ujar Ipda Deddy.

Rencananya pada Selasa (6/8/2019) pukul 09.00, petugas Laka Lantas Polres Malang Kota akan melakukan olah TKP pukul 09.00. ” Besok olah TKP untuk menambah keterangan,” ujar Ipda Deddy saat ditemui di kantornya.

Seperti yangbdiberitakan sebelumnya, aksi kebut-kebutan di Jl Raya Letjend S Parman- Jl A Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (4/9/2019) pukul 02.30, menelan korban jiwa. Akibat aksi kebut-kebutan itu, 5 orang gatus dirawat di rumah sakit dan 1 ibu-ibu meninggal dunia di lokasi kejadian.

Dalam kejadian ini orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni pengemudi kendaraan Honda Accord No.Pol.: DK-261-IE, bernama Andryan Kharismawan Shahputra (26) mahasiswa, warga Blimbing Indah Tengah V, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan pengemudi kendaraan Sedan Audi Nopol N 1294 JS bernama Aldo Putra Kusuma (25) warga Jl Ikan Paus, Kota Malang.

Sedangkan orang-orang yang tertabrak yakni pengendara kendaraan Honda Vario 125 Nopol N 6895 GX, Julio Erianto (16) pelajar warga Leaanpuro Gang II, membonceng Salman Alfarisi (19)warga Jl Mayjend Sungkono, VI, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Pengengda Motor Vario 150 Nopol N 3836 AAW, Anto Anugrah Catur (27) warga Jl Simpang Peltu Sujono, Kota Malang, membonceng Ditta Putri (21) warfa Dusun Bondosari, Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Diajeng Tri Lestari (20) warga Dusun Sanan, Deaa Watugede, Kecamatan Singosari dan Sri Widias Nanik (34) warga Jl Randu Agung, Desa Gondang Barat, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dari para korban ini, 5 orang dilarikan ke IGD RSSA Malang, sedangkan Sri Wudias Nanik meninggal di lokasi.

Informasi Memontum, menyebutkan bahwa dini hari itu, pengemudi Honda Accord dan pengemudi Sedan Audi saling berkejar-kejaran dari arah selatan ke uatara dengan kecepatan tinggi. Tepatnya di Jl. Letjen S Parman depan Showroom Damai Mobil Kota Malang, mobil Honda Accord tersebut menabrak motor Vario dikendarai Julia dan motor Vario yang dikendarai Anto, yang melaju di depannya.

Baca : Kebut -kebutan di Jalan, Mobil Terjang 6 Orang, Satu Tewas

Benturan keras pun terjadi, 6 orang tertabrak mobil dengan kecepetan tinggi. Disaat bersamaan, belakang mobil Hinda Accord ditabrak sedang Audi yang juga dengan kecepatan tinggi. Kejadian itu cukup mengundang perhatian warga sekitar hingga melakukan pertolongan. Saat itu ke 6 orang korban sudah bergelempangan di jalan.Sru Widias Nanik tak tertolong, dia mengalami luka parah dikepala dan meninggal dunia.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Unit Laka Lantas Polres Malang Kota. Petugas segera datang ke lokasi melakukan penyelidikan dan memibta keterangan para saksi. Diduga baik pengemydi Honda Accord maupun Audi dalam kondisi menenggak minuman keras.

” Dari informasi awal, kedua mobil itu saling kebut-kebutan dari arah selatan ke utara. Keduanya saling mengenal dan pengaruh minunan keras. Kami masih terus melakukan penyelidikan dan meminta ketwrangan para saksi,” ujar Kanit Laka Lantas Ipda Deddy. (gie/yan)

 

Hukum & Kriminal

Motif Pembunuhan Dampit Terungkap! Tanah Diminta Dijual, Ibu Dihina, Cekik Istri

Diterbitkan

||

Motif Pembunuhan Dampit Terungkap! Tanah Diminta Dijual, Ibu Dihina, Cekik Istri

Memontum Malang – Jajaran Polres Malang akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan perempuan warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam konferensi pers pada Sabtu (4/4/2020), pelaku yang diketahui berinisial AW (46) tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah suami korban.

Sementara itu, motif pembunuhan yang menewaskan korban bernama Suliani (44) ini disebabkan pelaku merasa sakit hati, karena korban sering mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang kurang baik. Sehingga menyakiti hati pelaku.

Tersangka Agus di Polres Malang. (gim)

Tersangka Agus di Polres Malang. (gim)

“Setelah sekitar 4 jam penyelidikan dan melakukan observasi di wilayah, Polres dapat menemukan pelaku. Motifnya, ada unsur sakit hati. Selama ini berdasarkan pengakuan pelaku, korban banyak bwrkara kurang baik, sehingga menyakiti hati pelaku. Pelaku emosi dan akhirnya melakukan upaya penyiksaan, hingga akhirnya berujung pembunuhan,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan oleh AKBP Hendri Umar, kejadian tersebut diawali pada Kamis (2/4/2020) sekitar puki 11.30 malam, pelaku dna korban berencana untuk pergi ke daerah Wajak, untuk menyelesaikan beberapa urusannya. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar kebun sengon wilayah Desa Jambangan, Kecamatan Dampit pelaku memberhentikan motornya dan beralasan akan buang air kecil.

“Saat itulah korban dan pelaku turun dari kendaraannya. Pelaku memukul korban di bagian belakang kepalanya dengan potongan kayu yang ia temukan di sekitar lokasi. Korban sempat melakukan perlawanan kepada pelaku. Ada bukti bekas cakaran di dada pelaku,” imbuh AKBP Hendri Umar.

Berdasarkan hasil visum, korban meninggal karena kehabisan nafas lantaran dicekik pelaku.

“Setelah korban tersungkur, pelaku menyeret korban beberapa meter dari lokasi berhentinya tadi. Setelah itu korban dicekik dan disekap menggunakan jaket hingga korban meninggal, dan jaketnya digunakan untuk menutupi jasad si korban. Dari hasil visum, juga ditemukan beberao luka di bagian tubuh korban, dan juga ada pendarahan di rongga dada,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sementara itu, Polres Malang juga akan menggelar rekonstruksi di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

BACA : 

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, pelaku mengaku sakit hati lantaran si korban menghina orang tua pelaku dengan sebutan pelacur. Selain itu, korban juga sering mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang tidak pantas. Pelaku pun juga mengaku menyesal atas tindakannya yang menyebabkan istrinya meninggal.

“Saya sakit hati, karena orang tua saya dibilang lonte (pelacur). Selain itu masalah tanah, saya niatnya tanah ini untuk keperluan anak saya. Tapi dia malah minta untuk dijual buat keperluan dia sendiri,” jelas AW di hadapan AKBP Hendri Umar SIK MH, Sabtu (4/4/2020) siang. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Suliani Korban Pembunuhan Dampit Sempat Duel Lawan Pembunuh

Diterbitkan

||

Video Statement Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH terkait pembunuhan. (Memontum.com)
Video Statement Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH terkait pembunuhan. (Memontum.com)

Memontum Malang – Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH pastikan korban di Dampit merupakan korban pembunuhan dilihat dari hasil identifikasi forensik di lokasi kejadian. Korban dimungkinkan sempat berduel dengan pelaku.

Ditemui Memontum.com, Hendri menyebut jika ada dua luka di tubuh korban. Yakni luka jeratan di leher korban dan luka benda tajam di kepala korban. “Panjangnya ada 5 cm. Ada luka bekas jeratan juga. Di lokasi ads tanda korban sempat berkelahi,” terang Hendri, Jumat (3/4/2020) sore.

Korban pembunuhan

Korban pembunuhan

Menurut Hendri, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengecek alibi terkait penemuan jenazah korban. “Benar dia pulang dari Malaysia, 2019 lalu. Kami masih selidiki lebih lanjut,” terang Hendri kepada Memontum.com.

Terpisah dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Handaru Rahutomo mengatakan, saat ini sudah ada beberapa orang dibawa ke Polsek Dampit untuk dimintai keterangan dan dilakukan pemeriksaan. Salah satu yang juga turut diperiksa yakni suamin korban.

“Suami korban sudah ada Polsek Dampit untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Jumat (3/4/2020).

Dari pemeriksaan sementara, diketahui terdapat luka sayatan senjata tajam (sajam) di belakang telinga kepala bagian kanan korban.

“Kalau dari luka robekannya itu rapi, itu senjata tajam, dan kepalanya seperti ada luka memar,” imbuh dia.

BACA :

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk sementara, korban diketahui keluar terakhir pada Kamis (2/4/2020) malam. Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, dimana ada empat tim yang telah dibentuk.

“Hingga saat ini masih dalam penyelidikan, dan kita masih belum dapat konfirmasi barang apa saja yang dibawa. Rumahnya diketahui cukup dari lokasi ditemukannya korban, jadi kayaknya gak mungkin kalau jalan kaki,” pungkasnya. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pulang dari Luar Negeri, Wanita Dampit Terbunuh

Diterbitkan

||

Pulang dari Luar Negeri, Wanita Dampit Terbunuh

Memontum Malang – Warga Dampit digegerkan dengan penemuan mayat perempuan Jumat (3/4/2020) pagi. Mayat perempuan yang diketahui bernama Suliani tersebut ditemukan di kebun sengon dan tebu. Tepatnya di wilayah Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Menurut keterangan yang disampaikan saksi bernama Sumali warga RT 05 RW 01 Sumbersari Desa Jambangan, dirinya menemukan korban tergeletak di bawah pohon pisang di area sekitar kebun sengon pada pukul 06.00.

Evakuasi dan identifikasi jenazah korban. (ist)

Evakuasi dan identifikasi jenazah korban. (ist)

Setelah itu Sumali, memberitahukan kejadian tersebut kepada dua saksi lainnya, yakni Ngatini warga Desa Jambangan dan Sukirno selaku Perangkat Dusun (Kamituwo) setempat.

Setelah itu, ketiga saksi tersebut melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Dampit dan kepada Kepala Desa. Dugaaan sementara, wanita yang diduga warga Desa Pamotan tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pamotan, Gatot Sudarmanto membenarkan bahwa korban adalah warga Desa Pamotan. Tepatnya yakni warga RT 01/RW 05 Desa Pamotan, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.

BACA :

“Iya mas betul, korban adalah warga Desa Pamotan, RT 01/RW 05. Dari informasi yang beredar, beberapa bulan yang lalu korban baru pulang dari luar negeri,” ujar Gatot saat dihubungi melalui pesan singkat.

Dari informasi yang dihimpun, korban yang diketahui berusia sekitar 40 tahun ini, jenazahnya ditemukan sekitar 4 km dari rumahnya. Korban yang sehari-hari diketahui berternak puyuh ini mempunyai dua orang anak. “Saat ini jenazahnya masih diotopsi,” pungkas Gatot. (gim/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler