Connect with us

Hukum & Kriminal

Gasak Motor Kenalan, Pria Gemulai Mewek Difoto Wartawan

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH saat merilis tersangka Yunus alias Cece. (gie)

Memontum Kota Malang – Yunus Harianto alias Cece (41) warga asal Dusun Glatik Timur, Desa Glagah Sari, Desa Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, yang sehari-harinya kontrak di Jl Teluk Etna, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (21/8/2019) siang, dirilis di Polres Malang Kota. Pria gemulai ini tampak mewek saat kamera wartawan mengabadikan wajahnya memakai baju tahanan warna oren.

Dia adalah pelaku Curanmor yang telah mencuri motor Honda Beat Nopol N 4503 AAR milik Kurnia Urip Basuki (53) pengusaha salon, warga Jl Permadi, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada 3 Agustus 2019, siang. Modusnya, korban dicekoki Miras hingga tertidur hingga motor berhasil dicuri.

Informasi Memontum, menyebutkan bahwa Yunus alias Cece sudah mengenal Urip Basuki karena sama-sama berkecimpung di bisnis salon. Pada 3 Agustus 2019, siang, Cece datangi salon milik Urip. Dia berpura-pura hendak menyewa kostum.
Tak lama kemudian Cece pergi dan tak lama kemudian kembali membawa Miras.

Keduanya kemudian berpesta miras. Namun sesuai rencana, Cece mencekoki korbannya lebih banyak. Hal itu membuat Urip mabuk hingga memilik untuk tidur siang. Saat mengetahui korbannya tidur, Cece langsung beraksi mencuri motor Honda Beat yang di parkir depan salon.

Aksi itu bisa berjalan dengan mudah dikarenakan kunci motor juga berada di atas meja. Usai mencuri motor tersebut, Cece membawanya pulang ke rumah kontrakan. Dia melepas Nopol kendaraan. Selanjutnya Cece membawanya ke rumah Muhaimin (36) temannya, warga Dusun Genengan, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Motor Honda Beat digadaikan ke Muhaimin seharga Rp 3 juta. Sementara itu, korban yang mengetahui motornya hilang segera melapor ke Polres Malang Kota. Petugas Reamob Polres Malang Kota melakukan pencarian hingga berhasil mengetahui rumah kontrakan Cece.

Petugas menangkap Cece di rumah kontrakannya. Dia.kemudian mengaku kalau motor itu digadaikan ke ke Muhaimin. Petugas melakukan pengembangan menangkap Muhaimin di rumahnya dan mengamankan barang bukti motor.

Meakipun tidak ditahan, Muhaimin tetap dijadikan tersangka kasua 480 KUHP, penadah motor curian. Dikarenakan dia telah menerima gaidai motor boding tanpa nopol, STNK dan BPKB. Sedangkan Cece dilakukan penahanan terkait kasus Curanmor.

Ternyata Cece adalah residivis kasus penggelapan. Selain itu beberapa hari sebelum curi motor, dia juga sudah dilaporkan polisi terkait gendam perhiasan emas. Kepada petugas, Cece mengaku kalau uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bayar hutang dan mempercantik diri.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH mengatakan bahwa tersangka Yunus alias Cece dikenakan Pasal 363 KUHP. ” Tersangka kami tangkap karena kasus Curanmor. Dia kami kenakan Pasal 363 KUHP,” ujar AKBP Asfuri.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna SH SIK menambahkan bahwa Cece juga dilaporjan kasus pengendaman perhiasan emas.

” Selain kasus Curanmor. Dia juga dilaporkan kasus gendam emas. Modusnya dia berpura-pura memijat korbannya seorang perempuan dan membawa kabur perhiasan emas senilai Rp 30 juta,” ujar AKP Komang. (gie/yan)

 

Hukum & Kriminal

Penganiayaan Siswa SMKM 2 Kota Malang, Sang Motivator Ditangkap di Surabaya

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00.

Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan terhadap anak UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini Agus masih terua menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. “Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian ini dan akan menindak pelaku sesuai hukum yang ada.

“Walikota Malang, Bapak Dandim dan semua elemen masyarakat merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan tindakan tegas dalam proses ini, prosedural, profesional dan tasparan,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga pukul 15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 pelajar sudah melapor. Ada 1 yang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberapa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Garong Spesialis Jebol Dinding Rumah Kosong Pakis Ngaku 19 X Aksi

Diterbitkan

||

DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)
DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)

Memontum Malang – Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis.

Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Benar, kami tangkap 2 tersangka dini hari tadi. Barang bukti sejumlah alat elektronik masih kami data dan dalami penyidikan,” ungkap Iptu Sutiyo SH Mhum, Kapolsek Pakis kepada Memontum.com.

Kedua tersangka, tepatnya diringkus petugas Jumat (18/10/2019) pukul 01.30. Tersangka tidak berkutik lantaran saat digeledah kedapatan membawa ponsel hasil curian. Ada pula sebanyak 27 lembar tanda terima gadai barang hasil curian.

Tiga aksi tersangka diakui pernah dilakoni di rumah Surgiyanto (60) warga Perum Asrikaton Indah G10, RT05/ RW09 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Aksi pelaku berlangsung saat Salat Idul Adha, Minggu 11 Agustus 2019 silam dan kisaran 2019.

Kedua tersangka melubangi tembok rumah korban dengan obeng. Di dalamnya, tersangka menjarah 4 buah ponsel dan uang tunai jutaan rupiah.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku menjual gadai barang-barang hasil curiannya. Barang-barang curian itu diterima, sejumlah pegadaian dan warga.

Jadi barang bukti, Dos Book HP Samsung Galaxy A6+, Dos Book HP Oppo A83, Dos Book HP Samsung Galaxy J2 Pro, Dos Book Xiaomi 4X, HP Merk Oppo A83, HP Merk Samsung Galaxy J2 Pro, HP Merk Xiaomi 4X dan sebuah obeng warna merah.

Akibatnya perbuatannya, kata Sutiyo, tersangka diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

Hingga kini, penyidik Polsek Pakis masih mendalami kasus ini dan mendata sejumlah barang bukti. Sementara, hasil pemeriksaan terungkap, tersangka hanya beraksi di wilayah Pakis. (sos)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Diterbitkan

||

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Memontum Malang – Dari 6 pelaku, tiap orang memiliki peran masing-masing. Tersangka Bambang, diduga sebagai perencana penculikan, penyedia sarana mobil, memukul korban, mendorong korban hingga jatuh ke sungai. Bambang juga menyuruh tersangka lain memukuli korban Bangkit.

Pelaku ARP sebagai pengikat korban dan turut memukuli korban. Begitu juga tersangka Krisna. Ia ikut memukul korban sebanyak 3X. Ia kebagian mendapat uang rampasan Rp 200 ribu. Uang itu didapat dari pelaku lain berinisial ARP.

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

Pelaku ARP sendiri merampas harta korban dan membagi hasil rampasan. Pelaku MIR turut menentukan lokasi eksekusi, memukuli korban dan bersama ARP merampas harta korban. Rizaldy sebagai pemukul korban dan menerima uang Rp 200 ribu.

Khusus tersangka RRN, ia sebagai pemberi kabar keberadaan Bangkit pada tersangka Bambang. Ia turut pula mendorong korban masuk ke dalam mobil serta menghalangi korban saat berniat pulang.

BACA : Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, terhadap para pelaku, jeratan pasal yang disangkakan yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP. Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 170 Tentang pengeroyokan dan Pasal 338 Tentang pembunuhan. (sos)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler