Connect with us

Lumajang

Program Bedah Rumah di Desa Jatirejo Kunir Lumajang Disoal

Diterbitkan

||

Program Bedah Rumah di Desa Jatirejo Kunir Lumajang Disoal

Memontum Lumajang – Pelaksanaan bedah rumah di Desa Jatirejo Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang Jawa Timur dipersoalkan, pasalnya ada sejumlah kejanggalan terkait mekanisme pencairan anggaran dan pelaksanaannya.

Salah seorang penerima program bedah rumah, Supadi (68) warga Dusun Jatisari Desa Jatorejo menyampaikan pada wartawan memontum.com, Selasa (27/8/2019). Bahwa mulanya dia dipanggil ke Balai Desa Jatirejo sekira pertengahan bulan lalu, katanya mau menerima uang 10 juta untuk bedah rumah.

“Tapi saat dibawa ke Kecamatan, uangnya saya suru megang, lalu difoto, lalu setelah itu uangnya diambil lagi, saya tidak menerima uang, yang mengambil kembali, namanya Siti, salah seorang staf Desa Jatirejo”, kata Supadi.

“Saya terima dua kali, pertama 5 juta dan yang kedua 5 juta. Tapi itu semua diambil Bu Siti. Saya cuma diberi tau, ini biayanya bedah rumah,” imbuhnya.

Pasca hal itu kata Supadi, Tak lama kemudian datang material bangunan berupa batako sebanyak 500 biji, pasir 1 motora sekira 2,5 kubik, kapur gamping 5 kuintal, semen 4 karung tak lama ditambah 1 jadi 5 karung yang langsung diantar kerumahnya.

“Pohon bayur, tiang penyangga teras awalnya dapat 3 biji, tapi yang 1 dibawa katanya dioper. Jadi yang dipakai disini 2 biji. Lalu kalsiboard dari 17 lembar yang didapat, sisa 7 itupun dibawa pergi dioper ke tempat lain”, ungkap Supadi.

Pantauan media ini, didalam rumah Supadi, ada dinding anyaman bambu, dan kalau kalsiboard sisa tersebut dijadikan pengganti, maka akan memperbagus hasil. Belum lagi, tembok bagian utara rumah Supadi jadi satu dengan rumah anaknya. Cuma di cat warna hijau. Terlihat bambu tiang penyangga karena memang tak ada dinding, melainkan numpang ke rumah sebelah milik anaknya tersebut.

“Kalau di kalkulasi totalnya ya tidak sampai 10 juta mas,” ujar Supadi.

Demikian halnya dirasa oleh Santo (38) yang juga penerima bedah rumah. Menurutnya, jika dalam pelaksanaan bedah rumah di desanya. Dirasa tidak ada keterbukaan. Material yang diterimapun, dirasa tak sesuai dengan dana yang dianggarkan.

Santo juga menuturkan, jika kayu usuk untuk teras rumahnya, ia beli dengan uang sendiri, tiang penyangga dan asbes lama rumahnya yang kembali dipasang.

Mulanya warga penerima bedah rumah, tidak berfikiran lain. Akan tetapi pasca pencairan dana diwaktu sebelumnya, warga bertanya – tanya, rincian belanja, yang hingga kini tak diketahui olehnya, hal inilah yang memantik dugaan adanya penyelewengan terkait program bedah rumah di Desa Jatirejo.

Rencananya dugaan ketidak wajaran akan pelaksanaan bedah rumah di Desa Jatirejo Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang itu, akan diadukan ke Mapolres Lumajang Jawa Timur. (adi/yan)

 

Advertisement

Terpopuler