Connect with us

Bangkalan

Tangkap Kurir Sabu, Satgas Brantas Narkoba Sita 1,46 Kilogram

Diterbitkan

||

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan Tunjukan Barang Bukti Sabu Seberat 1,46 Kilogram, Minggu (8/9/2019)

Lewati Jalur Laut, Hingga Lapas Porong

Memontum Bangkalan – Satuan Tugas (Satgas) Brantas narkoba polres Bangkalan berhasil menggagalkan peredaran narkoba di Bangkalan. Empat orang beserta barang bukti sabu seberat 1,463,01 gram berhasil diamankan, ungkap kasus ini dirilis kemarin (8/9/2019) di Mapolres Bangkalan.

Keempat tersangka yakni Ahmad Faisal (28) asal Gang Karimun 1 Keluarahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Abdul Malik (49) Dusun Batomoguk Desa Dabung Kecamatan Geger,Bangkalan. Selain itu ada Rahmad Fajar Suhaemi (19) dan Salamin (23) asal Jalan Sersan Mesruh lll Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan.

Para pelaku tidak diamankan di waktu dan lokasi yang sama. Namun, mereka telah dipastikan salah satu jaringan dari kasus Sokobanah Sampang yang berhasil diungkap beberapa waktu lalu oleh Polda Jatim.

Penangkapan bermula dari Rahmad bersama Salamin pada 12 Agustus lalu. Keduanya berhasil diringkus di sebuah rumah di Kampung Pesalakan Kelurahan Kemayoran,Bangkalan. Dari penangkapan tersebut, terungkap keduanya merupakan kaki tangan salah satu bandar yang berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Porong,Sidoarjo.

Keduanya terbukti menyimpan sabu sebanyak 203,51 gram yang tersimpan di dua klip berbeda. setelah diselidiki, mereka memiliki jalur peredaran dari Lapas Porong – Pamekasan dan Sokobanah,Sampang.

“Kedua tersangka disuruh oleh salah satu Napi di Lapas Porong. Saat ini kami sudah kantongi identitasnya dan pengembangan terus kami lakukan karena ada keterlibatan pelaku lain yang sedang kami buru,” terang Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Paludin Tambunan.

Selain kedua pelaku tersebut, polisi berhasil mengamankan Abdul Malik pada 19 Agustus lalu di rumahnya di Dusun Batu Moguk Desa Dabung Kecamatan Geger,Bangkalan. Dari tangan Malik, polisi berhasil mengamankan 248,39 gram yang terbagi dalam 5 klip sabu.

Saat ini polisi telah mengembangkan kasus tersebut dan sedang memburu penyuplai dan perantara barang haram tersebut. Identitas telah dikantongi dan keduanya telah masuk dalam daftar buronan polisi. Malik sendiri memiliki jalur peredaran di Bangkalan tepatnya wilayah Kecamatan Geger, Konang dan Lantek Timur serta Sokobanah,Sampang.

“Kami telah kembangkan, ada dua inisial nama yakni HF dan ML yang saat ini kami cari, dan untuk tersangka malik ini menurut pengakuan telah melakoni bisnis haram ini selama satu tahun,” tambahnya.

Sementara itu, satu pelaku lain yakni Ahmad Faisal yang berhasil diamankan di Jalan Raya Tanjungbumi pada 23 Agustus lalu. Polisi berhasil menyita 1011,22 gram dari tangannya. Setelah diselidiki, ia mengaku membawa barang haram tersebut melalui jalur laut Madura. Diduga, ia membawa sabu melalui pelabuhan Telaga Biru Kecamatan Tanjungbumi yang biasa digunakan untuk menyeberangkan hewan ternak sapi dan kambing menuju Kalimantan.

Faisal juga memiliki jalur peredaran yang berbeda yakni Kalimantan – Bangkalan – Sokobanah,Sampang. Polisi terus mengembangkan kasus tersebut dan menganalisa alat komunikasi mereka. Sebab, dari ponsel mereka terkuak bukti peredaran tersebut.

“Menurut analisis IT kami, banyak tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini. Dan memang mayoritas menyebutkan jalur laut madura sebagai salah satu jalan peredaran,” terang mantan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim itu.

Dari tersebut penyitaan sabu 1,46 Kilogram seharga Rp 1,75 Milliar berhasil diamankan. Hal itu berarti sebanyak 30 ribu jiwa berhasil diselamatkan. Dan atas perbuatannya tersebut keempatnya dijerat pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Mereka pun diancam hukuman mati atau pidana seumur hidup dan denda maksimal Rp 13 Miliyar. (isn/nhs/yan)

 

Bangkalan

Lihat Pengerukan Tanah, Dibabat Clurit dan Parang 8 Orang

Diterbitkan

||

Terkapar, Abdul Aziz mengalami luka bacok sedang dirawat di RSUD Syamrabu

Memontum Bangkalan – Nasib naas menimpa Abdul Aziz (50) Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan hari ini (25/9/2019). Ia dibacok oleh 8 orang saat mengawasi pengerukan tanah di Dusun Jung Anyar Pesisir Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan.

Mulanya pada pukul 10.00, Aziz beserta Ali anaknya dan ARS kerabatnya melakukan pemantauan pengerukan tanah. Kemudian datang dan menanyakan tanah yang dikeruk apakah milik H Rawi. Namun ketiganya tak menjawab.

Selisih beberapa menit, ARW beserta 7 rekannya datang kembali dengan membawa clurit dan parang. Mereka langsung menyerang Abdul Aziz, hingga mengalami luka parah di bagian kepala.

Setelah melihat korban terluka, sekelompok orang itu kabur meninggalkan Aziz yang telah terkapar. Kemudian Ali dan ARS membawa Aziz ke Puskesmas setempat kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu bersama kepala desa Jung Anyar, Nazir.

“Iya, korban dikeroyok oleh ARW cs dengan parang dan clurit. Saya berharap pelaku segera ditangkap,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Socah AKP Hartanta menyampaikan kasus ini telah ditangani oleh polres Bangkalan. Diakuinya, seluruh pelaku saat ini masih dalam pengejaran.

“Pelaku masih dalam pengejaran. Untuk korban saat ini sudah dirawat di RSUD Syamrabu dan mengalami luka dibagian kepala, punggung serta wajah,” ucapnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Berlanjut, Warek III UTM Dilaporkan ke Polisi

Diterbitkan

||

Efendi Ketua umum HMI cabang Bangkalan dan Kuasa Hukum melaporkan Agung Ali Fahmi Ke Polres Bangkalan

Memontum Bangkalan Kasus pelecehan atau pencemaran nama baik terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) oleh wakil rektor lll Agung Ali Fahmi terus berlanjut. Hari ini, HMI UTM melaporkan Agung atas dugaan pencemaran nama baik, Rabu (18/9/2019) malam.

Atas viralnya WhatsApp Agung Ali Fahmi tersebut, pihak HMI menilai Agung telah mencemarkan nama baik HMI. Agung juga dinilai tidak layak mencuitkan hal tersebut sebab dirinya merupakan salah satu pimpinan UTM, apalagi membidangi kemahasiswaan.

“Kami telah melaporkan Agung Ali Fahmi Warek lll UTM atas pencemaran nama baik HMI. Kami menilai Agung sebagai warek lll yang membidangi kemahasiswaan, tidak seharusnya mengungkapkan hal tersebut hingga menimbulkan perpecahan dan menjatuhkan korban,” ucap Arif Sulaiman Kuasa Hukum Efendi Ketua umum HMI cabang Bangkalan.

Baca : Cuitan Warek lll UTM Berbuntut, Dua Mahasiswa Jadi Korban

Sebelumnya, Agung telah didemo oleh ratusan massa yang tergabung dalam HMI dari berbagai wilayah. Namun, Agung malah membuat massa tandingan hingga terjadi bentrokan.

Atas perbuatannya ini agung dituntut 45 A ayat 2 junto pasal 27 ayat 3 junto pasal 28 ayat 2 undang-undang 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 310 ayat 1 KUHP tentang pencemaran nama baik. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Sertifikat Tak Keluar, LBH Tjakraningrat Datangi BPN

Diterbitkan

||

LBH Tjakraningrat saat mendatangi BPN

Memontum Bangkalan – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tjakraningrat mendatangi kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) hari ini (12/9/2019). Ia menuntut BPN segera mengeluarkan sertifikat kepemilikan tanah Hasunah yang telah bertahun-tahun tak kunjung mendapatkan penyelesaian.

Jimhur Saros, selaku kuasa hukum Hasunah mengaku telah mengajukan pembuatan sertifikat sejak 22 mei 2018. Namun, hingga kini sertifikat yang diinginkan tak kunjung diberikan.

“Permasalahan tanah ini sudah bergulir sejak tiga tahun yang lalu. Jadi, tanah milik Hasunah ini yang mulanya masih petok D kemudian berpindah tangan ke orang lain dalam bentuk sertifikat, padahal Hasunah sendiri tidak pernah menyerahkan tanah tersebut,” ucapnya.

Zaini salah satu kuasa hukum juga turut menimpali, ia menyampaikan sebelum berubah nama menjadi milik orang lain, oknum BPN melakukan pengukuran tanpa adanya surat pemberitahuan pada Hasunah. Kemudian ia bersama tim memproses hal tersebut secara hukum dan menang di pengadilan.

“Kita sudah menang di pengadilan. Dengan berkas sebanyak ini kenapa sertifikat balik nama tidak kunjung dikeluarkan. Padahal secara hukum tanah itu sah milik Hasunah,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Saefudin Kasi Penanganan Masalah BPN Bangkalan meminta maaf atas proses panjang tersebut. Ia mengaku baru saja menyelesaikan hal tersebut dan akan segera mengeluarkan sertifikat.

“Kami meminta maaf karena memang memerlukan proses yang panjang agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan serupa. Dan ini kebetulan, sebelum seluruh tamu datang kesini sertifikatnya juga sudah selesai,” terangnya.

Ia mengaku, memiliki banyak pekerjaan persengketaan tanah yang perlu diselesaikan BPN. Sehingga, banyak sengketa tanah itu yang masih menunggak untuk diselesaikan. (ist/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler