Connect with us

Hukum & Kriminal

Kirim Foto Bugil, Oknum Anggota Dewan Kabupaten Malang Diadukan ke Polisi

Diterbitkan

||

Dahri Abdussalam saat di ruang Penyidik Polres Malang. (Ist)

Memontum Malang – Kuncoro, seorang Anggota DPRD Kabupaten Malang yang baru dilantik diadukan ke Polres Malang, Selasa (10/9/2019) kemarin.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)sekaligus suami Etti Widiastuti Kades Kedok Kecamatan Turen ini dilaporkan oleh seorang wanita berinisial SW warga Desa Bakalan Kecamatan Bululawang yang merupakan istri sirinya.

Dahri Abd Salam SHi selaku kuasa hukum SW menjelaskan, permasalahan ini muncul, setelah Kuncoro melaporkan SW ke Polres Malang tgl 30/8/2019 lalu, terkait penggelapan uang sebesar Rp 200 juta.

“Setelah dilaporkan ke Polres Malang,klien saya koordinasi minta pertimbangan hukum terkait foto bugil yang dikirim oleh Kuncoro. Seminggu kemudian, foto itu justru dikirim kembali oleh istri Kuncoro Etti Widiastuti yang baru dilantik sebagai Kades Kedok, ” ujar Dahri Rabu (11/9/2019) kemarin.

Juga dijelaskan Dahri, selain Laporan pengiriman foto bugil, juga percakapan tidak senonoh antara Kuncoro saat bermesraan bersama SW.

Disinggung, mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan, Dahri akan minta perlindungan, selain kepada para kyai juga LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) di Surabaya. Tak hanya itu, Dahri juga akan lapor ke PWNU dengan maksud minta perlindungan serta dukungan warga nahdliyin.

“Sejak beberapa hari ini klein kami mengaku terimintidasi. Katanya sering terima telpon dari nomor tak dikenal. Mereka meminta, agar uang sebesar Rp 200 juta itu segera dikembalikan, ” ulas Dahri.

Lanjut Dahri, dalam surat pengaduan yang disampaikan, dijelaskan bahwa SW dan Kuncoro sudah mengenal sejak Maret 2018 lalu. SW sering diajak oleh Kuncoro setiap kali ada kunjungan kerja dewan.

Dari hubungan kedekatan itu, kemudian pada Maret 2018, Kuncoro mengajak SW berhubungan badan di kamar Hotel di Surabaya. Karena sudah sering kali berhubungan badan, akhirnya pada bulan Agustus 2018, Kuncoro menikahi SW secara siri di Prigen, Pasuruan lewat bantuan seorang ustad.

Setelah resmi menikah siri, beberapa minggu kemudian, SW meminta pertimbangan kepada Kuncoro untuk meminjam uang pada Bank BRI. Alasannya, sebagai modal usaha bisnis pasir.

“Tetapi saat itu oleh Kuncoro, dia tidak boleh meminjam uang di Bank BRI. Dia malah dikasih uang Rp 100 juta, untuk modal dan sumber pemasukan sehari-hari. SW sempat menolak tetapi ngotot supaya saya menerimanya,” beber SW.

Juga diakui SW, setelah itu, bulan berikutnya dirinya diberi lagi Rp 90 juta dan Rp 5 juta tanpa sebelumnya meminta. “Alasannya untuk tambahan modal usaha. Uang tersebut bukan pinjam, tetapi diberi untuk tambah modal usaha,” sambung SW.

Permasalahan terjadi, setelah perselingkuhan Kuncoro dengan SW terbongkar oleh EW istri sah dari KC. EW kemudian mendatangi SW dan meminta untuk menjauhi suaminya. Bahkan EW juga mengirim foto telanjang SW di sebuah kamar hotel yang diambil dari ponsel milik Kuncoro.

“Ketika difoto bugil itu, saya sama sekali tidak tahu. Begitu tahu, sudah meminta agar segera menghapusnya. Tetapi foto itu tidak dihapus,” ucap SW, yang dibenarkan oleh kuasa hukumnya.

Merasa hubungannya dengan Kuncoro terbongkar, SW mencoba menghindar. Setiap kali diajak bertemu dan hubungan badan, SW menolak karena sudah berjanji pada EW untuk tidak menemuinya lagi.

Diduga karena kesal SW tidak bisa ditemui inilah, akhirnya Kuncoro meminta semua uang yang diberikan kepada SW agar segera dikembalikan. Lantaran SW selama ini merasa tidak pernah meminjam, akhirnya oleh KC dilaporkan penipuan serta penggelapan ke Polres Malang.

Merasa tidak pernah melakukan penipuan inilah, akhirnya SW menunjuk kuasa hukum untuk melaporkan balik Kuncoro ke polisi. Bahkan, melalui kuasa hukumnya juga berkirim surat ke Kantor DPC PKB Kabupaten Malang.

“Tuntutan kami ke DPC PKB, meminta yang bersangkutan diberhentikan dari jabatan sebagai anggota dewan. Termasuk meminta polisi supaya tegas mencermati kasus ini,” tegas Dahri Abd Salam. (Sur/oso)

 

Hukum & Kriminal

Penganiayaan Siswa SMKM 2 Kota Malang, Sang Motivator Ditangkap di Surabaya

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00.

Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan terhadap anak UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini Agus masih terua menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. “Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian ini dan akan menindak pelaku sesuai hukum yang ada.

“Walikota Malang, Bapak Dandim dan semua elemen masyarakat merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan tindakan tegas dalam proses ini, prosedural, profesional dan tasparan,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga pukul 15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 pelajar sudah melapor. Ada 1 yang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberapa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Garong Spesialis Jebol Dinding Rumah Kosong Pakis Ngaku 19 X Aksi

Diterbitkan

||

DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)
DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)

Memontum Malang – Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis.

Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Benar, kami tangkap 2 tersangka dini hari tadi. Barang bukti sejumlah alat elektronik masih kami data dan dalami penyidikan,” ungkap Iptu Sutiyo SH Mhum, Kapolsek Pakis kepada Memontum.com.

Kedua tersangka, tepatnya diringkus petugas Jumat (18/10/2019) pukul 01.30. Tersangka tidak berkutik lantaran saat digeledah kedapatan membawa ponsel hasil curian. Ada pula sebanyak 27 lembar tanda terima gadai barang hasil curian.

Tiga aksi tersangka diakui pernah dilakoni di rumah Surgiyanto (60) warga Perum Asrikaton Indah G10, RT05/ RW09 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Aksi pelaku berlangsung saat Salat Idul Adha, Minggu 11 Agustus 2019 silam dan kisaran 2019.

Kedua tersangka melubangi tembok rumah korban dengan obeng. Di dalamnya, tersangka menjarah 4 buah ponsel dan uang tunai jutaan rupiah.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku menjual gadai barang-barang hasil curiannya. Barang-barang curian itu diterima, sejumlah pegadaian dan warga.

Jadi barang bukti, Dos Book HP Samsung Galaxy A6+, Dos Book HP Oppo A83, Dos Book HP Samsung Galaxy J2 Pro, Dos Book Xiaomi 4X, HP Merk Oppo A83, HP Merk Samsung Galaxy J2 Pro, HP Merk Xiaomi 4X dan sebuah obeng warna merah.

Akibatnya perbuatannya, kata Sutiyo, tersangka diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

Hingga kini, penyidik Polsek Pakis masih mendalami kasus ini dan mendata sejumlah barang bukti. Sementara, hasil pemeriksaan terungkap, tersangka hanya beraksi di wilayah Pakis. (sos)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Diterbitkan

||

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Memontum Malang – Dari 6 pelaku, tiap orang memiliki peran masing-masing. Tersangka Bambang, diduga sebagai perencana penculikan, penyedia sarana mobil, memukul korban, mendorong korban hingga jatuh ke sungai. Bambang juga menyuruh tersangka lain memukuli korban Bangkit.

Pelaku ARP sebagai pengikat korban dan turut memukuli korban. Begitu juga tersangka Krisna. Ia ikut memukul korban sebanyak 3X. Ia kebagian mendapat uang rampasan Rp 200 ribu. Uang itu didapat dari pelaku lain berinisial ARP.

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

Pelaku ARP sendiri merampas harta korban dan membagi hasil rampasan. Pelaku MIR turut menentukan lokasi eksekusi, memukuli korban dan bersama ARP merampas harta korban. Rizaldy sebagai pemukul korban dan menerima uang Rp 200 ribu.

Khusus tersangka RRN, ia sebagai pemberi kabar keberadaan Bangkit pada tersangka Bambang. Ia turut pula mendorong korban masuk ke dalam mobil serta menghalangi korban saat berniat pulang.

BACA : Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, terhadap para pelaku, jeratan pasal yang disangkakan yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP. Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 170 Tentang pengeroyokan dan Pasal 338 Tentang pembunuhan. (sos)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler