Connect with us

Hukum & Kriminal

Penjual Oplosan Maut Kota Malang Diciduk

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH, Walikota Malang Drs H Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian saat rilis hasil razia Miras. (gie)

Memontum Kota Malang – Petugas Polres Malang Kota akhirnya menggerebek gudang dan toko Miras yang telah menjual kepada warga Jl Simpang Candi Panggung RW 09, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dari keterangan saksi yang masih hidup bahwa Miras tersebut dibeli dari Toko Lapota Jl Karya Timur, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Dari informasi ini petugas Polres Malang Kota dan Polsekta Lowokwaru melakukan penggerebekan di Toko Lapota hingga mengamankan Bona Bayu Christian, penjualnya. Saat diamanka dengan BB (Barang Bukti) puluhan botol arak jowo, Bona mengaku kalau dirinya adalah karyawan. Petugas kemudian melakukan pengrebekan di rumah sekaligus gudang Miras milik Hitmauli Sitorus di kawaaan Grand Sulfat Regency, Kecamatan Blimbing. Total Miras putihan yang diamankan sebanyak 500 botol.

Perlu diketahui bahwa Toko Miras di Jl Karya Timur tersebut sudah cukup lama berjualan Miras. Bahkan sudah beberapa kali dirazia petugas, namun mereka tetap saja menjual Miras. Bahkan informasinya si pemilik utama, masih mendekam dibalik jeruji karena menjual Miras Arak dalam jumlah yang cukup besar beberapa waktu lalu.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Riann saat melakukan rilis di Mapolres Malang Kota, Kamis (19/9/2019) pukul 16.30, bahwa pihaknya akan bersama -sama konsisten untuk membrantas peredaran Miras.. Dijelaskan oleh AKBP Dony, pasca kejadian Miras Oplosan di Mojolangu, pihaknya serentak makukan razia di wilayah hukum Polres Malang Kota.

“Sebanyak 1.280 botol Miras berbagai macam merk berhasil kami sita dari 14 toko di Kota Malang. Total ada 17 orang yang kami amankan. Kami menindak lanjuti secara serius. Kami lakukan upaya penyitaan, penyidikan dan proses secara hukum mengenai minuman keras tidak layak edar di willayah hukum Polres Malang Kota. Pak Walikota juga menyampaikan kepada kami mendukung tindakan pembrantasan Miras di Kota Malang. Miras ini cukup berbahaya merusak generasi muda, membahayakan kesehatan dan bahkan menyebabkan kematian,” ujar AKBP Dony.

Sedangkan hasil pemeriksaan forensik dari urin korban yang selamat terdapat kandungan alkhohol tinggi dalam darah. ” Kami imbau kepada masyarakat jika mengetahui penjualan Miras langsung laporkan kepada kami. Akan kami tindak secara serius. Kita juga akan koordinasi lintas Polres untuk mencari pabrik atau peracikan Miras,” ujar AKBP Dony.

Untuk Miras yang dikonsumsi para korban diakui oleh saksi dibeli dari Jl Karya Timur. ” Keterangan dari Korban dibeli dari Jl Karya Timur. Kami melakukan pengeledahan juga di gudangnya yang berada di Grand Sulfat. Untuk mengelabui petugas, Miras-Miras tersebut disimpan di dalam almari. Disana kita menyita 500 botol Miras yang biasanya digunakan untuk oplosan. Si penjual mengaku memang telah menjual Miras, namun tidak mengetahui siapa yang telah membelinya,” ujar AKBP Dony.

Untuk sementara para penjual Miras akan mendapatkan Sanksi Tipiring, namun kedepannya berharap Walikota Malang dan DPRD Kota Malang membicarakan secara serius terkait Perda Miras supaya menjadi non Tipiring dan sanksinya diperberat karena merusak generasi muda.
Sampai saat ini belum diketahui campuran apa yang di oplos pada arak yang dibeli oleh para korban.

“Kami masih koordinasi denga Labfor Polda Jatim untuk mengetahui penyebab kematian para korban. Apa saja yang dicampurkan ke Minuman Keras tersebut hingga menimbulkan efek kimia,” ujar AKBP Dony.

Belum diketahui campurannya apa saja, namun informasi yang didapat petugas bahwa si pengoplos adalah salah satu korban yang telah meninggal dunia.

Walikota Malang Drs H Sutiaji mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi dan mendukung petugas Polres Malang Kota dan jajarannya untuk membrantas peredaran Miras dan narkotika.

“Masyarakat supaya melapor ke aparat jika melihat peredaran Miras. Kami apresiasi dan mendukung penuh kepolisian,” ujar Sutiaji.

Sutiaji meminta supaya DPRD Kota Malang supaya Perda Minol diperketat. ” Jangan hanya sebatas Tipiring, bayar denda selesai. Supaya ada pintu lain untuk menjerat penjual dan peminum Miras yang membuat keresahan,” ujar Sutiaji.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian, menanggapi serius permintaan Sutiaji. ” Kami sepakat Pak Wali. Kita akan hentuk Pansus untuk revisi dan perbaiki Perda Minol. Harus dipidana bukan Tipiring. Sebab kami juga sangat miris, korban terakhir yang meninggal berusia 16 tahun masih baru lulus SMP. Kami aptesiasi kepada Kapolrea Malang Kota dan jajarannya bergerak cepat membrantas peredaran Miras di Kota Malang,” ujar I Made Rian.

Dalam berita sebelumnya Miras oplosan yang menewaskan 4 warga Jl Simpang Candi Panggung RW 09, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Korban meninggal yakni Agus (36) warga Jl Simpang Candi Panggung, RT 03/RW 09, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Afrizal (25) dan Warnu (60) keduanya warga Jl Simpang Candi Panggung, RT 04/RW 09, Kelurahan Mojolangu. Sedangkan Firnanda Tri Prasetio (16) warga Simoang Candi Panggung, meninggal pada Selasa (17/9/2019) pukul 19.45 di IGD RSSA Malang.

Mereka Pesta Miras saat para korban yang tergabung dalam karang taruna RW 09, Kelurahan Mojolangu, pada Sabtu (14/9/2019) melakukan bersih-beraih sekitaran lokasi Punden Beji Sari di sekitaran Makam, Kelurahan Mojolangu. Hal itu dilakukan dalam rangka bersih desa 1 Suro.

Namun sekitar pukul 23.00, diantaranya ada yang mengelar pesta Miras oplosan disekitar lokasi. Semula pesta Miras berjalan normal. Bahkan keesokan paginya acara minum.Miras kembali dilanjutkan. Namun mereka menampakan gejala tidak baik pada Minggu (15/9/2019) sore hingga Senin (16/9/2019) pagi. Para korban berjatuhan mereka merasakan mual, pusing dan muntah-muntah. Karena kondisi yang tidak baik, para korban dilarikan ke beberapa rumah sakit diantaranya RSU UMM, RSI Dinoyo dan RSSA Malang.

Efek dari arak oplosan cukup parah,. Bahkan selain pusing sebagian juga mengeluhkan sakit pada bagian dada, sesak nafas bahkan mengalami kebutaan. Agus dan Afrizal meninggal pada Senin (16/9/2019) . Sedangkan Warnu, meninggal dunia pada Selasa (17/9/2019) dini hari. (gie/yan)

 

Hukum & Kriminal

Penganiayaan Siswa SMKM 2 Kota Malang, Sang Motivator Ditangkap di Surabaya

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00.

Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan terhadap anak UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini Agus masih terua menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. “Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian ini dan akan menindak pelaku sesuai hukum yang ada.

“Walikota Malang, Bapak Dandim dan semua elemen masyarakat merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan tindakan tegas dalam proses ini, prosedural, profesional dan tasparan,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga pukul 15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 pelajar sudah melapor. Ada 1 yang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberapa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Garong Spesialis Jebol Dinding Rumah Kosong Pakis Ngaku 19 X Aksi

Diterbitkan

||

DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)
DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)

Memontum Malang – Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis.

Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Benar, kami tangkap 2 tersangka dini hari tadi. Barang bukti sejumlah alat elektronik masih kami data dan dalami penyidikan,” ungkap Iptu Sutiyo SH Mhum, Kapolsek Pakis kepada Memontum.com.

Kedua tersangka, tepatnya diringkus petugas Jumat (18/10/2019) pukul 01.30. Tersangka tidak berkutik lantaran saat digeledah kedapatan membawa ponsel hasil curian. Ada pula sebanyak 27 lembar tanda terima gadai barang hasil curian.

Tiga aksi tersangka diakui pernah dilakoni di rumah Surgiyanto (60) warga Perum Asrikaton Indah G10, RT05/ RW09 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Aksi pelaku berlangsung saat Salat Idul Adha, Minggu 11 Agustus 2019 silam dan kisaran 2019.

Kedua tersangka melubangi tembok rumah korban dengan obeng. Di dalamnya, tersangka menjarah 4 buah ponsel dan uang tunai jutaan rupiah.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku menjual gadai barang-barang hasil curiannya. Barang-barang curian itu diterima, sejumlah pegadaian dan warga.

Jadi barang bukti, Dos Book HP Samsung Galaxy A6+, Dos Book HP Oppo A83, Dos Book HP Samsung Galaxy J2 Pro, Dos Book Xiaomi 4X, HP Merk Oppo A83, HP Merk Samsung Galaxy J2 Pro, HP Merk Xiaomi 4X dan sebuah obeng warna merah.

Akibatnya perbuatannya, kata Sutiyo, tersangka diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

Hingga kini, penyidik Polsek Pakis masih mendalami kasus ini dan mendata sejumlah barang bukti. Sementara, hasil pemeriksaan terungkap, tersangka hanya beraksi di wilayah Pakis. (sos)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Diterbitkan

||

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Memontum Malang – Dari 6 pelaku, tiap orang memiliki peran masing-masing. Tersangka Bambang, diduga sebagai perencana penculikan, penyedia sarana mobil, memukul korban, mendorong korban hingga jatuh ke sungai. Bambang juga menyuruh tersangka lain memukuli korban Bangkit.

Pelaku ARP sebagai pengikat korban dan turut memukuli korban. Begitu juga tersangka Krisna. Ia ikut memukul korban sebanyak 3X. Ia kebagian mendapat uang rampasan Rp 200 ribu. Uang itu didapat dari pelaku lain berinisial ARP.

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

Pelaku ARP sendiri merampas harta korban dan membagi hasil rampasan. Pelaku MIR turut menentukan lokasi eksekusi, memukuli korban dan bersama ARP merampas harta korban. Rizaldy sebagai pemukul korban dan menerima uang Rp 200 ribu.

Khusus tersangka RRN, ia sebagai pemberi kabar keberadaan Bangkit pada tersangka Bambang. Ia turut pula mendorong korban masuk ke dalam mobil serta menghalangi korban saat berniat pulang.

BACA : Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, terhadap para pelaku, jeratan pasal yang disangkakan yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP. Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 170 Tentang pengeroyokan dan Pasal 338 Tentang pembunuhan. (sos)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler