Connect with us

Hukum & Kriminal

Aksi 3 LSM Unjuk Rasa Tuntut Diskualifikasi Kades Diduga Berijazah Palsu

Diterbitkan

||

Aksi 3 LSM Unjuk Rasa Tuntut Diskualifikasi Kades Diduga Berijazah Palsu

Memontum Situbondo – Kompak 3 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM GP SAKERA, LSM LPK, LSM KPK Situbondo ) Situbondo bersama warga Desa Battal, Kecamatan Panji menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Situbondo, Kamis (19/9/2019) pagi.

Puluhan masyarakat yang dibantu oleh tiga LSM dalam orasinya menolak keras apabila seorang warga berinisial SD untuk mencalonkan kembali sebagai balon Kades Battal pada periode mendatang.

Aksi unjuk rasa LSM bersama warga Desa Battal di depan Pemkab Situbondo, Kamis (19/9/2019) siang. (im)

Aksi unjuk rasa LSM bersama warga Desa Battal di depan Pemkab Situbondo, Kamis (19/9/2019) siang. (im)

Warga tampak membentangkan beberapa spanduk yang bertuliskan “Menolak Keras Cakades Yang Pernah Memalsu Ijazah”, “Warga Desa Battal Sudah di Dholimi Dengan Seorang Kades Yang Memalsukan Ijazah”, “Diskualifikasi Buat Calon Kades Penipu Rakyat Dan Penipu Negara”, “Mohon Diusut Tuntas Kasus Pelaporan Ke Polres Situbondo”, “Jangan Loloskan Balon Kades…”.

Tidak hanya itu saja yang diorasikan. Namun mereka meminta kejelasan pada Bupati Situbondo dan mempertanyakan kasus tersebut molor sudah beberapa tahun dan diduga ada kongkalikong dengan pihak-pihak terkait di lingkungan Pemkab Situbondo.

JH salah satu perwakilan warga Desa Battal pada kesempatan tersebut mengatakan, kami sengaja turun ke jalan dengan meminta bantuan kepada LSM SAKERA untuk meminta kejelasan dan mempertanyakan tindak lanjutnya sampai dimana kasus pelaporan warga tersebut.

“Kami menduga ada kongkalikong antara panitia desa dan panitia di Kabupaten pada saat pencalonan Kades Tahun 2013 lalu. Karena pada saat pencalonan kades periode pertama dulu Suryadi diduga mendaftar dengan memakai ijazah orang lain atau palsu seperti yang pernah dilaporkan LSM pada kepolisian saat itu, “tegasnya.

Ketua Umum LSM GP SAKERA Situbondo Saiful Bahri yang juga sebagai Korlap Aksi mengatakan bahwa, kami menindaklanjuti laporan dan keluhan masyarakat Desa Battal yang menuntut seorang warga Battal, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo supaya mundur dari pencalonan Kepala Desa Battal mendatang.

Menurutnya, pria berinisial SD dianggap sudah tidak layak memimpin desanya lagi karena masih ada kasus dengan beberapa persyaratan saat mencalonkan kades periode pertama. Kata Saiful pula, SD diduga memakai ijazah bukan miliknya, serta hingga saat ini tidak ada kejelasan dari pihak kepolisian maupun dari Bupati Situbondo.

“Kami selaku Ketum GP SAKERA sengaja turun jalan untuk mendampingi warga Desa Battal dan berharap pada bapak Bupati Situbondo untuk mendiskualifikasi balon SD, karena sudah mendholimi rakyatnya. Serta kepada APH dalam hal ini pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, ” pekiknya.

Dijelaskan Syaiful Bahri selaku ketua umum LSM GP SAKERA Situbondo, meminta pada semua APH lebih serius lagi menangani kasus SD pada pencalonan Kepala Desa periode pertama yang diduga telah mendaftar dengan memakai ijazah yang bukan miliknya dan diduga palsu.

“Kok masih saja mau mencalonkan lagi pada periode yang akan datang. Padahal kasusnya sampai saat ini masih belum ada titik terang dan hilang seperti ditelan bumi,” kata Syaiful.

“Informasinya pada periode mendatang SD juga mendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa Battal dengan memakai ijazah yang berbeda atau ijazah paket. Maka itu patut dipertanyakan juga asal-usul ijazah tersebut, jangan-jangan ada main dengan oknum pegawai Dispendikbud Situbondo, ” ujarnya.

Lebih lanjut, Saiful Bahri menegaskan bahwa kami menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo agar kasus tersebut diusut tuntas dan juga mendiskualifikasi SD pada pencalonannya jika masih belum ada kepastian hukum yang inkrah.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian ( Polres Situbondo ) agar segera memberikan kejelasan perkembangan kasusnya, karena sudah lama dilaporkan dan masih belum ada kejelasan, “pungkasnya. (im/oso)

 

Hukum & Kriminal

Penganiayaan Siswa SMKM 2 Kota Malang, Sang Motivator Ditangkap di Surabaya

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Dandim 0833 Letkol Inf Tomny Anderson saat di SMKM 2 Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Sang motivator Agus Setyawan alias Agus Piranhamas, warga Jl Piranha Atas Gang V, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polres Malang Kota, saat berada di Surabaya, pada Jumat (18/10/2019) pukul 14.00.

Belum diketahui keberadaan Agus di Surabaya, apakah hendak kabur atau ada keperluan lain, pastinya petugas sudah melakukan pengamanan dan membawanya ke Mapolres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka kekerasan terhadap anak UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini Agus masih terua menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengatakan bahwa tersangka AP ditangkap saat berada di Surabaya. “Dia sudah kami amankan di kawasan Surabaya. Dia kami kenakan UU No 35 Tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian ini dan akan menindak pelaku sesuai hukum yang ada.

“Walikota Malang, Bapak Dandim dan semua elemen masyarakat merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan tindakan tegas dalam proses ini, prosedural, profesional dan tasparan,” ujar AKBP Dony.

Jumat hingga pukul 15.00, dari 10 korban sebanyak 9 orang sudah melapor. “Sebanyak 9 pelajar sudah melapor. Ada 1 yang belum melapor karena hidungnya masih mimisan. Dari hasil visum ada 1 yang mengalami luka robek di bibir dan lainnya luka-luka lebam,” ujar AKBP Dony.

BACA : Viral, Motivator Ngamuk, Tampar Beberapa Siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman kekerasan yang dilakukan oleh motivator terhadap sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, viral di media sosial. Kekerasan tersebut terjadi saat ada kegiatan seminar dan motivasi sekolah dengan mendatangkan motivator dari pihak luar.

Jika dilihat di Banner yang bertuliskan Seminar Motivasi Berwirausaha, yang terpasang di aula SMK Muhammadiyah 2, terdapat tulisan PT Piranhamas Group.

Motivator tersebut terlihat mengamuk dan menampar beberapa siswa sambil berteriak Gobl**. Rekaman kekerasan tersebut langsung viral di Facebook. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Garong Spesialis Jebol Dinding Rumah Kosong Pakis Ngaku 19 X Aksi

Diterbitkan

||

DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)
DUA : Anggota Polsek Pakis bersama Buser Polres Malang usai meringkus 2 tersangka. (ist)

Memontum Malang – Garong spesialis rumah kosong yang beraksi 19 X, berhasil diringkus anggota Reskrim Polsek Pakis dan Buru Sergap Polres Malang. Garong ini beranggotakan 2 pemuda asli kelahiran Pakis.

Dua tersangka yakni Eka Budianto (27) mengaku warga Dusun Ngrangin RT19/RW03, Desa Sumberpasir dan Dwiky Septian (20) pemuda Dusun Krajan Barat RT05/RW04, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Benar, kami tangkap 2 tersangka dini hari tadi. Barang bukti sejumlah alat elektronik masih kami data dan dalami penyidikan,” ungkap Iptu Sutiyo SH Mhum, Kapolsek Pakis kepada Memontum.com.

Kedua tersangka, tepatnya diringkus petugas Jumat (18/10/2019) pukul 01.30. Tersangka tidak berkutik lantaran saat digeledah kedapatan membawa ponsel hasil curian. Ada pula sebanyak 27 lembar tanda terima gadai barang hasil curian.

Tiga aksi tersangka diakui pernah dilakoni di rumah Surgiyanto (60) warga Perum Asrikaton Indah G10, RT05/ RW09 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Aksi pelaku berlangsung saat Salat Idul Adha, Minggu 11 Agustus 2019 silam dan kisaran 2019.

Kedua tersangka melubangi tembok rumah korban dengan obeng. Di dalamnya, tersangka menjarah 4 buah ponsel dan uang tunai jutaan rupiah.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku menjual gadai barang-barang hasil curiannya. Barang-barang curian itu diterima, sejumlah pegadaian dan warga.

Jadi barang bukti, Dos Book HP Samsung Galaxy A6+, Dos Book HP Oppo A83, Dos Book HP Samsung Galaxy J2 Pro, Dos Book Xiaomi 4X, HP Merk Oppo A83, HP Merk Samsung Galaxy J2 Pro, HP Merk Xiaomi 4X dan sebuah obeng warna merah.

Akibatnya perbuatannya, kata Sutiyo, tersangka diduga melanggar pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

Hingga kini, penyidik Polsek Pakis masih mendalami kasus ini dan mendata sejumlah barang bukti. Sementara, hasil pemeriksaan terungkap, tersangka hanya beraksi di wilayah Pakis. (sos)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Diterbitkan

||

Korban Bangkit Didorong Hidup-Hidup di Sungai Watu Ondo Cangar

Memontum Malang – Dari 6 pelaku, tiap orang memiliki peran masing-masing. Tersangka Bambang, diduga sebagai perencana penculikan, penyedia sarana mobil, memukul korban, mendorong korban hingga jatuh ke sungai. Bambang juga menyuruh tersangka lain memukuli korban Bangkit.

Pelaku ARP sebagai pengikat korban dan turut memukuli korban. Begitu juga tersangka Krisna. Ia ikut memukul korban sebanyak 3X. Ia kebagian mendapat uang rampasan Rp 200 ribu. Uang itu didapat dari pelaku lain berinisial ARP.

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

OTAK : Bambang Irawan, tersangka otak pelaku pembunuhan dan penculikan. (ist)

Pelaku ARP sendiri merampas harta korban dan membagi hasil rampasan. Pelaku MIR turut menentukan lokasi eksekusi, memukuli korban dan bersama ARP merampas harta korban. Rizaldy sebagai pemukul korban dan menerima uang Rp 200 ribu.

Khusus tersangka RRN, ia sebagai pemberi kabar keberadaan Bangkit pada tersangka Bambang. Ia turut pula mendorong korban masuk ke dalam mobil serta menghalangi korban saat berniat pulang.

BACA : Bermotif Dendam, Pernah Diusir, Ditipu Korban Hingga Dikejar Debt Collector

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, terhadap para pelaku, jeratan pasal yang disangkakan yakni Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP. Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 170 Tentang pengeroyokan dan Pasal 338 Tentang pembunuhan. (sos)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler