Hukum & Kriminal

iklan kpu kota malang
space ads post kiri

Bencana Alam Terjang Sumawe-Gedangan, Gedung MTSN Malang 4 Harjokuncaran Tergenang, Sejumlah Ruas Jalan Terputus

  • Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:44
  • / 28 Muharram 1439
  • Dibaca : 196 kali
Bencana Alam Terjang Sumawe-Gedangan, Gedung MTSN Malang 4 Harjokuncaran Tergenang, Sejumlah Ruas Jalan Terputus
Tergenang: Gedung Mtsn Malang 4 HarjokuncaranTergenang Air

Memontum Malang — Bencana alam terjadi di dua wilayah kecamatan yakni Gedangan dan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang sejak Rabu (18/10/2017) hingga Kamis (19/10/2017) kemarin. Akibat kejadian tersebut, sejumlah akses jalan di dua wilayah bertetangga ini terputus dan beberapa rumah penduduk dikabarkan rusak.

Seperti banjir dengan mencapai ketinggian 3 meter Rabu (18/10/2017) siang. Menggenangi 6 kelas dan lapangan basket Madrasah Tsanawiyah Negeri atau MTSN Malang 4 di Desa Harjokuncaran Kecamatan SumbermanjingWetan Kabupaten Malang, Kamis (19/10/2017) kemaren. Air setinggi tiang jaring lapangan basket itu, memaksa ratusan siswa-siswi kelas XII dan XIII, harus diungsikan ke tempat aman. Drs Ahmad Ali kepala MTSN setempat menjelaskan, banjir terjadi setelah hujan turun selama dua hari.

Dikatakan, banjir yang menggenangi 6 ruang kelas akibat saluran pembuangan air tersumbat. “Kelihatanya saluran air tersumbat oleh sampah. Banjir ini cukup parah, ada ratusan siswa yang kita pindah ke aula dan ruang olahraga. Sisanya kita ke pindah dikelas lantai atas,” ujar Ali, Kamis (19/10/2017) kemaren.

Menurutnya, air hujan tak bisa mengalir karena ada sumbatan. Pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk menata ulang kondisi bangunan disekolahnya. Terlebih, saluran air jika hujan turun, tidak mengakibatkan banjir hingga menggenangi kelas dan seluruh area lapangan basket.

Drs AhmadAli Kepala Mtsn Malang 4 Harjokuncaran. (sur)

Drs AhmadAli Kepala Mtsn Malang 4 Harjokuncaran. (sur)

L “Ini cukup dalam, sekitar 3 meter ketinggian air. Tadi malam bahkan bisa lebih. Beberapa alat pembelajaran seperti proyektor dan kamera CCTV sudah kami pindahkan,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, para pelajar hanya bisa melihat ruang kelas mereka yang tergenang air dari lantai atas. Tanah longsor juga terjadi di wilayah yang sama,tepatnya desa Ringinsari tepatnyadi RT 05 dan RT 13. Ditempat ini, jalan penghubung antar dusun putus setelah diterjang tanah longsor.

Kondisi jalan dan jembatan yang dilalui air ambles sedalam tiga meter lebih. Sekdes Ringinsari, Mustain mengatakan, pihaknya berharap jalan penghubung segera diperbaiki. Hal itu dikarenakan jalan tersebut menjadi akses transportasi satu-satunya oleh ribuan warga desa.

“Hujan sejak kemarin mengakibatkan tanah longsor. Kondisi jalan ambles tergerus air hujan,” terang Mustain, Kamis (19/10/2017) kemaren. Kata dia, longsor juga terjadi di Dusun Sidodadi, Desa Ringinsari RT 12. Tebing longsor hingga menimbulkan tumpukan tanah disamping areal masjid Al Aqso.

Sementara itu, longsor badan jalan. Hal yang sama juga di selatan pasar Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Jalan protokol menuju pantai Bajulmati ini juga longsor.Kondisi ini terjadi pasca Malang Selatan, diguyur hujan sejak tiga hari terakhir.

Jalan Raya Provinsi di kawasan Druju atau Jurang Pletes, juga terkena longsor. “Khusus di jurang pletes sudah teratasi. Sudah bisa dilalui kendaraan. Kami mengimbau warga selalu meningkatkan kewaspadaanya jika melintas di areal tebing yang rawan longsor, karena hujan,” beber Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan. (sur/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional