Connect with us

Bangkalan

4 Rampok Sembelih Sopir Uber, Seorang Ditembak Polisi

Diterbitkan

||

4 Rampok Sembelih Sopir Uber, Seorang Ditembak Polisi

Memontum Bangkalan — Satreskrim Polres Bangkalan dibantu Subdit Jatanras Polda Jawa Timur telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan sopir Taxi Ube‎r serta mengamankan 4 tersangka, 1 diantaranya wanita serta 1 pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Empat tersangka antara lain, ZA (33) warga Desa Jukong Kecamatan Labang (residivis), FIP (23) warga Dusun Mangun Desa Manguan Kecamatan Brebek, Nganjuk (residivis), DA (23) warga Desa Pamolokan, Sumenep dan UUK (35) warga Desa Langkap Kecamatan Burneh.

Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha mengatakan, Sabtu (25/11/2017) ke empat tersangka berada di rumah UUK dan merencanakan untuk mencari sasaran. Sekitar pukul 15.00 Wib, Z pergi ke Kenjeran untuk mencari sasaran sopir Uber roda empat dengan cara meminta bantuan ojek Uber roda dua untuk memesan Uber roda empat.

“Setelah itu, Z menumpang kendaraan roda empat yang disopiri Ali Gufron. Selanjutnya, diajak ke rumah UUK, yang sudah terkumpul 3 tersangka. Selang beberapa jam, tersangka mengajak sopir untuk melanjutkan perjalanan. Sebelumnya tersangka Z sudah mempersiapkan senjata pisau penghabisan yang dibawa FIP,” ungkapnya, Selasa (5/12/2017).

Anissullah menambahkan, setelah tiba di Jl Pangolangan Kecamatan Burneh, Z menawarkan kepada sopir Ali Gufron ‎untuk kencing. Korban pun turun dari mobil dan langsung dikepruk bagian belakang kepalanya, hingga luka mengaga. Korban langsung tersungkur di belakang mobil.

“Selanjutnya Z dan FIP mengangkat jasad korban untuk dipinggirkan di tepi jalan. Kemudian Z menggorok leher korban hingga nyaris putus,” imbuhnya.

Lanjut Kapolres, Rabu (29/11/2017) tersangka Z dan D bermaksud menjual mobil Toyota Avanza di daerah Kecamatan Klampis. Saat itulah dilakukan penangkapan terhadap ‎Z dan D. Dari hasil pemeriksaan, dilakukan penangkapan terhadap UUK di rumahnya dan FIP di daerah Nganjuk.

“Ke empat tersangka dengan pasal 340 KUHP atau 338 KUHP atau ‎pasal 365 ayat (3) KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke – 1 KUHP. Pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu dan disertai dengan pencurian dengan kekerasan. Ancaman pidananya penjara seumur hidup dan hukuman mati,” tegasnya.

Perlu diketahui, Sabtu (25/11/2017) sore saat kejadian, Ali Gufron berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat kerja sebagai sopir taksi online. Dia berangkat menggunakan Avanza silver L 1537 PT tahun 2017. Minggu (26/11/2017) sekitar pukul 06.00, Ali Gufron ditemukan tewas di persawahan di pinggir Jl Raya Dusun Kalkal, Desa Pangolangan Kecamatan Burneh. Korban mengalami luka parah di bagian leher dan nyaris putus. (nhs/yan)

Bangkalan

Lihat Pengerukan Tanah, Dibabat Clurit dan Parang 8 Orang

Diterbitkan

||

oleh

Terkapar, Abdul Aziz mengalami luka bacok sedang dirawat di RSUD Syamrabu

Memontum Bangkalan – Nasib naas menimpa Abdul Aziz (50) Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan hari ini (25/9/2019). Ia dibacok oleh 8 orang saat mengawasi pengerukan tanah di Dusun Jung Anyar Pesisir Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan.

Mulanya pada pukul 10.00, Aziz beserta Ali anaknya dan ARS kerabatnya melakukan pemantauan pengerukan tanah. Kemudian datang dan menanyakan tanah yang dikeruk apakah milik H Rawi. Namun ketiganya tak menjawab.

Selisih beberapa menit, ARW beserta 7 rekannya datang kembali dengan membawa clurit dan parang. Mereka langsung menyerang Abdul Aziz, hingga mengalami luka parah di bagian kepala.

Setelah melihat korban terluka, sekelompok orang itu kabur meninggalkan Aziz yang telah terkapar. Kemudian Ali dan ARS membawa Aziz ke Puskesmas setempat kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu bersama kepala desa Jung Anyar, Nazir.

“Iya, korban dikeroyok oleh ARW cs dengan parang dan clurit. Saya berharap pelaku segera ditangkap,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Socah AKP Hartanta menyampaikan kasus ini telah ditangani oleh polres Bangkalan. Diakuinya, seluruh pelaku saat ini masih dalam pengejaran.

“Pelaku masih dalam pengejaran. Untuk korban saat ini sudah dirawat di RSUD Syamrabu dan mengalami luka dibagian kepala, punggung serta wajah,” ucapnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Berlanjut, Warek III UTM Dilaporkan ke Polisi

Diterbitkan

||

oleh

Efendi Ketua umum HMI cabang Bangkalan dan Kuasa Hukum melaporkan Agung Ali Fahmi Ke Polres Bangkalan

Memontum Bangkalan Kasus pelecehan atau pencemaran nama baik terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) oleh wakil rektor lll Agung Ali Fahmi terus berlanjut. Hari ini, HMI UTM melaporkan Agung atas dugaan pencemaran nama baik, Rabu (18/9/2019) malam.

Atas viralnya WhatsApp Agung Ali Fahmi tersebut, pihak HMI menilai Agung telah mencemarkan nama baik HMI. Agung juga dinilai tidak layak mencuitkan hal tersebut sebab dirinya merupakan salah satu pimpinan UTM, apalagi membidangi kemahasiswaan.

“Kami telah melaporkan Agung Ali Fahmi Warek lll UTM atas pencemaran nama baik HMI. Kami menilai Agung sebagai warek lll yang membidangi kemahasiswaan, tidak seharusnya mengungkapkan hal tersebut hingga menimbulkan perpecahan dan menjatuhkan korban,” ucap Arif Sulaiman Kuasa Hukum Efendi Ketua umum HMI cabang Bangkalan.

Baca : Cuitan Warek lll UTM Berbuntut, Dua Mahasiswa Jadi Korban

Sebelumnya, Agung telah didemo oleh ratusan massa yang tergabung dalam HMI dari berbagai wilayah. Namun, Agung malah membuat massa tandingan hingga terjadi bentrokan.

Atas perbuatannya ini agung dituntut 45 A ayat 2 junto pasal 27 ayat 3 junto pasal 28 ayat 2 undang-undang 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 310 ayat 1 KUHP tentang pencemaran nama baik. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Sertifikat Tak Keluar, LBH Tjakraningrat Datangi BPN

Diterbitkan

||

oleh

LBH Tjakraningrat saat mendatangi BPN

Memontum Bangkalan – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tjakraningrat mendatangi kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) hari ini (12/9/2019). Ia menuntut BPN segera mengeluarkan sertifikat kepemilikan tanah Hasunah yang telah bertahun-tahun tak kunjung mendapatkan penyelesaian.

Jimhur Saros, selaku kuasa hukum Hasunah mengaku telah mengajukan pembuatan sertifikat sejak 22 mei 2018. Namun, hingga kini sertifikat yang diinginkan tak kunjung diberikan.

“Permasalahan tanah ini sudah bergulir sejak tiga tahun yang lalu. Jadi, tanah milik Hasunah ini yang mulanya masih petok D kemudian berpindah tangan ke orang lain dalam bentuk sertifikat, padahal Hasunah sendiri tidak pernah menyerahkan tanah tersebut,” ucapnya.

Zaini salah satu kuasa hukum juga turut menimpali, ia menyampaikan sebelum berubah nama menjadi milik orang lain, oknum BPN melakukan pengukuran tanpa adanya surat pemberitahuan pada Hasunah. Kemudian ia bersama tim memproses hal tersebut secara hukum dan menang di pengadilan.

“Kita sudah menang di pengadilan. Dengan berkas sebanyak ini kenapa sertifikat balik nama tidak kunjung dikeluarkan. Padahal secara hukum tanah itu sah milik Hasunah,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Saefudin Kasi Penanganan Masalah BPN Bangkalan meminta maaf atas proses panjang tersebut. Ia mengaku baru saja menyelesaikan hal tersebut dan akan segera mengeluarkan sertifikat.

“Kami meminta maaf karena memang memerlukan proses yang panjang agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan serupa. Dan ini kebetulan, sebelum seluruh tamu datang kesini sertifikatnya juga sudah selesai,” terangnya.

Ia mengaku, memiliki banyak pekerjaan persengketaan tanah yang perlu diselesaikan BPN. Sehingga, banyak sengketa tanah itu yang masih menunggak untuk diselesaikan. (ist/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler