Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Diduga Korupsi, Warga Satak Laporkan Ketua LMDH ke Polisi

  • Minggu, 17 Desember 2017 | 19:35
  • / 28 Rabiul Uula 1439
  • Dibaca : 494 kali
Diduga Korupsi, Warga Satak Laporkan Ketua LMDH ke Polisi
Penasehat hukum warga Satak Danan Prabandaru SH saat memberikan keterangan pers

Memontum Kediri — Diduga korupsi, Eko Cahyono, Ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dilaporkan polisi oleh warga Desa Satak Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Eko Cahyono, dilaporkan atas dugaan korupsi bagi hasil hutan kayu, yang tidak diberikan selama sekitar 17 tahun.

Penasehat hukum warga Satak Danan Prabandaru, SH mengatakan, warga Satak geram uang bagi hasil selama 18 tahun tidak diberikan oleh Eko Cahyono. “Di desa lain itu semua dana bagi hasil turun, tapi kenapa Desa Satak tidak turun,” katanya saat dikonfirmasi usai memberikan laporan di SPKT Polres Kediri.

Danan menambahkan, ia sebelumnya telah melakukan investigasi ke Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani Kediri. Hasilnya, ternyata dana bagi hasil untuk masyarakat Satak rutin turun dan diterima oleh LMDH Satak yang nilainya mencapai milyaran rupiah.

“Kisarannya per tahun RP 250 juta sampai Rp 300 juta. Sejak tahun 2000 sampai sekarang warga ini tidak menerima duit hasil sharingnya,” lanjut Danan.

Selain melaporkan dugaan korupsi, warga juga melaporkan dugaan sewa-menyewa kawasan hutan yang dikelola oleh LMDH. “Ada sekitar 150 hektare, tidak seluruh warga Desa Satak yang tergabung dalam LMDH Satak menerima bagian tanah ini,” lanjut Danang.

Sementara itu Ketua LMDH Satak, Eko Cahyono ketika dikomfirmasi mengatakan, bahwa selama ini ia telah melakukan pembagian sharing sesuai aturan yang ada. “Sudah ada ketentuan pembagian sharing, bahwa tidak harus dibagikan kepada anggota. Karena sharing itu juga digunakan untuk pembangunan hutan kembali,” katanya.

Berdasarkan informasi, total lahan LMDH Satak sekitar 350 hektare, dengan rincian 250 hektare berdekatan dengan Pokja, dan sisanya yakni sekitar 150 hektare dikelola oleh LMDH. (aji/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional