Hukum & Kriminal

pariwisata kabupaten jember
iklan PT. BSI

Maling Kacer asal Lolawang Buron 1,6 Tahun Kerja di Pabrik

  • Rabu, 20 Desember 2017 | 13:54
  • / 1 Rabiul Akhir 1439
  • Dibaca : 129 kali
Maling Kacer asal Lolawang Buron 1,6 Tahun Kerja di Pabrik
Aris Saputro, tersangka pencurian burung kacer di dampingi petugas Polsek Tanggulangin (gus)

Memontum Sidoarjo — Berakhir sudah pelarian, Aris Saputro (20) pria asal Dusun Sumberbendo RT 06 RW 02 Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Setelah, dia ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh jajaran Polsek Tanggulangin.

Terkait pencurian 3 burung Kacer, milik korban Hariyanto (31) warga Desa Ketegan RT 05 RW 01,Tanggulangin, Selasa 24 Mei 2016 lalu. Dia pun menyusul kedua temannya, Adipurwanto dan Yoki Agus Faisal di balik ruang jeruji Polsek Tanggulangin.

Kapolsek Tanggulangin, Kompol Sirdi menjelaskan, “Tersangka pencurian burung ini, berhasil ditangkap oleh anggotanya. Ketika pulang kerja dari pabrik PT Alam Lestari Unggul, Ngoro industri. Saat itu menjalankan aksi pencurian, berhasil lolos melarikan diri. Saat itupula, dia ditetapkan sebagai DPO, ” ucapnya.

Diceritakan Sirdi, pada hari Selasa 24 Mei 2016, sekitar pukul 10.30 Wib.Telah terjadi pencurian 3 burung kacer warna hitam beserta sangkar dan kerudungnya. Semula Siti Kumrotin (29) pemilik toko, didatangi tiga pelaku diantaranya tersangka ini. Berboncengan tiga mengendarai 1 unit motor bebek Honda Beat tanpa nopol.

Tidak lama mereka berhenti di depan toko, berpura-pura membeli rokok. Selanjutnya, aksi ketiga pelaku dipergoki tetangga korban, Abdul Faisal (30).

Sambil berkata, “Burungnya dijual ta bu? Kok di bawa orang?.”

Korban menjawab, “Tidak”.
Spontanitas Siti Kumrotin, istri korban dan Abdul Faisal bersama warga melakukan pengejaran.

”Mereka berhasil menangkap kedua pelaku. Sedangkan satunya, Aris Saputro berhasil kabur dari kejaran warga,” ungkap Sirdi, Rabu (20/12/2017) siang

Tersangka dijerat pasal 363 KUHP, tentang tindak pidana pencurian. Menurut keterangan tersangka Aris Saputro pada penyidik, tiga burung hasil curiannya itu, dijual seharga Rp 1,5 juta dan uangnya habis untuk foya-foya.

“Saya tidak kabur, selama itu bekerja di pabrik,” ujarnya. (gus/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional