Hukum & Kriminal

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
space ads post kiri

Ombak Perahu Mesin Gulingkan Perahu Getek Penjala Ikan, Satu Meninggal, Satu selamat

  • Senin, 23 Oktober 2017 | 19:09
  • / 2 Safar 1439
  • Dibaca : 418 kali
Ombak Perahu Mesin Gulingkan Perahu Getek Penjala Ikan, Satu Meninggal, Satu selamat
EVAKUASI : Foto korban usai dievakuasi tersebar di Fesbuk. (ist)

Memontum Malang — Musibah menimpa seorang penjala ikan, Senin (23/10/2017) pukul 11.45 di area bendungan Selorejo Ngantang. Satu korban meninggal, satu selamat.

Berdasar rilis Humas Polres Batu, musibah menimpa Yulianto (17) warga Dusun Laju RT08/RW02 Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Korban naik perahu saat hendak menepi dan pulang usai mencari ikan.

Korban mencari ikan di bendungan Selorejo sejak pagi bersama Mas Ud (31) warga Dusun Laju, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Korban tidak bisa berenang sedangkan Mas Ud sanggup berenang.

Informasi yang diperoleh Memontum, korban bersama Mas Ud naik perahu getek atau perahu kecil. Siang itu, perahu berusaha menuju tepian. Lalu lewat perahu mesin sehingga mengakibatkan gelombang atau ombak yang menghempas perahu korban.

Perahu terguling dan perlahan air masuk ke perahy. Akibatnya, perahu pelan-pelan tenggelam. Mas Ud berusa menyelamatkan diri. Ia berteriak minta tolong. Hanis (35) warga Mulyorejo Ngantang yang melihatnya segera menolong korban.

Namun tidak sempat untuk menolong korban Yulianto. Saat berusaha mendekati titik terakhir korban, hanya topi korban yang ditemukan warga. Selang beberapa menit kemudian, pertolongan datang. Korban dievakuasi dari dalam air. Kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk terselamatkan.

Wita CMS terkait kejadian, dalam akun profilnya menyebutkan jika titik lokasinya berada di dekat sebelah kapal keruk. Wita juga menyebut informasi dari sekuriti pihak lokasi bahwa korban bukanlah pemancing melainkan penjala ikan.

Dikonfirmasi melalui ponsel, Kapolsek Ngantang, AKP Sahraku, membenarkan bahwa kejadian menimpa seorang pencari ikan. “Keduanya masih bersaudara. Korban yang mulanya mengajak mencari ikan. Mencarinya pakai jala (jaring–red),” urai Sahraku.

Mantan Kapolsek Gondanglegi ini juga menjelaskan bahwa pihak keluarga menerima kejadian sebagai musibah dan tidak menuntut proses penyelidikan. Tidak ada tanda kekerasan dalam peristiwa itu. Apa sebab perahu itu terbalik?

“Di situ kan bukan hanya perahu kecil seperti dinaiki perahu. Lokasi wisata, ada perahu yang lewat, ya seperti itulah. Korban juga tidak bisa berenang, ” urai Sahraku kepada memontum.com, Senin (23/10/2017) sore. (sos)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional