Connect with us

Blitar

4 Begundal Narkoba asal Kota Biltar Simpan Puluhan Ribu Pil Kirik

Diterbitkan

||

4 Begundal Narkoba asal Kota Biltar Simpan Puluhan Ribu Pil Kirik

Memontum Blitar – Empat pelaku pengedar pil warna Biru jenis Dexstro dibekuk petugas Satreskoba Polres Blitar Kota. Rata-rata pengedar pil koplo tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Blitar.

Kejadian tersebut berawal ketika petugas mendapati Arif Wahyudi (23), warga Desa/Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar sedang mabuk di pinggir jalan Bali Kota Blitar. Petugas melakukan penggledahan dan ditemukan 1 klip bening berisikan pil berwarna Biru, Selasa (16/01/2018) sekitar pukul 11.00.

Menurut pengakuan Arif, barang tersebut diperolah dari Indra Setyawan (32), warga dusun/Desa/Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti 2 buah klip bening berisi 8 butir pil warna biru.

“Mendapat informasi tersebut, petugas langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap Indra Setyawan dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Blitar Kota guna penyidikan lebih lanjut”, kata Kasat Resoba Polres Blitar Kota, AKP Huwahilla W, Rabu (17/1/2018).

Berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa maraknya peredaran Okerbaya di Kota Blitar, rata-rata berasal dari wilayah Kabupaten Blitar. Petugas langsung melakukan penyamaran dengan membeli 40 butir pil warna Biru jenis Dexstro seharga Rp. 50 ribu kepada pelaku Heri Praminto (60), warga dusun Krajan RT. 05 RW. 01 Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang.

“Petugas melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan menemukan 496 butir pil warna Biru jenis Dexstro. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Blitar Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut”, jelas Huwahilla.

Selain itu petugas Satreskoba Polres Blitar Kota juga melakukan penangkapan pengguna dan pengedar pil warna Biru jenis Destro. Diantaranya, Lian alias Slebor, warga Desa/Kecamatan Selopuro, Didik Sujatmiko (46), warga lingkungan Kauman RT 03 RW 01 Kelurahan Babatan Kecamatan Wlingi, dan Saiful Huda (29), warga Jalan Pepaya RT 02 RW 01 Kelurahan Tangkil Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar yang juga sebagai warga Desa Belayan Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau.

Menurut AKP Huwahilla, penangkapan tersebut berawal saat petugas Satresnarkoba Polres Blitar Kota melakukan patroli mendapati Lian alias Slebor yang mencurigakan setengah mabuk duduk-duduk di jalan Timur Kebonrojo Kota Blitar.

“Saat petugas melakukan interogasi dan penggledahan, ditemukan 10 butir pil warna Biru jenis Dexstro”, tadasnya.

Pelaku disuruh menunjukan tempat memperoleh pil tersebut. Dan ternyata barang tersebut dibeli di daerah Wlingi, tepatnya di rumah Didik Sujatmiko (46), Lingkungan Kauman, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Selanjutnya petugas melakukan penangkapan Didik Sujatmoko di rumahnya.

“Dari penggeledahan di rumah Didik, petugas berhasil menemukan pil Dexstro dalam kemasan sebanyak 20 dus atau 2000 butir, dan 42 klip masing-masing klip berisi 20 butir. Jadi total keseluruhan 2.840 butir pil Dexstro, serta uang tunai Rp 411 ribu. Pelaku langsung dibawa ke Polres itar Kota untuk proseslebih lanjut”, ungkap Kasatreskoba Polres Blitar Kota.

Huwahilla menambahkan, dari pengakuan Didik Sujatmoko pil jenis Dexstro tersebut didapatkan dari Saiful Huda (29), warga Jalan Pepaya RT 02 RW 01 Kelurahan Tangkil Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar.

“Untuk melakukan penyelidikan, petugas meminta Didik diminta menunjukan keberadaan Syaiful Huda. Petugas berhasil menangkap Syaiful Huda di dalam pasar hewan Wlingi”, imbuh Huwahilla.

Hasil penggeledahan di rumah Syaiful Huda petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa, 137 kardus kecil yang tiap kardusnya berisi 100 butir pil Merk Dexikof . Total keseluruhan berjumlah 13.700 butir Pil merk Dexikof, 1 buah HP, dan unag tunai Rp. 500 ribu.

“Pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Blitar Kota untuk proses lebih lanjut”, pungkas Kasat Reskoba Polres Blitar Kota. (jar/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blitar

Puluhan Santriwati Ponpes di Blitar Diduga Keracunan Sajian Bakso

Diterbitkan

||

Dari total 94 santriwati yang sakit, 23 diantaranya dibawa ke Puskesmas Nglegok untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut

Memontum Blitar – Puluhan santriwati pondok putri salah satu pesantren di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar diduga mengalami keracunan. Bahkan, sebagian harus menjalani rawat inap di Puskesmas Nglegok.

Kepala Puskesmas Nglegok, Yudia Supradini mengatakan, total ada 94 santriwati yang diduga mengalami keracunan. Mereka mengalami gejala seperti mual, pusing hingga muntah.

“Pemicunya diduga karena makan bakso hari Jumat kemarin. Mereka kemarin sebagain ada yang puasa jadi mereka buka puasa bersama lalu makan bakso. Kemudian tadi pagi sekitar jam 06.00 mulai ada yang sakit perut,” kata Yudia Supradini, Sabtu (14/9/2019).

Lebih lanjut Yudia Supradini menyampaikan, pihak pondok pesantren sebelumnya menghubungi petugas Puskesmas Nglegok untuk memeriksa santriwati yang sakit. Kemudian setelah diperiksa dari total 94 santriwati yang sakit 23 diantaranya dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Pagi tadi kami dipanggil kesana untuk memeriksa santriwati yang sakit. Kemudian kami periksa lalu santriwati yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kita bawa ke Puskesmas,” jelasnya.

Yudia menandaskan, saat ini 23 santriwati yang dirawat kondisinya sudah mulai membaik. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Blitar

Dicairkan Pekerjaan Shelter Ditiadakan

Diterbitkan

||

Dicairkan Pekerjaan Shelter Ditiadakan

Membedah Proyek Dermaga Penyeberangan Sungai Tulungagung-Blitar (6/habis)

 

Memontum Blitar – Dr Nyono ST MT, Kepala Bidang Perhubungan Laut dan LLASDP Dishub Jatim pejabat yang bertanggung jawab atas pembangunan dermaga penyeberangan sungai Brantas yang menghubungkan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Tulungagung , memang nekad ? Betapa tidak ! Bangunan Shelter salah satu item pembangunan dermaga dengan nilai Rp Rp 4.449 M ditiadakan.

Padahal dalam gambar perencanaan yang didesain PT Geanara Pratama Konsultan, jika proyek dermaga yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar itu terdiri pekerjaaan utama dan pekerjaan penunjang.

Baca : Membedah Proyek Dermaga Penyeberangan Sungai Tulungagung-Blitar (1/bersambung)

Pekerjaan itu diantaranya adalah dermaga penyeberangan, shelther dan lampu penerangan jalan. Namun nyatanya, hingga pekerjaan yang dilaksanakan hingga akhir Januari 2019 dan dicairkan secara penuh diserahkan ke Dishub Propinsi Jatim tanpa dilengkapi shelter.

Hasil investigasi menyebutkan , jika mengacu gambar perencanaan, sheltar sisi utara dan shelter sisi selatan yang berada di Desa Selokajang dan Desa Rejotangan tertera gambar desain shelter harus dibangun shelter ruang tunggu penumpang sebelum menyeberang.

Baca : Membedah Proyek Dermaga Penyeberangan Sungai Tulungagung-Blitar (2/bersambung)

Nyatanya hingga proyek diserahkan ke Dishub Jatim akhir Januari 2019 tak tampak bangunan Shelter. Yudi, PNS staf Dishub Propinsi Jatim menyebut jika proyek shelter akan dibangun tahun mendatang.

Namun ketika didesak mengapa proyek shelter dibangun tahun depan, Yudi yang mengaku mendapat mandat dari PP Kom dan Dr Nyono ST MT, Kepala Bidang Perhubungan Laut dan LLASDP Dishub Jatim buru-buru meralat pernyataaanya. “ Sebentar telpnya jangan dimatikan, saya tak bertanya kepada Bapak dulu,” katanya.

Baca : Membedah Proyek Dermaga Penyeberangan Sungai Tulungagung-Blitar (3/bersambung)

Setelah ditunggu beberapa saat, Rudi kembali mengontak lewat telepon kantor Dishub Jatim dan menjelaskan kembali mengapa pekerjaan shelter tidak dibangun. Menurut Rudi, pekerjaan shelter itu memang tidak dibangun karena alokasi biaya pembangunan shelter dialihkan untuk pengerukan.

Namun, lagi-lagi Rudi tidak bisa menjelasakan secara detail, ketika ditanya pengerukan yang mana ? Posisi dermaga sisi utara atau selatan. “ Pokoknya pekerjaan pengerukan di dermaga sana. Atau kalau memang kurang jelas silahkan konfimasi ke kantor Dishub,” tutupnya. (ari/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Blitar

Bersandar Pengawasan Kejaksaan, Kualitas Pekerjaan Diabaikan

Diterbitkan

||

Bersandar Pengawasan Kejaksaan, Kualitas Pekerjaan Diabaikan

Memontum Blitar – Merasa aman dengan pengawasan TP-4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah ) Kejaksaan Tingggi Jatim, PP Kom pembangunan dermaga penyeberangan sungai Brantas yang menghubungkan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Tulungagung, merealisasikan pembangunan tanpa memperhatikan scedul.

Hal itu tampak pada papan nama proyek yang dipasang di lokasi kegiatan.

Ternyata pelaksaan kegiatan molor dari jadwal yang telah direncanakan. Dalam papan nama tertulis tanggal kontrak 18 September 2018 dengan waktu pelaksaaan 105 hari kerja.

Melihat jadwal waktu pelaksanaan, harusnya pekerjaan itu selesai 25 Desember 2018, tetapi nyatanya pekerjaan itu diselesaikan hingga akhir Januari 2019 atau molor 35 hari kerja.

Ketua LSM JCW Sigit Imam Basuki ST menyatakan harusnya keterlambatan itu tidak perlu terjadi. Mengapa begitu ? Karena proyek dermaga penyeberangan Kabupaten Blitar – Tulungagung itu membawa nama Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Baca : Membedah Proyek Dermaga Penyeberangan Sungai Tulungagung-Blitar (1/bersambung)

Hal itu bisa dilihat dari papan nama proyek yang dibiayai APBD Jatim tahun 2018 dengan anggaran Rp 4.449 M. Dalam papan proyek itu disebutkan jika Proyek ini dalam pengawasan Tim TAPI-4D dengan sebelah kiri logo Kejaksaan dan sebelah kanan logo Propinsi Jatim.

” Dalam papan nama itu tertulis Proyek ini dalam pengawasan Tim TAPI-4D. Kami penuh tanya siapa tim TAPI-4D. Kan biasanya yang melakukan tim pengawasan tim TP-4D Kejaksaaan,” tutur .

Baca : Membedah Proyek Dermaga Penyeberangan Sungai Tulungagung-Blitar (2/bersambung)

Terlepas dari molornya penyelesaian pekerjaan hingga 35 hari itu, Sigit juga menyebut jika ada beberapa pekerjaan yang perlu diinvestigasi guna mencocokan antara perencanaan dengan realisasi di lapangan.

Sigit yang juga seorang kontraktor ini menyebut jika proyek dermaga penyeberangan yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar ini terdapat 2 item pekerjaan. Yakni pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang. Pekerjaan itu diantaranya adalah dermaga penyeberangan, shelther dan lampu penerangan jalan.

Baca : Membedah Proyek Dermaga Penyeberangan Sungai Tulungagung-Blitar (3/bersambung)

Betulkah item pekerjaan seperti yang disebut Ketua LSM JCW ? Dr Nyono ST MT, Kepala Bidang Perhubungan Laut dan LLASDP Dishub Jatim ketika dikonfirmasi tidak berada dikantor. ” Bapak tidak ada di tempat. Sedang dinas luar ,”kata wanita petugas piket Dishub Jatim. Rabu (13/2/2019).(ari/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler