Connect with us

Jember

Petani Berem Sumberejo, Aliansi Tani dan PC PMII Jember Unras Soal Tambak

Diterbitkan

||

Petani Berem Sumberejo, Aliansi Tani dan PC PMII Jember Unras Soal Tambak

Memontum Jember — Puluhan petani yang bercocok tanam di lahan sepadan pantai (berem) Desa Sumberejo bersama Aliansi Tani dan PC PMII Jember meluruk pemkab dengan melakukan aksi damai di halaman pemkab Jember, Rabu (24 /1/2018). Koordinator Aksi Muhammad Anwari saat berorasi menyatakan, “Para petani menyampaikan aspirasi menuntut keadilan, pasca datangnya PT Seafer Kartika Tambak dan PT Sumber Rejeki yang mengklaim dan aksi serobot lahan seluas 23,9 Hektar yang merupakan sumber penghasilan petani berem.”

“Kondisi masyarakat yang tertekan dan diperparah oleh pihak PT, yang seringkali melakukan pengusiran/intimidasi terhadap petani berem saat melakukan pengolahan lahan di kawasan tersebut dengan membawa preman dengan dalih telah mengantongi ijin lokasi dan HGU. Padahal dokumen ijin lokasi HGU dan segenap perangkat ijin yang lain telah ditemukan cacat hukum,” ungkapnya.

“Jika mengacu pada Undang-undang Nomer 27 Tahun 2007, yang diubah menjadi Undang-Undang Nomer 01 Tahun 2014 Tentang pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil tepatnya pada pasal 26A ayat (4) huruf C dan D menjelaskan bahwa ijin lokasi diberikan kepada pemodal, apabila kawasan tersebut tidak berpenduduk dan belum ada pemanfaatan oleh masyarakat lokal, serta ijin lokasi tersebut diterbitkan atas pertimbangan warga sekitar,” tegasnya.

Berdasarkan temuan temuan masyarakat tentang cacatnya prosedur perijinan, pertimbangan dampak lingkungan serta bencana yang akan terjadi akibat pembangunan tambak. Para aksi demo merekomendasikan 6 tuntutan, 1. Tinjau ulang HGU PT Seafer Kartika Tambak dan PT Seafer Sumber Rejeki, 2. Berikan hak pengelolahan pada petani, 3. DPRD dan Pemkab Jember harus melindungi Tanah Berem dari Pemodal Asing, 4. Pemkab Harus menghentikan pembangunan tambak oleh PT Seafer Kartika Tambak dan PT Seafer Sumber Rejeki, 5. Segera terbitkan Perda terkait pembatasan terhadap pemodal asing, 6. Hentikan Intimidasi dan intervensi kepada petani.

Sementara Asisten Pemerintahan Pemkab Jember, Hadi Mulyono didampingi Kepala Bakesbangpol Suprapto seusai menemui para peserta aksi kepada Memontum.com menyampaikan, “Kewenangan untuk pencabutan atau pembatalan HGU kewenangannya ada di kantor Pertanahan. Jadi tidak serta merta kita untuk membatalkan terbitnya HGU harus ada bukti-bukti kuat dari warga setempat. Apalagi pihak PT Seafer sudah memiliki sertifikat HGU yang masanya hingga tahun 2031.”

“Yang kedua, terkait ijin pengelolaan itu, sudah saya sampaikan juga. Kewenangannya ada di kantor pertanahan karena di dalam sertifikat itu, muncul penggunaan lahan juga. Tekait ijin lokasi tidak serta merta dibatalkan masyarakat harus membawa bukti yang mendukung apa cacat hukum apa tidak. Oleh sebab itu kita minta apa ada fakta-fakta dokumen yang bisa membatalkan atau mencabut kita akan mengkaji bersama. Karena ini sudah mengacu pada peraturan Menteri Agraria no 5 tahun 2015. Jadi kita sudah mengacu pada mekanisme yang ada,” pungkasnya. (cw3/yan)

Hukum & Kriminal

Rampok Jember Gasak Rp 77 Juta, Ogah Motor Ban Kempes

Diterbitkan

||

oleh

Agus (berjaket hitam) didampingi istri saat melapor. (rir)

Jember, Memontum – Belum tuntas terungkap kasus pencurian sapi yang tidak terungkap di kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, wilayah selatan kabupaten Jember justru terjadi perampokan.

Seperti musibah dialami keluarga Agus (28) warga Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Ia dan istrinya Titik Nurmayanti (22), menjadi korban perampokan.

Rabu (25/9/2019) sekitar pukul 00.30, korban harus merelakan perhiasan dan uang Rp 77 juta rupiah dengan rincian, uang Rp 52 juta, 3 HP dan sepeda motor.

Menurut Agus kejadian perampokan ini terjadi, saat bersama istrinya baru saja terlelap tidur. Tak berselang lama ada beberapa orang membangunkan korban sambil menudingkan clurit ke arah lehernya dan memaksa menyerahkan seluruh uang dan melepaskan kalung milik istrinya serta barang berharga miliknya.

“Kejadian sekitar pukul 12.30. Awalnya aku tidur namun tak lama kemudian ada yang bangunin sambil mengancam pakai celurit dan meminta kalung yang dipakai istri. Suruh lepas, sementara temannya (perampok) yang lain masuk ke kamar mencari uang,” ucap Agus didampingi istri di Mapolsek Gumukmas.

Sambil mengacungkan sebilah celurit sambung Agus, pelaku mengancam akan membacok dirinya dan istri kalau melakukan perlawanan.

“Saya diamkan, saya mikir kasihan sama istri juga,” sambung Agus.

Agus mengungkapkan bahwa pelaku perampokan ini berjumlah 3 orang, masing -masing memiliki peran dan tugas yang berbeda, satu pelaku bertugas melakukan pengancaman agar tidak melawan, sedangkan yang lainnya mencari uang dan barang berharga sambil mengobrak-abrik tempat tidur dan lemari.

“Beruntung dalam musibah ini saya dan istri saya tidak di apa apain, karena memang saya tidak melakukan perlawanan, 1 motor yang di ambil sementara 1, satunya ditinggal, karena ban kempes,” terangnya.

Usai melakukan aksinya, kata Agus, pelaku langsung kabur keluar melewati pintu samping, kemudian paginya dia melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Gumukmas.

“Saya mengharapkan kepada aparat untuk bisa menuntaskan semuanya dan mengungkap siapa pelakunya ,agar ke depan memberikan aman bagi masyarakat,” ungkap Agus.

Sementara kanit reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Gumukmas Aiptu Amin Sahrir, saat hendak dikonfirmasi terkait kejadian itu sedang tidak berada di tempat. (rir/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Buronan Maling Dibekuk Polisi Sukorambi

Diterbitkan

||

oleh

Tersangka berhasil diamankan di Mapolsek Sukorambi. (ist)

Jember, Memontum – Dihar (53) warga Dusun Gebang, Desa/Kecamatan Panti, Kabupaten Jember berstatus buronan akhirnya ditangkap unit Reskrim Reserse Kriminal Polsek Sukorambi. Tersangka Dihar, Selasa (17/9/2019) sekitar pukul 18.00, di rumah tinggalnya.

Tersangka, sempat menghilang usai beraksi di rumah kontrakan Joni Budi Utomo (49) yang terletak di Jalan Brawijaya No. 25 Dusun Krajan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, pada hari Kamis 17 mei 2018 silam.

Menurut Kapolsek Sukorambi AKP Ribut Budiono, barang yang dicuri berupa TV 21” warna hitam, 1 set Speaker aktiv besar warna hitam, 12 buah kaos persid Jember warna putih, 15 buah Jaket IWJ putih kombinasi hitam, 1 buah kaos IWJ warna hitam, 2 buah tabung gas warna hijau dan 1 buah kompor gas

Korban mengetahuinya sekitar pada pukul 06.00, pelaku masuk rumah dengan cara memanjat atau melompat pagar tembok, ” Kata Ribut, Rabu (18/9/2019) siang.

Setelah berhasil mengambil barang tersebut sambung Ribut, pelaku keluar melalui pintu dapur dengan cara merusak pintu dapur.

“Saat itu Korban langsung melaporkan ke Polsek Sukorambi, ” sambungnya.

Menerima laporan tersebut, unit Reskrim Polsek Sukorambi membuat dan melaksanakan Renlidik dan pelaku diketahui tersangka berada di wilayah hukum Polsek Panti.

“Anggota bersama unit Reskrim Polsek Panti melakukan penangkapan terhadap tersangka, untuk saat ini tersangka kita amankan di Mapolsek Sukorambi, untuk tersangka kami dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3e, 5e KUHP tentang pencurian,”pungkasnya. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pura-Pura Beli, Curi Uang Kotak Amal Rumah Makan

Diterbitkan

||

oleh

Adam Cahyo Rosyadi (kaos kuning) saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sumbersari

Jember, Memontum – Adam Cahyo Rosyadi (29) warga Jalan Belimbing, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang seorang pelaku pencurian kotak amal Panti Asuhan di rumah makan (RM) Jowo Trisno yang terletak di Jalan Kalimantan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, ditangkap Polisi setelah aksinya di ketahui penjaga RM.

Kapolsek Sumbersari Kompol Faruk Kamil diwawancarai Memontum.com di kantornya mengatakan tersangka diketahui melakukan aksinya sekitar pukul 13.30, Minggu (15/9/2019), dalam menjalankan aksinya, tersangka berpura-pura sebagai pembeli di RM yang terdapat 2 kotak amal.

”Tersangka berpura-pura memesan kopi (wedang ; red Jawa), Dengan beralasan tempat duduk sempit, tersangka memindahkan 2 kotak amal dari depan ke belakang,” ujar Kapolsek Sumbersari yang akrabnya disapa Faruk, Senin (16/9/2019) siang.

Setelah berada di dekatnya dan situasi dirasa aman lanjut Faruk, tersangka mengambil 2 kotak amal yang terbuat dari kaca dan membongkarnya namun aksinya dipergoki oleh karyawan.

“Karena terlihat tersangka menutupi dengan koran, setelah sebelumnya tersangka mengambil uang yang ada di dalam kotak memasukkan ke saku celana dan keluar dengan alasan mau tukar uang,” ungkap Faruk.

Curiga dengan gelagat Tersangka sambung Faruk, penjaga RM langsung melakukan penggeladahan badan terhadap tersangka dan kecurigaan penjaga RM ternyata benar, disaku tersangka di temukan sejumlah tunai sejumlah 200 ribu, sedangkan kotak amal diketahui kosong dan kondisinya sudah terbuka.

“Belum sempat tersangka kabur, tersangka langsung diamankan berikut barang buktinya, uang tunai Rp.200 ribu, 1 buah tas merk Yinqishi warna coklat, 2 kotak amal panti asuhan dan 1 unit kendaraan sepeda motor Honda Beat, untuk tersangka kita jerat pasal 363 ayat (1), ke 3,5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ” pungkas Faruk. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler