Probolinggo

Gojek Probolinggo Dirazia Polresta, Pol PP dan Dishub Datangi Kantor Go-Jek

Diterbitkan

-

Kapolresta didampingi Kasat Pol PP dan Dishub Kota Probolinggo setelah koordinasi terkait ijin Go-Jek di Kota Probolinggo. (pix)

Memontum Probolinggo–Makin maraknya jasa gojek atau angkutan motor online, yang beroprasi di Kota Probolinggo hari ini dirazia petugas gabungan Satlantas dan Satbinmas Polres Probolinggo Kota bersama SatPolPP dan Dishub Kota Probolinggo, Selasa (24/10/2017).  Razia ini dilakukan, karena ada revisi aturan Permenhub nomor 26 tahun 2017, terkait penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

 

 

Setelah apel dilakukan di Mapolresta, petugas gabungan langsung merazia ditempat tempat mangkalnya gojek tersrbut. Dari razia yang di lakukan hanya ada dua ojek online yang berhasil diamankan. Kemungkinan razia ini sudah bocor sebelumnya.

 

Pihak Polresta, Pol PP dan Dishub saat mendatangi kantor Go-Jek. (pix)

Pihak Polresta, Pol PP dan Dishub saat mendatangi kantor Go-Jek. (pix)

 

Setelah razia, petugas gabungan langsung mendatangi kantor gojek, yang terletak si daerah ruko panglima sudirman Kota Probolinggo. Di kantornya, pihak gojek sempat berdialog dengan petugas gabungan yang masuk ke dalam kantor.

 

 

Tapi disayangkan pada saat pertemuan dengan pihak pengurus gojek, media tidak diperbolehkan masuk untuk liputan termasuk memontum.com, tidak diijinkan masuk tanpa alasan jelas.

 

 

“Kami sudah permisi dan berusaha untuk berkomunikasi dengan baik, tapi malah dihalangi dan dijawab dengan nada tidak mengenakkan,” kata salah satu awak media yang datang ke kantor gojek.

 

Di tempat terpisah Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal, menjelaskan bahwa pihaknya berusaha menertibkan angkutan berbasis online sesuai Permenhub Nomor 26 tahun 2017. Aturan tersebut tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

 

 

“Kami ingin memperjelas peraturan tersebut, salah satu syarat beroprasinya transportasi online adalah kendaraan yang digunakan, bukan atas kepemilikan pribadi. Melainkan harus berbadan hukum setidaknya koprasi,” kata Alfian.

 

Pihak Polresta Probolinggo juga telah melayangkan teguran, baik lisan maupun tertulis, pada pihak gojek. Apalagi hari ini melibatkan institusi terkait seperti Pol PP dan Dishub. “Teguran yang di layangkan kepada pihak gojek, adalah teguran agar pihak gojek melengkapi ijin operasi seperti dalam Permenhub nomor 26 tahun 2017.” tegas Kapolres.

 

“Selama itu belum dipenuhi, maka gojek dilarang beroperasi hingga persyaratan yang dimaksud dipenuhi.” tambahnya.

 

Alfian juga menambahkan tentang prosedur penutupan tempat atau kantor transportasi online tersebut.

 

“Jika nanti tidak ada respon kita akan lakukan peringatan tertulis, fan bila tidak ada kejelasan lagi maka dengan terpaksa kami bwrsama pihak terkait akan menyegel kantornya,”tuturnya. Dari data yang diperoleh memontum.com, sekitar 250 gojek yang ada di Kota Probolinggo, rata rata kendaraan yang di gunakan merupakan milik pribadi.

 

 

Sekali lagi disayangkan sampai berita ini di tulis memontum.com, tidak ada satupun konfirmasi dari pihak Gojek Probolinggo. Pengurus malah memilih naik ke lantai dua di kantornya dan mengabaikan semua media yang hadir untuk konfirmasi. Kasat Pol PP, Sudiman juga mengatakan bahwa pertemuan yang dilakukan di kantor gojek bersama Pihak Dishub Dan Jajaran Polres Probolinggo Kota bertujuan berkordinasi terkait ijin dan aturan yang ada.

 

 

“Kami sudah menjelaskan kedua pengurus gojek untuk segera melakukan pengurusan ijinnya. Karena aturannya sudah jelas untuk transportasi online melalui Permenhub nomor 26 tahun 2017,” terangnya. (pix/yan)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Jalur Tengkorak Hitungan Menit, 2 Laka Pantura, 5 Kendaraan 1 Nyawa Melayang

Diterbitkan

-

Oleh

LOKASI : Truk yang terguling setelah menabrak motor. (Pix)

Memontum Probolinggo – Jalan pantura di Probolinggo benar-benar menjadi jalur tengkorak. Dalam hitungan menit saja, terjadi 2 kali kecelakaan dengan melibatkan 5 kendaraan. Akibatnya 1 korban tewas dan beberapa diantaranya terluka. Kamis (26/9/2019) pagi.

Diketahui korban tewas pengendara sepeda motor atas nama Nurul Hakim (51), warga Desa Banjar Sari, Kecamatan Sumberasih. Nurul tewas di tempat kejadian setelah ditabrak dump truk dari arah berlawanan dan sampai truk terguling.

Kejadian kecelakaan tersebut bermula saat korban Nurul Hakim yang mengendarai motor bebek dengan nomor polisi N 3478 SZ melaju sedang dari arah barat ke timur. Tiba-tiba disekitar TKP, dump truk dengan nomor polisi S 9549 UQ tanpa muatan melaju kencang dari arah sebaliknya. Truk oleng hingga menabrak korban. Korban sempat terseret beberapa meter, sedangkan truk langsung terguling.

Tak hanya itu, dengan kondisi truk terguling, juga menghantam mobil penumpang. Beruntung 2 penumpang dan 1 sopir hanya luka ringan dalam kecelakaan ini.

Menurut Said sopir mobil penumpang, dump truk melaju sangat kencang dari arah berlawanan dan berjalan tanpa kendali.

“Memang laju truk terlihat kencang, oleng dan menabrak motor, imbasnya mobil saya juga kena,” ujarnya.

Tidak lama dari kejadian tersebut, polisi dari Unit Laka Lantas Polres Probolinggo Kota langsung melakukan olah tempat kejadian. Korban meninggal dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Tongas.

Masih hitungan menit dilakukan olah TKP kecelakaan pertama, kembali terjadi kecelakaan lagi saat truk peti kemas berhenti mendadak, hingga pikap dengan muatan pepaya menabrak dari belakang.

Menurut Fajar, sopir truk peti kemas, dia berhenti mendadak karena di depannya ada mobil juga berhenti mendadak.

“Saya memang ngerem mendadak karena kendaraan saya didepan juga brenti dadakan dan mobil di belakang juga nabrak kendaraan saya,” ujar Fajar.

Tidak ada korban jiwa di lakanyang ke dua, hanya luka-luka karena korban sempat terjepit body mobil, kernet mobil pick up harus menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Polisi dari Unit Laka terus melakukan penyelidikan 2 kasus kecelakaan ini. Dugaan sementara, pemicunya karena human eror. (pix/oso)

 

Selanjutnya

Hukum & Kriminal

Anggota Kodim Probolinggo Tewas Dibacok Maling Motor

Diterbitkan

-

Oleh

Proses olah TKP oleh tim INAFIS Polres Probolinggo kota (Pix)

Memontum Probolinggo – Sertu Bambang Irawan (52), salah satu anggota Kodim 0820 Probolinggo tewas akibat dibacok kawanan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Mengetahui info tersebut Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo, bersama Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mendatangi kediaman korban, Selasa (24/9/2019) pagi.

Imam Wibowo mengatakan bahwa korban adalah anggota TNI aktif dalam masa MPP. Imam juga mengatakan, bahwa kejadian pembacokan yang dilakukan pelaku kepada anggotanya tersebut sungguh kejam.

Prosesi Pemakaman Sertu Bambang Irawan (ist)

Prosesi Pemakaman Sertu Bambang Irawan (ist)

“Kami atas nama Kodim 0820 Probolinggo turut berduka cita. Sertu Bambang adalah anggota TNI aktif dalam masa MPP. Dari olah TKP dan keterangan para saksi yang dilakukan tim forensik Polres Probolinggo Kota, sungguh ini perbuatan yang sangat biadab,” ujar Imam.

Imam juga menuturkan bahwa korban yang terakhir bertugas di Koramil Bantaran dikenal sebagai anggotaTNI yang baik dan sigap dalam bertugas. Bahkan almarhum juga mendapatkan delapan bintang kehormatan saat bertugas di Papua dan Timor Timur.

“Almarhum adalah anggota TNI yang baik, sigap dan pernah mendapatkan delapan bintang penghargaan. Kami siap berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini, untuk menemukan dan menangkap pelaku,” tutur Imam.

Sementara Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin yang juga hadir ke rumah duka juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Ia juga berharap kasus tersebut segera diungkap oleh kepolisian.

Wali Kota Probolinggo bersama Dandim 0820 Probolinggo saat takziah ke rumah duka (Pix)

Wali Kota Probolinggo bersama Dandim 0820 Probolinggo saat takziah ke rumah duka (Pix)

“Dengan kejadian ini peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan ditingkatkan. Jangan takut, informasikan dan laporkan jika ada kriminalitas. Kami akan beri reward kepada masyarakat luas jika melaporkan kejadian kriminalitas,” kata Habib Hadi.

Almarhum Sertu Bambang Irawan dibantai hingga tewas, karena memergoki kawanan pelaku curanmor yang akan membawa satu unit motor milik tetangganya, Selasa (24/9/2019) dini hari. (Pix/yan)

 

Selanjutnya

Hukum & Kriminal

Kakek di Probolinggo, 4 Tahun Jadi Bandar Sabu – Sabu

Diterbitkan

-

Oleh

Tersangka bandar sabu saat di rilis Di mapolresta probolinggo (pix)

Memontum Probolinggo – Seorang kakek bernama Suparman (61), warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, yang di duga bandar sabu-sabu berhasil diamankan jajaran Sat Reskrim Polsek Mayangan, Polres Probolinggo Kota.

Dari barang bukti yang dj dapat, pelaku bisa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Sub. Pasal 112 ayat (2), juncto Pasal 132 ayat (1), UU No.35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun atau seumur hidup.

AKBP Alfian Nurrizal, Kapolres Probolinggo Kota mengatakan bahwa, barang bukti yang diamankan dari pelaku, berupa sabu seberat 40 gram, alat hisap dan timbangan digital kecil.

“Barang bukti yang ditemukan adalah sabu-sabu yang dikemas dalam plastik. Pertama kita temukan 0,7 gram paket sabu-sabu. Selanjutnya setelah kita kembangkan, kita temukan lagi masing-masing berisi 20 gram dan 18,9 gram. Jadi total keseluruhan 40 gram,” jelas Alfian, Senin (12/8/2019) pagi.

Alfian juga menambahkan bahwa tersangka tersebut dikenal licin dan berkali-kali sukses mengelabuhi petugas.

“Sudah lama tersangka menjadi target kami, selama 4 tahun, dan baru sekarang bisa kita ungkap. Dari keterangan dia 1 gram sabu dijual Rp 1,4 juta ,” tambah Alfian.

Dari tersangka sendiri belum bersedia menyatakan darimana dia mendapat pasokan sabu-sabu, tetapi garis besarnya Alfian memastikan, tersangka sebagai bandar, karena dipastikan bisnis haram itu di sejumlah kota di Jawa Timur.

“Kami sudah kantongi siapa pemasok sabu-sabu nya. Tapi yang jelas tersangka ini bandar lintas kota. Dia edarkan sabu-sabu di Lumajang, Pasuruan, hingga Surabaya,” tutup dia.

Sementara Kompol Ahmad Firman, Kapolsek Mayangan mengatakan bahwa butuh waktu seminggu sebelum menangkap tersangka.

“Seminggu kami melakukan proses penangkapan tersangka, Agar tidak salah sasaran, dan sebelumnya dua anggota saya tugaskan di lingkungan tersangka,” kata Firman.

“Tersangka ini memang licin. Anggota yang menyamar kita minta melakukan transaksi dengan tersangka. Setelah A1, saya bersama tujuh anggota lainnya langsung tangkap tersangka saat sedang bertransaksi,” tambah Firman. (Pix/yan)

 

Selanjutnya

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas