Connect with us

Bangkalan

Anak Ajak Ayah Bunuh Selingkuhan Istri

Diterbitkan

||

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah saat melaksanakan Pers rilis pembunuhan

Sembunyi di Plafon Ditembaki Senapan Angin, Ditusuk Bambu, Tewas Dibacok

 
Memontum BangkalanKasus pembunuhan terhadap korban Muhammad Sirin di Kampung Bilaporah Selatan Desa Bilaporah, Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, Rabu (24/1/2018) berhasil diungkap Unit Reskrim Polsek Socah Bangkalan. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya dua orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban M Sirin, yakni MY (26) dan MH (44) berhasil diamankan pada Rabu (24/1/2018) pukul 20.30 WIB, yang kemudian keduanya diketahui ada hubungan sebagai anak dan bapak kandung.

Gabungan personil dari Unit Reskrim Polsek Socah dan Unit Resmob Polres Bangkalan dipimpin Kapolsek Socah AKP Sulaiman berhasil mengamankan dua tersangka yakni adalah MY (26) dan MH (44) kedua lelaki itu warga kampung Bilaporah Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Kepada penyidik, tersangka MY mengaku bahwa perbuatan itu dilakukannya karena dendam sakit hati akibat perbuatan korban Muh Sirin.

Korban kedapatan sedang berada dalam kamar istrinya saat tidur di rumah mertuanya bernama Ahmad Jayani di Kpg Langguleng Ds.Keleyan Kec. Socah pada Selasa (23/1/2018) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu juga tersangka MY mengambil sebilah celurit tapi Sirin berhasil melarikan diri.

Tersangka MY kemudian melaporkan apa yang dilihatnya kepada bapak kandungnya bernama MH, hingga kemudian disepakati MH setuju bersama MY untuk menghabisi nyawa Sirin. Hasil pengintaian MY di rumah Sirin pada Selasa (23/1/2018) pukul 20.00 WIB, diyakini bahwa Muh.Sirin ada diatas plafon dan dilaporkan pada MH bapak kandungnya.

Pada keesokan harinya anak dan bapak yakni MY dan MH dengan membawa pisau sepakat mendatangi rumah Sirin pada Rabu (24/1/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum memulai aksinya, istri Muh Sirin disuruh pergi keluar dari rumah, lalu dengan bambu, plafon rumah ditusuk-tusuk oleh MY dan MH. Tak puas sampai disitu, korban juga ditembaki dengan senapan angin.

Belum puas juga, dengan tangga kedua tersangka naik ke atas loteng rumah dan membacok dengan membabi buta hingga akhirnya Muh Sirin jatuh terlentang di atas rumah.

Tersangka MY juga menjelaskan, sebenarnya Ulfa antara istri tersangka MY masih ada hubungan keluarga. Tapi perselingkuhan itu membuat tersangka gelap mata dan harus menanggung akibat perbuatannya. Tanpa rasa menyesal tersangka MY menyatakan puas karena telah berhasil membunuh Muh Sirin dan dia ikhlas menjalani sangsi hukum atas perbuatannya.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha SIK SH MH menjelaskan bahwa, dua tersangka MY dan MH sudah diamanka.

“Kita masih mengejar 3 tersangka lainnya karena identitasnya sudah kita kantongi. Kita terus dalami untuk mengungkap pembunuhan tersebut, kedua tersangka dikenakan pasal berlapis dengan pasal 340, 338 dan 170 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Saya mengimbau kepada pelaku yang melarikan diri segara menyerahkan diri, karena identitasnya sudah kita kantongi,’ tegasnya. (nhs/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bangkalan

Lihat Pengerukan Tanah, Dibabat Clurit dan Parang 8 Orang

Diterbitkan

||

oleh

Terkapar, Abdul Aziz mengalami luka bacok sedang dirawat di RSUD Syamrabu

Memontum Bangkalan – Nasib naas menimpa Abdul Aziz (50) Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan hari ini (25/9/2019). Ia dibacok oleh 8 orang saat mengawasi pengerukan tanah di Dusun Jung Anyar Pesisir Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan.

Mulanya pada pukul 10.00, Aziz beserta Ali anaknya dan ARS kerabatnya melakukan pemantauan pengerukan tanah. Kemudian datang dan menanyakan tanah yang dikeruk apakah milik H Rawi. Namun ketiganya tak menjawab.

Selisih beberapa menit, ARW beserta 7 rekannya datang kembali dengan membawa clurit dan parang. Mereka langsung menyerang Abdul Aziz, hingga mengalami luka parah di bagian kepala.

Setelah melihat korban terluka, sekelompok orang itu kabur meninggalkan Aziz yang telah terkapar. Kemudian Ali dan ARS membawa Aziz ke Puskesmas setempat kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu bersama kepala desa Jung Anyar, Nazir.

“Iya, korban dikeroyok oleh ARW cs dengan parang dan clurit. Saya berharap pelaku segera ditangkap,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Socah AKP Hartanta menyampaikan kasus ini telah ditangani oleh polres Bangkalan. Diakuinya, seluruh pelaku saat ini masih dalam pengejaran.

“Pelaku masih dalam pengejaran. Untuk korban saat ini sudah dirawat di RSUD Syamrabu dan mengalami luka dibagian kepala, punggung serta wajah,” ucapnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Berlanjut, Warek III UTM Dilaporkan ke Polisi

Diterbitkan

||

oleh

Efendi Ketua umum HMI cabang Bangkalan dan Kuasa Hukum melaporkan Agung Ali Fahmi Ke Polres Bangkalan

Memontum Bangkalan Kasus pelecehan atau pencemaran nama baik terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) oleh wakil rektor lll Agung Ali Fahmi terus berlanjut. Hari ini, HMI UTM melaporkan Agung atas dugaan pencemaran nama baik, Rabu (18/9/2019) malam.

Atas viralnya WhatsApp Agung Ali Fahmi tersebut, pihak HMI menilai Agung telah mencemarkan nama baik HMI. Agung juga dinilai tidak layak mencuitkan hal tersebut sebab dirinya merupakan salah satu pimpinan UTM, apalagi membidangi kemahasiswaan.

“Kami telah melaporkan Agung Ali Fahmi Warek lll UTM atas pencemaran nama baik HMI. Kami menilai Agung sebagai warek lll yang membidangi kemahasiswaan, tidak seharusnya mengungkapkan hal tersebut hingga menimbulkan perpecahan dan menjatuhkan korban,” ucap Arif Sulaiman Kuasa Hukum Efendi Ketua umum HMI cabang Bangkalan.

Baca : Cuitan Warek lll UTM Berbuntut, Dua Mahasiswa Jadi Korban

Sebelumnya, Agung telah didemo oleh ratusan massa yang tergabung dalam HMI dari berbagai wilayah. Namun, Agung malah membuat massa tandingan hingga terjadi bentrokan.

Atas perbuatannya ini agung dituntut 45 A ayat 2 junto pasal 27 ayat 3 junto pasal 28 ayat 2 undang-undang 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 310 ayat 1 KUHP tentang pencemaran nama baik. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Sertifikat Tak Keluar, LBH Tjakraningrat Datangi BPN

Diterbitkan

||

oleh

LBH Tjakraningrat saat mendatangi BPN

Memontum Bangkalan – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tjakraningrat mendatangi kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) hari ini (12/9/2019). Ia menuntut BPN segera mengeluarkan sertifikat kepemilikan tanah Hasunah yang telah bertahun-tahun tak kunjung mendapatkan penyelesaian.

Jimhur Saros, selaku kuasa hukum Hasunah mengaku telah mengajukan pembuatan sertifikat sejak 22 mei 2018. Namun, hingga kini sertifikat yang diinginkan tak kunjung diberikan.

“Permasalahan tanah ini sudah bergulir sejak tiga tahun yang lalu. Jadi, tanah milik Hasunah ini yang mulanya masih petok D kemudian berpindah tangan ke orang lain dalam bentuk sertifikat, padahal Hasunah sendiri tidak pernah menyerahkan tanah tersebut,” ucapnya.

Zaini salah satu kuasa hukum juga turut menimpali, ia menyampaikan sebelum berubah nama menjadi milik orang lain, oknum BPN melakukan pengukuran tanpa adanya surat pemberitahuan pada Hasunah. Kemudian ia bersama tim memproses hal tersebut secara hukum dan menang di pengadilan.

“Kita sudah menang di pengadilan. Dengan berkas sebanyak ini kenapa sertifikat balik nama tidak kunjung dikeluarkan. Padahal secara hukum tanah itu sah milik Hasunah,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Saefudin Kasi Penanganan Masalah BPN Bangkalan meminta maaf atas proses panjang tersebut. Ia mengaku baru saja menyelesaikan hal tersebut dan akan segera mengeluarkan sertifikat.

“Kami meminta maaf karena memang memerlukan proses yang panjang agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan serupa. Dan ini kebetulan, sebelum seluruh tamu datang kesini sertifikatnya juga sudah selesai,” terangnya.

Ia mengaku, memiliki banyak pekerjaan persengketaan tanah yang perlu diselesaikan BPN. Sehingga, banyak sengketa tanah itu yang masih menunggak untuk diselesaikan. (ist/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler