Hukum & Kriminal

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
space ads post kiri

Sebatang Kara, Meninggal Tertidur Telentang

  • Selasa, 6 Februari 2018 | 20:12
  • / 20 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 465 kali
Sebatang Kara, Meninggal Tertidur Telentang
RUMAH : tempat tinggal korban. (sos)

Memontum Malang — Geger lingkungan Perumahan Mutiara Residence RT04/RW07 tepatnya blok F4, masuk Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (6/2/2018) sore. Pusat perhatian warga tertuju ke tempat tinggal seorang warga.

Lampu teras rumah korban Darma (64) menyala. Puluhan anggota kepolisian bercampur dengan warga. Sore itu, korban masih tergeletak dalam kasur kamarnya. Posisinya telentang. Menurut seorang tetangga, korban tinggal sendirian di rumahnya.

“Ini rumahnya sewa, setahunan mungkin. Kerjanya teknisi. Orangnya tertutup, seorang Konghucu. Saya tidak tahu kalau dia punya adik atau kakak, ” Andik (35) warga Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

EVAKUASI : proses evakuasi usai Identifikasi. (sos)

EVAKUASI : proses evakuasi usai Identifikasi. (sos)

“Saya terakhir ketemu di Bandulan, ngobrol biasa makan-makan. Ngeluh gula darahnya naik, ” tambah Andik rekan korban yang mengenal sosok Darma sekitar 4 tahunan.

Andik menambahkan, ia mengetahui kebiasaan korban menitipkan motor di Arjosari sebelum berangkat ke Surabaya untuk bekerja. Di rumahnya, sepeda motor itu entah dimana.

Pukul 16.40, ambulan PSC 119 Kota Malang mendatangi lokasi kejadian. Sore itu, datang pula anggota Polsek Sukun dan anggota Identifikasi Satuan Reskrim Polres Malang Kota. Datang juga Lurah Mulyorejo, Syahrial di lokasi.

TEMAN : Minggu terakhir dicoba telpon dan kirim pesan Whatsapp. (sos)

TEMAN : Minggu terakhir dicoba telpon dan kirim pesan Whatsapp. (sos)

Di depan halaman terdengar suara bisik-bisik warga, jika korban menderita luka di bagian kaki. “Mungkin diabetesnya kumat,” ujar seorang warga. “Beberapa hari lalu, sempat jalan dia masuk,” sebut seorang warga lainnya.

Seusai dilakukan identifikasi oleh anggota Inafis Polres Makota, jenazah korban kemudian diangkut ambulan PSC 119 Kota Malang menuju kamar instalasi Forensik Kedokteran RSU Dr Saiful Anwar Malang.

Dikonfirmasi lewat ponsel, Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta, menyebutkan jika identitas korban bukan asli warga Malang, melainkan kelahiran Jambi dan ber-KTP Gresik.

“Identitasnya dari Tanjung Asri Gresik. Di situ sewa rumah. Posisi jenazahnya di KM Celaket. Info sementara dari keterangan saksi, korban punya penyakit gula, ” terang Anang. (sos/gie)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional