Connect with us

Pasuruan

Perbaiki Antena, Murid SMK Darul Taqwa Terjun Bebas, Tewas

Diterbitkan

||

Perbaiki Antena, Murid SMK Darul Taqwa Terjun Bebas, Tewas

Memontum Pasuruan — Nasib naas dialami, Zola Ardiansyah (16) asal Desa Wedoro, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Korban tewas dilokasi kejadian, saat perbaiki antena internet di tempat dia jalankan Pendidikan Sistim Ganda (PSG) di SD Riyadul Arkham jalan Nuri Tembong, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Rabu, (25/10/2017), pukul 12.20 WIB.

Informasi digali Memo X dilapangan menyebutkan, awalnya internet sekolah mengalami gangguan atau trobel. Ia pun berniat perbaiki, caranya manjat antena yang terpasang diatas atap sekolah. Sialnya, pipa besi setinggi 18 meter saat dipanjat korban melengkung, dan korban jatuh.

“Braaak…. Korban jatuh ke atap lalu jatuh ke bawah, hingga tewas,” kata Suparmin (53) warga setempat yang melihat kejadian yang menimpa korban. Sebelum korban jatuh, lanjut dia, sempat teriak minta tolong. Warga sendiri, sempat heran melihat keberanian korban memanjat antena setinggi itu.

Antena dipanjat korban nampak melengkung

Antena dipanjat korban nampak melengkung

“Warga sudah peringatkan ke korban untuk hati-hati. Karena antena itu sangat tinggi,” ucap dia ke korban.

Sementara itu, Gufron dari perwakilan data net mengatakan, korban tercatat sebagai pelajar SMK Darul Taqwa kelas VIII. Dan menjalankan SPG di SD setempat. Pada saat itu, internet di SDN tempat korban magang mengalami trobel. Ditanya saat korban memanjat antena menggunakan pengaman. Gufron menjawab, ia korban menggunakan pengaman. “Dan antena itu sering diperbaiki, bahkan pernah dipanjat oleh orang yang badannya lebih besar korban tidak ada masalah,” dalihnya.

Kapolsek Pandaan, Kompol Moh. Iskak melalui Kanit Reskrim, Iptu Agus Purnomo ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan Agus, korban menderita luka pada bagian kepala, leher dan kakinya patah. Kini jasad korban dibawah ke Puskesmas Pandaan untuk diotopsi. (dik/yan)

Hukum & Kriminal

Sehari 4 Kebakaran Membara di Pasuruan

Diterbitkan

||

oleh

Sehari 4 Kebakaran Membara di Pasuruan

Memontum Pasuruan – Petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Pasuruan pada Rabu (25/9/2019) dibuat pontang-panting, akibat adanya empat titik kebakaran yang waktunya hampir bersamaan. Bahkan untuk menangani pemadaman kebakaran tersebut, pihak PMK Kab. Pasuruan meminta bantuan pada PMK Kota Pasuruan.

Menurut Ruspandi Kepala PMK Kab.Pasuruan saat dikonfirmasi, mengatakan,” sehari ini (Rabu, 25/9/2019) setidaknya ada empat tempat kebakaran,”tegasnya.

“Lima titik kebakaran ada di Sukorejo, Prigen, Kalirejo dan Kepulungan Gempol. Untuk menjinakan amukan si jago merah ini, pihaknya meminta bantuan PMK dari Pemkot Pasuruan dan PMK PT. Sampoerna. Beruntung seluruh tempat yang terbakar bisa diatasi oleh petugas yang ada. Sementara itu dari empat kebakaran tersebut, tidak memakan korban jiwa dan hanya kerugian material jutaan rupiah. Pun demikian juga kebakaran yang ada di Sukorejo(rumah) dan pasar Kepulungan-Gempol,” ungkapnya.

Hingga saat ini penyebab kebakaran belum bisa diketahui, petugas masih melakukan pembasahan dilokasi kebakaran. Petugas dari unsur Kepolisian juga masih melakukan penyelidikan,”pungkas Ruspandi. (arp/hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jenguk Anak Opname, Buronan Dicokok Buser Polres Pasuruan

Diterbitkan

||

oleh

Jenguk Anak Opname, Buronan Dicokok Buser Polres Pasuruan

Memontum Pasuruan – Pemburuan terhadap para pelaku pencurian mobil mitsubishi L-300 milik CV Angkasa Kecamatan Tutur yang dilakukan oleh trio spesialis pencuri mobil, akhirnya berhasil diberangus tim buru sergap Sakera Satreskrim Polres Pasuruan.

“Pelaku Sunaryo (29) warga Dusun Prodo, Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan adalah pelaku terakhir dari komplotan spesialis pencurian mobil,” tegas Kanit Jatanras Polres Pasuruan.

Dijelaskan, komplotan ini berjumlah tiga orang. Dua pelaku telah kami tangkap yakni Khodir (proses persidangan)dan Sul (telah divonis). Para pelaku pada 16 Agustus 2016 lalu melakukan pencurian satu mobil pick-up mitsubhisi L-300 nopol N 8723 TD yang berada di garasi penampungan susu milik CV Angkasa. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya petugas mendapati nama satu pelaku .Petugas awalnya menangkap Sul dipersembunyianya, dari hasil lidik atas tersangka Sul, petugas mendapati identitas kedua pelaku.

Mendengar kedua rekannya tertangkap, Sunaryo melarikan diri ke luar pulau. Selang tiga tahun berlalu, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku ini terlihat di sekitaran puskesmas Nongkojajar, Kecamatan Tutur.

Mendapati info tersebut, kami langsung menuju ke puskesmas yang dimaksud. Pelaku langsung kami tangkap, saat sedang menjenguk anaknya yang sakit. Pelaku mengakui dan langsung kami gelandang ke Mapolres Pasuruan,untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Iptu Maryana Kanit Jatanras Polres Pasuruan. (hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Gembong Curanmor 14 TKP Diberangus Tim Sakera Polres Pasuruan

Diterbitkan

||

oleh

Iwan spesialis curanmor 14 TKP

Memontum Pasuruan – Berakhir sudah sepak terjang Iwan (20) pemuda asal Dusun Krajan, Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Pasalnya saat ini ia harus merasakan penatnya dan dinginnya hidup terkurung dalam sel tahanan di Mapolres Pasuruan.

“Pelaku ini merupakan spesialis curanmor di 14 TKP, yang berhasil kami ringkus. Modus operandi yang dilakukan pelaku ini yakni berkeliling mencari mangsa menggunakan sepedamotor Honda CBR warna oranye tanpa plat nomer bersama rekannya yakni Imron (DPO). Dari hasil lidik sementara ini, pelaku bersama rekannya tersebut telah melakukan pencurian dan perampasan sepedamotor di 14 TKP yaitu di wilayah Kecamatan Sukorejo, Pandaan, Purwodadi, Purwosari dan Gempol,” terang Iptu Maryana Kanit Jatanras Polres Pasuruan.

Ditambahkan, dari penangkapan ini, pihaknya mengamankan 1 unit sepeda motor Honda CBR tanpa plat nomer yang digunakan untuk menjalankan aksinya. Saat ini tim penyidik masih mengembangkan perkaranya dan mencari keberadaan penadah motor curiannya.

“Kami menjerat pelaku dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara, ” tukas Wak Inggih sapaan Kanit Jatanras Polres Pasuruan ini. (hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler