Connect with us

Kota Malang

Konflik Koperasi TMB, Ivo Segera Lapor Balik

Diterbitkan

||

Konflik Koperasi TMB, Ivo Segera Lapor Balik

Memontum Kota Malang — Nampaknya konflik Koperasi Simpan Pinjam Teratai Mas Bhuwana (TMB), antara Conrad Notoadmojo (38), warga Perum Lembah Dieng, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dengan Ivo Kristiana (33), bendaharanya, warga Puncak Tidar, Malang, bakal semakin memanas.

Pasalnya pihak Ivo bakal melaporkan Conrad ke Polres Malang Kota terkait dugaan pengelapan uang Rp 275 Juta milik koperasi.

“Kita akan laporkan balik Conrad terkait dugaan uang koperasi di brankas sebesar Rp 275 juta. Sebelumnya kita sudah minta uang itu dikembalikan secara baik-baik, namun sampai sekarang belum dikembalikan. Rencananya minggu depan kami akan lapor ke Polres Malang Kota. Selain itu kami juga sudah melakukan somasi kepada Conrad untuk mengembalikan barang-barang milik klien kami yakni barang-barang yang berada di rumah Lembah Dieng. Hal itu karena klien kamilah yang membeli barang-barang tersebut. Perlu diketahui juga bahwa rumah yang di temnpati oleh Conrad pembeliannya juga memakai uang koperasi jadi akan kami segel,” ujar FR Umasugi SH, kuasa hukum Ivo.

Diceritakan oleh FR Umasugi bahwa Koperasi Teratai Mas Bhuwana didirikan bersama atas inisiatif antara Ivo Kristiana dan Conrad Notoatmodjo.

“Oleh karena itu tidaklah benar apabila diberitakan koperasi TMB ini terkait dengan orang tua pendiri, apalagi dihubungkan dengan KSU Montana. Koperasi tetap beroperasi seperti biasa dan selama ini tidak pernah ada keluhan dari para deposan serta pembayaran bunga selalu lancar,” ujar Umasugi.

Menurutnya tidak ada transaksi fiktif, kerugian maupun penggelapan. “Apa yang dikatakan Conrad tidak benar. Tidak ada transaksi fiktif, kerugian ataupun penggelapan. Perlu diketahui bahwa setiap anggota koperasi bisa melakukan pinjaman. Bahkan saat ini Conrad dan keluarganya juga memiliki pinjaman di koperasi. Semua transaksi yang dilakukan sehari-hari di koperasi TMB diketahui oleh ketua, bendahara dan administrasi. Dalam melakukan kegiatan koperasi sehari-harinya ketua juga berkali-kali melakukan transaksi sendiri tanpa adanya bendahara jika bendahara berhalangan,” ujar Umasugi.

Diceritakan kembali bahwa sumber permasalahan koperasi ini berawal dari permasalahan pribadi antara Ivo dan Conrad yang telah menjalani hubungan asmara selama 6 tahun.

“Bahkan mereka berencana menikah pada pertengahan tahun 2017. Sebelumnya hubungan asmara antara Ivo dan Conrad berjalan dengan baik akan tetapi setelah ayah dari Ivo meninggal dunia, perilaku Conrad berubah 180 derajat. Conrad memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Sejak saat itu hubungan mereka berdua semakin memburuk dan hal ini mengakibatkan turunnya rasa tanggung jawab Conrad dan berimbas pada kinerjanya sebagai ketua koperasi TMB. Dalam 4 bulan terakhir ini, Conrad sangat jarang hadir di kantor untuk bekerja. Dia juga tanpa alasan yang jelas tiba-tiba mengunci kantor pada jam operational dan memblokir rekening koperasi TMB yang diatasnamakan bersama,” ujar Umasugi.

Karena dalam 4 bulan terakhir Conrad tidak hadir ke kantor, maka pihak Koperasi mengadakan rapat anggota luar biasa.

“Karena mendesaknya situasi, anggota koperasi bersepakat untuk mengadakan Rapat Anggota Luar Biasa dan sudah meminta ketua beberapa kali untuk mengadakan rapat ini, namun permintaan ini telah ditolak oleh Conrad sebagai ketua koperasi TMB. Oleh karena ini, maka diadakanlah Rapat Anggota Luar Biasa pada tanggal 7 Februari 2018 yang telah dihadiri oleh lebih dari setengah anggota rapat tersebut dan memenuhi quorum dan juga dihadiri oleh notaris dan perwakilan dari dinas koperasi. Rapat ini sudah sah menurut aggaran dasar koperasi. Ivo menjadi ketua Koperasi TMB yang baru,” ujar Umasugi.

Pihaknya menegaskan bahwa tidak ada penggelapan, melainkan hanya pinjaman. “Pendiri Koperasi adalah Ivo. Ivo tidak pernah melakukan pengelapan yang ada hanya pinjaman. Masing-masing pengurus maupun karyawan koperasi memiliki pinjaman di koperasi. Audit akan kita lakukan pasca pengurus baru. Tidak ada BPR fiktif . Uang tidak hilang karena proses pembayaran semuanya lancar. Tidak ada uang masuk ke KSU Montana. Ivo memang pernah mimijam uang di koperasi. Itu pinjaman priadi Ivo dan selama ini tetap membayar,” ujar Umasugi.

Kepala Dinas Koperasi Kota Malang, Tri Widyani P, meminta supaya pihak Koperasi TMB melakukan Audit. “Kita perlu ada audit, recordnya selama berdiri tahun 2015 koperasi tersebut belum pernah melakukan RAT (Rapat Anggota Tahunan), kuncinya salah satunya itu, kalau sehat pasti menyelenggarakan RAT,” ujar Yani.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Ketua Koperasi Simpan Pinjam Teratai Mas Bhuwana (TMB), Conrad Notoadmojo (38), warga Perum Lembah Dieng, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, telah melaporkan Ivo Kristiana (33), bendaharanya, warga Puncak Tidar, Malang, ke Polda Jatim, pada 31 Januari 2018. Anak dari Bos Hotel Montana ini dilaporkan terkait dugaan penggelapan uang Rp 6.087.780.000.

Dugaan menggelapkan uang tersebut setelah dilakukan audit pribadi pada September 2017. Dalam pembukuan, uang koperasi larinya ke dana deposito beberapa BPR (Bank Perkreditan Rakyat). ‘Namun setelah kita cek, uang tersebut diselewengkan ke BPR (Bank Perkreditan Rakyat) fiktif. Kita selidiki kemana larinya uang. Akhirnya di buku Bank uang itu larinya ke orang tua Ivo. Uang tersebut di transfer ke orang tuanya untuk membantu KSU Montana yang saat itu sedang terkena masalah dan juga untuk usaha,” ujar Contrad. (gie/yan)

Hukum & Kriminal

Miris, Oknum Pelajar Malang Bawa Pisau, Roti Kalung, Gir

Diterbitkan

||

oleh

KARTU : Beberapa pelajar saat dirazia. (gie)

Memontum, Kota Malang – Ternyata yang membuat para pelajar yang berkumpul di sekitaran Jl Trunojoyo dan Jl Kertanegara, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada Kamis (26/9/2019) pukul 16.00, setelah mereka membaca pesan berantai “broadcast” tentang ajakan untuk berdemo.

Oleh karena itu para pelajar yang mayoritas dari Kabupaten Malang dan sebagian dari Kota Malang ini berkumpul di depan Stasiun Kota Baru.

Awalnya petugas Polres Malang Kota hanya memberikan pembinaan dan meminta mereka untuk pulang. Namun sekitar pukul 16.00, para pelajar semakin banyak berdatangan dan dalam jumlah besar.

Petugas semakin tegas melakukan razia. Ironisnya beberapa diantara mereka ada yang membawa sajam berupa pisau bergerigi, gear, roti kalung dan juga ada yang membawa rantai.

Petugas akhirnya.mengamankan mereka dari beberapa lokasi. Jumlahnya cukup banyak dan masih terus di data. Dari data awal yang diperoleh Memontum, jumlah yang diamankan mencapai 108 anak.

Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Malang Kota untuk mendapatkan pembinaan. Orang tua mereka dipanggil satu persatu untuk datang ke Polres Malang Kota.

Kapolres MalangnKota AKBP Dony Alexander SIK MH, para pelajar ini datang karena mendapat informasi broadcast yang tersebar di WhatsApp.

“Gril Pelajar Bersatu. Disana ada Broadcast yang m3ngajak adik-adik sekolah menangah atas untuk berkumpul di depan Stasiun. Dari sinilah kami mengecek wilayab dan ternyata benar mereka datang karena ajakan dari pesan broadcast tersebut,” ujar AKBP Dony.

Para pelajar ini datang dari berbagai daerah diantaranya Singosari, Turen, Bululawang dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Malang. Sebagian juga ada yang datang dari Kota Malang.

“Mereka mengikuti ajakan di broadcast itu. Diantaranya ada yang bawa Sajam, Gear dan juga Pil Koplo. Tadi kami bersama Pak Dandim Kota Malang memberikan nasehat kepada adik-adik ini agar tidak salah kaprah dan tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya saat ini masih melakukan pencarian orang yang telah menyebar bradcast tersebut.

Baca : Boncengan 3 Bawa Ruyung 6 ABG Diamankan Petugas

“Adik-adik ini tidak tahu tujuannya apa hanya mengikuti ajakan dari broadcast. Tim kami masih menelusuri siapakah otak yang mengajak anak-anak ini untuk bolos sekolah atau pulang sekolah untuk berkumpul di Kota Malang dan akan melakukan hal-hal yang merugikan keamanan di Kota Malang,” ujar AKBP Dony.

Orang tua dari para pelajar ini mulai terlihat berdatangan di Kota Malang sekitar pukul.18.00. Mereka datang untuk melakukan penjemputan anak-anaknya di Mapolres Malang Kota.

“Kami akan kembalikan ke orang tuanya masing-masing. Tencananya besik juga kita akan bertemu dentan para Kepala Sekolah di Kota Malang,” ujar AKBP Dony. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Boncengan 3 Bawa Ruyung 6 ABG Diamankan Petugas

Diterbitkan

||

oleh

Petugas saat mengamankan ML, karena bawa ruyung tak jauh dari gedung DPRD Kota Malang. (gie)

Memontum, Kota Malang – Petugas gabungan Polres Malang Kota melakukan sejumlah razia di sekitaran Jl Trunojoyo- Jl Kertanegara dan Jl Majapahit, dan sekitaran bundaran Tugu Kota Malang. Dikarenakan terlihat banyak anak-anak setingkat SMA yang bergerombol dan berdatangan di sekitaran Jl Kertanegara, pada Kamis (26/9/2019) pukul 15.00.

Petugas merazia sajam dikuatirkan adanya penysup provokasi saat terjadinya demo di depan Kantor DPRD Kota Malang yang informasinya bakal terjadi pada Kamis sore. Saat petugas sedang berkeliling nampak 6 ABG (Anak Baru Gede) mengendarai 2 motor yang masing-masing boncengan 3 tanpa memakai helm menuju area sekitaran Gedung DPRD.

Karena melanggar lalu lintas, petugas segera menghentikan laju motor Yamaha Vaga dan GL Max tersebut di Jl Kertanegara. Saat dilakukan pengeledahan, salah satunya yakni betinisial Ml (16) warga Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, kedapatan membawa sebuah tuyung yang di selipkan di pinggangnya.

Terang saja ruyung tersebut segera diamankan petugas. Mereka mengaku berangkat dari Turen dan Bululwang , Kabupaten Malang, untuk kumpul-kumpul di Jl Kertanegara.

“Ruyung ini tidak untuk demo, tapi untuk latihan silat,” ujar Ml.

Ke 6 ABG ini tampak berbelit-belit tidak jelas tujuannya hingga segera saja ditilang karena melanggar lalu lintas boncengan tiga tanpa helm. Setelah mendapat sanksi tilang, ke enam anak itu diminta oleh petugas untuk pulang.

Sementara itu disekitaran Jl Trunojoyo, petugas mendapati beberapa pelajar setingkat SMA membawa beberapa poster. “Kami datang dari Singosari. Kami kesini katanya ada demo,” ujar salah satu anak, sebelum diimbau oleh petugas untuk pulang. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Mahasiswi UB Bikin Laporan Perkosaan Palsu, Sakit Hati, Ingin Jebloskan Teman ke Penjara

Diterbitkan

||

oleh

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi SIK MH. (gie)

Memontum Kota Malang – Kasus perkosaan yang dilaporkan oleh RN (18) mahasiswi UB asal Kebayoran Lama, Jakarta, pada 29 Agustus 2019 siang, ternyata palsu. Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Arya Wiguna SH SIK pada Rabu (25/9/2019) pukul 16.30.

AKP Komang menjelaskan bahwa hasil dari penjelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, diketahui kalau laporan RN palsu. Motifnya karena AL (20) kekasih dari RN, sakit hati kepada BE (22), teman kampusnya yang menjadi terlapor dalam kasus ini. AL awalnya menuduh RN ada cinta segitiga yakni memiliki hubungan dengan BE. . Membuktikan kesetiaanya, AL menyuruh RN, kekasihnya membuat laporan palsu kasus perkosaan untuk menjebloskan BE ke penjara.

“Laporan itu kami dalami. Dari penyelidikan dan keterangan saksi-saksi bahwa BE, selaku terlapor, saat kejadian sedang mengikuti perkuliahan. Ada ketidaksamaan dalam laporan ini. Ternyata laporan perkosaan itu tidak benar. Laporan palsu itu atas permintaan AL, pacar pelapor. Dia disuruh memberikan keterangan palsu. Motifnya karena AL merasa tidak suka dengan BE. Pelapor juga membenarkan kalau ternyata laporannya adalah palsu,” ujar AKP Komang.

Selama 3 minggu, petugas Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan hingga menemukan kebenaran bahwa laporan perkosaan itu adalah palsu. Tentunya memberikan laporan palsu ada sanksi pidananya. Yakni Pasal 242 ayat 1KUHP dengan ancaman penjara selama 7 tahun.

” Kalau membuat laporan palsu ada konsekuensinya sudah fiatir Pasal 242 ayat 1 KUHP ancamannya 7 tahun penjara. Selain itu kalau ada yang dirugikan dan keberatan dengan laporan palsu ini, bisa melapor. Kami masih melakukan pendalaman untuk menentukan tersangkanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Petugas Polres Malang Kota hingga Senin (23/9/2019) siang, masih terus melalukan penyelidikan terkait laporan kasus pemerkosaan yang dialami oleh seorang mahasiswi yakni RN (18) , warga asal Kebayoran Lama. RN melapor kan kasus perkosaan yang dialaminya pada 29 Agustus 2019 pukul 13.30 di parkiran Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Saat itu Bunga mengaku diperkosa di dalam mobilnya oleh BE (22), teman kampusnya.

Baca : Dipaksa Hohohihe di Dalam Mobil di Parkiran Kampus, Mahasiswi UB Lapor ke Polisi

Informasi Memontum, bahwa RN sudah mengenal BE yang tak lain adalah pacar temannya. Dalam laporannya RN memyebut bahwa sebelum kejadian dia berada di dalam mobilnya sambil bermain ponsel sambil menunggu pacarnya yang sedang kukiah.

Tiba-tiba kaca mobilnya ketuk oleh BE meminta RN untuk membuka pintu. Karena tidak ada firasat buruk, RN membuka pintu dan keluar dari dalam mobil. Saat itulah BE masuk ke dalam mobil milik RN.

Diwaktu yang hampir bersamaan, RN ditarik masuk ke dalam mobil dan semua pintu dan kaca jendela ditutup rapat. Saat itulah kemudian terjadi pemerkosaan terhadap RN. Karena tidak menerimakan dengan adanya kejadian itu, pada sore harinya, RN langsung melapor ke Polres Malang Kota. Petugas Polres Malang Kota masih terus mendalami laporan ini termasuk memerikaa sejumlah saksi.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH saat dikonfirmasi Memontum.com pada Sabtu (21/9/2019) siang, membenarkan adanya laporan itu.

” Proses penyelidikan sudah sesuai prosedural. Akan kami sampaikan pada Selasa (24/9/2019) saat kita laksanakan rilis,” ujar AKBP Dony. (gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler